Sabtu, 08 Juli 2017

CBR Pengantar Manajemen Edisi Pertama



Buku
Identitas Buku
Judul : Pengantar Manajemen Edisi Pertama
Penulis : Ernie Tisnawati Sule, Endang Shyta Triana S.e, Kurniawan Saefullah
Penerbit : Kencna Prenada Media Group
Tahun Terbit : 2005
BAB 1 Konsep Dasar Manajemen Bisnis

Pengertian Manajemen
Manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian,pengarahan, dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya.

Peran Manajemen dalam organisasi : Efektif dan Efisien
Manajemen diperlukan sebagai upaya agar kegiatan bisnis dapat berjalan secara efektif dan efesien, maka manajemen perlu dijelaskan berdasarkan fungsi-fugsinya atau dikenal sebagai fungsi-fungsi manajemen (managerial functions). Fungsi-fungsi tersebut sebagaimana dikemukakan dalam defenisi di muka mencakup fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian,fungsi pengimplementasian,serta fungsi pengendalian dan pengawasan.

BAB 2 Manajer Dalam Kegiatan Manajemen

Peran Manajer dalam Organisasi
Dalam setiap organisasi bisnis,para manajer ini bertugas untuk memastikan bahwa keseluruhan tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi dapat diwujudkan melalui rangkaian kegiatan manajemen, baik yang bersifat fungsional maupun bersifat operasional.
Di sebuah negara, maka peran ini dapat direpresikan oleh presiden, wakil presiden,atau para mentri misalnya. Pada intinya, tugas manajer atau istilah apapun sebagai padanannya adalah untuk memastikan mewujudkan agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien melalui serangkaian kegiatan manajemen secara fungsional maupun operasional.

Keahlian-keahlian Manajemen
Ø  Keahlian teknis (technical skills), yaitu keahlian yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan spesifik tertentu,seperti mengoperasikan komputer,mendesain bangunan,membuat layout perusahaan,dan lain sebagainya.
Ø  Keahlian berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat (human relation skills),yaitu keahlian dalam memahami dan melakukan interaksi dengan berbagai jenis orang di masyarakat.
Ø  Keahlian konseptual ( conceptual skills),yaitu keahlian dalam berpikir secara abstar,sistematis,termasuk di dalamnya mendiagnosa dan menganalisis berbagai masalah dalam situasi yang berbeda-beda,bahkan keahlian untuk memprediksi di masa yang akan datang.

Tingkatan-tingkatan Manajemen
Pada pratiknya,sangat jarang seseorang dapat menguasai secara sekaligus berbagai keahlian manajemen tersebut.Misalnya saja,adalah sangat suling untuk mendapakan seseorang pebisnis salon yang selain ahli dalam menyablon,pandai bernegosasi dalam meraih konsumen,namun juga sekaligus hemat dalam membelanjakan uangnya. Pada praktiknya berbagai keahlian tersebut diperlukan dalam kegiatan bisnis berdasarkan peran dan tugas masing-masing orang dalam sebuah organisasi bisnis. Tugas dan peran dari setiap orang tersebut secara organisasional dibagi menjadi beberapa tingkatan yang dinamakan sebagai tingkatan-tingkatan manajemen atau hieraki manajemen.

BAB 3 Perkembangan Ilmu Manajemen
Kelompok Manajemen Ilmiah dan Saintifik
. Para manajer berusaha mencari jalan keluar untuk memperbaiki produktivitasi kerja ini. Di antara ide yang dihasilkan adalah meningkatkan produktivitas pekerja secara individual. Ide yang dihasilkan pada masa ini pada giliran berikutnya dikenal sebagai kelompok aliran manajemen saintifik ( scientfic management). Di antara tokoh-tokoh dalam kelompok ini adalah Fredrich Winslow Taylor (1856-1915),Frank Gilberth (1868-1924),dan Lilian Gilberth (1878-1972).
Kelompok Manajemen Administrasi
Perubahan produktivitas pekerja secara individual,menurut kelompok ini,tak akan berarti apa-apa jika faktor-faktor lain dalan organisasi secara keseluruh tidak juga diperhatikan dan dilakukan perubahan. Di antara kontributor kelompok ini adalah Henry Fayol (1841-1925),Lyndall Urwick (1891-1983),dan Max Weber (1864-1920).

Kesimpulan Mengenai Perspektif Manajemen Klasik
Di antara kontribusi yang berharga adalah mengenai spesialisasi pekerjaan,studi mengenai masa dan beban kerja, dan metode ilmiah mengenai kegiatan manajemen yang secara rimgkas terepresentasikan melalui apa yang kita kenal sebagai fungsi-fungsi manajemen. Prosedur dan birokrasi juga termasuk kontribusi berharga dari kelompok manajemen klasik ini.
Akan tetapi,harus diakui salah satu kelemahan perspektif dari kelompok ini adalah bahwa mereka kurang memerhatikan aspek kemanusiaan sebagai salah satu aspek penting dalam organisasi. Aspek manusia yang tidak hanya dilihat dari fakor pemberian upah atau insentif,akan tetapi dari karakteristik kemanusiaan secara lebih manyeluruh di mana manusia memiliki kebutuhan,motif,tujuan,dan perilaku yang berbeda-beda antara satu dengan lain.

Bab 4 lingkungan Budaya Organisasi
LINGKUNGAN  INTERAL ORGANISASI
Yang dimaksud dengan lingkungan internal organisasi adalah berbagai hal atau berbagai pihak yang terkait langsung dengan kegiatan sehari-hari organisasi,dan memengaruhi langsung terhadap setiap program, kebijakan, hingga “denyut nadi”nya organisasi. Yang termasuk ke dalam organisasi ( board of managers or directors), para staf, anggota atau para pekerja (employees), serta lingkungan fisik organisasi ( physical work environment).

LINGKUNGAN EKSTERNAL ORGANISASI
Sebagaimana diterangkan di muka, lingkungan eksternal atau lingkungan yang terkait dengan kegiatan operasional organisasi dan bagaimana kegiatan operasional ini dapat bertahan. Dalam kegiatan operasional, perusahaan berhadapan dan senantiasa berusaha untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan-lingkungan yang terkait langsung atau lingkungan mikro perusahaan dan lingkungan yang tidak terkait langsung atau lingkungan makro perusahaan.

LINGKUNGAN INTERNASIONAL DAN KEGIATAN BISNIS
Lingkungan Internasional ( International Environment)
Lingkungan internasional merupakan lingkungan yang lebih luas dari sebuah negara yang pada praktiknya akan memengaruhi kegiatan perusahaan, terutama jika perusahaan melakukan kegiatan bisnis internasional, yaitu transaksi bisnis yang melibatkan lebih dari satu negara Tetapi , lingkungan internasional ini juga dapat menjadi tantangan dan ancaman karena kegiatan bisnis internasional juga melibatkan para pesaing di luar negara yang mungkin melakukan kegiatan bisnis yang sama dengan perusahaan kita sehingga persaingan guna mendapatkan pelanggan di dalam negara maupun diluar negara menjadi tantangan yang harus dihadapi dan dipersiapkan oleh perusahaan jika produknya ingin memasuki pasar internasional.

BUDAYA ORGANISASI DAN KEGIATAN BISNIS
Pentingnya Budaya Bagi Organisasi Bisnis
Budaya organisasi penting sekali untuk dipahami karena banyak pengalaman menunjukkan bahwa ternyata budaya organisasi ini tidak saja berbicara mengenai bagaimana sebuah organisasi bisnis menjalankan kegiatannya sehari-hari, tetapi juga sangat mempengaruhi bagaimana kinerja yang dicapai oleh sebuah organisasi bisnis.

Bab 5 Tanggung Jawab Dan Etika Manajemen
Dimensi Etika dalam Manajemen
Beberapa kasus dalam kegiatan bisnis akhir-akhir ini menimbulkan berbagai pertanyaan di seputar etika dalam bisnis. Apakah publikasi dari laporan keuangan di media massa yang pada kenyataaannya berbeda dengan laporan keuangan perusahaan sesunggunya termasuk ke dalam pembahasan ini. Apakah pemecatan ribuan PT DI, misalnya memenuhi kriteria etika dalam bisnis, dan lain sebagainya.
Etika pada dasarnya,sebagaimana menurut Kreitner (1992), adalah studi mengenai tanggung jawab moral yang terkait dengan apa yang dianggap benar dan apa yang dianggap salah.

MENDORONG PELAKSANAAN  ETIKA DALAM MANAJEMEN
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa etika manajemen sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan perlu untuk diwujudkan di masa-masa mendatang.

Bab 6 Fungsi Perencanaan Dan Pengambilan Keputusan
KONSEP DASAR PERENCANAAN DALAM MANAJEMEN
Pengertian Perencanaan (Planning)
Robbins dan Coulter ( 2002) mendefinisikan perencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penatapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi.

Proses penyusunan strategis  di bagi 3 fase
  • Penilaian Keperluan Penyusunan Strategi
Sebelum strategi disusun, perlu dipertanyakan terlebih dahulu apakah memang penyusunan strtegi baik strategi baru maupun perubahan strategi perlu untuk melakukan ataukah tidak.
Analisis Situasi
Perusahaan perlu melakukan analisis mengenai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi sekaligus juga menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi oleh organisasi.
Pemilihan strategi
Setelah perusahan melakukan analisis terhadap keadaan internal dan eksternal perusahaan, maka perusahaan perlu menentukan strategi yang akan diambil dari berbagai alternatif yang ada.

MELAKUKAN PERENCANAAN ( PLANNING PROCESS)
Fungsi perencanaan sering kali dinamakan sebagai fungsi utama dari kegiatan manajemen, karena dalam perencanaan seluruh rangkaian aktivitas yang akan dilakukan, mengapa melakukan,kapan,di mana dan bagaimana melakukannya disusun. Dapat dikatakan, jika tidak ada fungsi perencanaan, manajer tidak akan pernah tahu apa yang harus diorganisasikan, diarahkan dan dikontrol.

Bab 7 Manajemen Strategi Perusahaan
KONSEP DASAR MANAJEMEN STRATEGI
Salah satu jenis perencanaan yang telah diuraikan dalam bagian sebelumnya adalah perencanaan jangka panjang atau strategic planning. Perencanaan ini dimaksudkan bukan sekadar untuk mencapai tujuan perusahaan dalam jangka panjang, akan tetapi juga untuk memastikan bahwa perusahaan dapat bertahan dalam jangka panjang. Topik yang membahas mengenai cara bagaimana perusahaan dapat memelihara keberlangsungan operasinya dalam jangka panjang, yaitu manajemen strategis ( strategic management).

Bab 8 Desain & Struktur Organisasi
KONSEP DASAR PENGORGANISASIAN
Dalam proses pengorganisasian, manajer mengalokasikan keseluruhan sumber daya organisasi sesuai dengan rencana yang telah dibuat berdasarkan suatu kerangka kerja organisasi tertentu. Kerangka kerja organisasi tersebut disebut sebagai desain organisasi (organizational design). Bentuk spesifik dari kerangka kerja organisasi dinamakan dengan struktur organisasi ( organizational structure).

Bab 9 Kekuasan,Kewenangan,Tanggung Jawab & Delegasi
Salah satu konsekuensi logis dari adanya struktur organisasi adalah terdapatnya bagian-bagian dalam sebuah organisasi yang keseluruh bagian tersebut terdiri dari hierarki yang tertinggi hingga hierarki yang terendah.

Selain struktur organisasi menggambarkan adanya hierarki tertinggi hingga terendah, struktur organisasi juga menggambarkan terdapatnya kekuasaan,wewenang,tanggung jawab dari setiap bagian dalam sebuah organisasi.
Wewenang pada dasarnya merupakan kekuasaan yang terlegitimasi menurut mekanisme tertentu dalam sebuah organisasi. Secara garis besar terdapat 3 jenis wewenang, yaitu wewenang lini, staf, dan fungsional.
Manajer juga melakukan pelimpahan wewenang atas dasar pertimbangan pengembangan tenaga kerja,pengalihan sebagian tanggung jawab pelaksanaan kepada hierarki yang lebih bawah, atau sebagai upaya perbaikan pola pengorganisasian dari yang sifatnya sntralistik kepada desentralistik.

Bab 10 Manajemen Sumber Daya Manusia
Manajemen SDM  adalah proses serta upaya untuk merekrut, mengembangkan, memotivasi serta mengevaluasi keseluruhan sumber daya manusia yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.
Sebagai bagian dari proses pengorganisasian, penempatan SDM sebagai bagain dari manajemen SDM merupakan langkah terakhir dari pengorganisasian untuk memastikan bahwa sruktur organisasi yang telah dibuat akan diisi oleh orang-orang yang memiliki kualifikasi yang tepat.
Secara garis besar proses manajemen SDM terdiri dari Human Resource Planning, Personnel procurment, personnel Development, Personnel Maintenance, dan Personnel utilization.
Termasuk ke dalam bagian dari manajemen SDM  adalah menegelolah keragaman yang terdapat dalam organisasi, terutama yang menyangkut keragaman di antara tenaga kerja atau SDM yang dimiliki organisasi. Dua hal bisa dilakukan untuk mengelolaan keragaman tersebut, yaitu dari sisi individual dan peran organisasi.
             
Bab 11 Faktor Individu Dalam Organisasi
Individu sebagai esensi dari faktor sumber daya manusia dalam organisasi memegang peranan penting dalam langkah implementasi dari rencana organisasi.
Individu memiliki keragaman kerakteristik yang terkait dengan perilaku dan kepribadiannya.
Perilaku individu akan menentukan sikap, persepsi dan peran yang akan dijalankannya dalam organisasi.
Di antara isu-isu seputar karakteristik individu dalam organisasi adalah mengenai stres dan kreativitas. Stres terkait dengan respons negatif dari individu ketika berhadapan dengan suatu tekanan, sedangkan kreativitas terkait dengan respons positif dari individu ketika berhadapan dengan suatu situasi yang memberikan tantangan bagi individu untuk memunculkan gagasan-gagasan baru bagi organisasi.

Bab 12 Motivasi Dan Kepemimpinan
Motivasi dan Kepemimpinan merupakan salah satu faktor kunci dalam fungsi pengarahan dan implementasi dari manajemen organisasi.

Motivasi terkait dengan berbagai hal yang mendorong seseorang untuk menunjukkan perilaku tertentu dalam organisasi dan lingkungannya. Terdapat berbagai pendekatan dalam menjelaskan teori motivasi, di antaranya adalah pendekatan klasik dan kontemporer.
Yang termasuk ke dalam pendekatan klasik mengenai teori motivasi adalah mencakup pendakatan kebutuhan, pendekatan relasi manusia, dan pendekatan manajemen SDM.
Yang termasuk ke dalam pendekatan kontemporer mengenai teori motivasi adalah mencakup pendekatan kebutuhan, pendekatan keseimbangan dan keadilan, pendekatan pengharapan, pendekatan penguatan, dan pendekatan penyusunan tujuan. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi orang-orang dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Dalam praktiknya, kepemimpinan dibedakan dengan manajemen. Terdapat beberapa pendekatan dalam menjelaskan teori-teori kepemimpinan, antara lain pendekatan personal, pendekatan perilaku, dan pendekatan kontingensi.

Bab 13 Kelompok Kerja & Komunikasi Dalam Organisasi
Sebagai konsenkuensi logis dari adanya struktur organisasi di mana organisasi dibagi menjadi berbagai bagian-bagian organisasi,maka muncul kelompok-kelompok kerja yang dibentuk untuk mendukung pencapaian tujuan di tingkat bagian hingga keseluruhan organisasi.

Kelompok kerja merupakan salah satu faktor kunci dalam fungsi implementasi dan mengarahan, karena kelompok kerja inilah yang akan menjalankan berbagai rencana yang telah disusun dalam organisasi.
Kelompok kerjalah yang juga melakukan integrasi atas berbagai karakteristik individu yang berbeda-beda dalam organisasi. Oleh karena itu, jika kelompok kejra dapat berjalan secara efektif maka hal tersebut menunjukkan bahwa perbedaan karakteristik individu secara efektif dapat dikelola dan konsenkuensi positifnya tujuan organisasi akan lebih mudah dicapai.

Bab 14 Pengawasan Dan Pengendalian Organisasi
Fungsi pengawasan dan pengendalian adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktivitas yang terlaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Dalam beberapa sumber literatur, fungsi pengawasan sering dinamakan sebagai fungsi controlling. Evaluating, appraising, hingga correcting. Namun yang lebih populer digunakan adalah fungsi controllingyang memiliki dua arti utama, yaitu pengawasan : kegiatan untuk mengamati kegiatan yang dijalankan sekaligus mengidentifikasi berbagai penyimpangan serta pengendalian : kegiatan untuk mengantisipasi dan mengoreksi setiap penyimpangan dalam kegiatan.
Terdapat 4 tujuan dari fungsi pengawasan dan pengendalian. Keempat tujuan tersebut adalah adaptasi lingkungan, meminimalkan kegagalana,meminimumkan biaya, danmengantisipasikan kompleksitas dari organisasi.


Bab 15 Manajemen Operasi Dalam Produktivitas Dalam Organisasi
Manajemen operasi adalah rangkaian proses pengelolaan keseluruhan sumber daya perusahaan yang dibutuhkan dalam menghasilkan barang atau jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Dengan kata lain, manajemen operasi berusaha menjawab bagaimana pengelolaan terhadap 5P dalam operasi perusahaan, yaitu people atau orang-orang, plants atau pabrik, rumah produksi, atau bagian dari perusahaan, processes atau proses yang dilakukan, dan planning and control systems atau sistem perencanaan dan pengawasan.
Untuk memahami manajemen operasi,perlu diketahui konsep dasar dari sistem produksi. Pada dasarnya sistem produksi adalah proses transformasi input menjadi output, atau dengan kata lain produksi adalah sebuah proses mengubah input menjadi output. Berdasarkan pengertian ini, sistem produksi memiliki tiga komponen utama, yaitu masukan ( input), keluaran ( output ), dan proses ( processes ).
Terdapat empat elemen dalam desain sistem produksi, yaitu lokasi kegiatan produksi, tipe proses produksi yang akan dijalankan, rancangan rumah produksi, serta rancangan sisitem produksi yang akan dijalankan.

Bab 16 Manajemen Informasi Dan Manajemen Internasional
Informasi menjadi salah satu faktor penting bagi kegiatan perusahaan, terutama dalam hal pengambilan keputusan mengenai perencanaan kegiatan perusahaan. Informasi perlu bersifat akurat, tepat, dan cepat, sehingga keputusan yang diambil perusahaan yangtepat dan akurat. Oleh karena informasi begitu penting, maka perusahaan perlu melakukan manajemen informasi. Di antara manajemen informasi yang dilakukan perusahaan adalah penggunaan sistem informasi manajemen perusahaan dengan mengintegrasikan berbagai fungsi dan kegiatan perusahaan melalui penggunaan teknologi komputer.
Faktor internasional juga menjadi faktor yang pada hari ini memengaruhi kegiatan perusahaan. Banyak motif yang mendorong sebuah perusahaan perlu melakukan ekspansi secara internasional, di antaranya adalah motif pasar, motif sumber daya, dan motif biaya.

Bab 17 Manajemen Usaha Kecil & Manajemen Organisasi Nirlaba
Manajemen usaha kecil pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan manajemen organisasi bisnis pada umumnya, kecuali dalah hal skala dan jenis usaha yang di jalankan. Agar manajemen usaha kecil berjalan dengan baik, maka terdapat beberapa faktor yang perlu dimiliki oleh para pengelola usaha kecil, yaitu kewirausahaan, profesional, inovatif, keluasan jaringan usaha, dan kemampuan adaptif.
Manajemen organisasi nirbala merupakan bahasan terakhir dari buku pengantar manajemen ini. Sekalipun menjadi bahasan terakhir tidak berarti bahwa topik-topik yang dibahas tifak relevan dalam kegiatan berbagai organisasi di Indonesia.


BAB III
KELEMAHAN DAN KEKURANGAN
1.         Keunggulan
Menurut saya keunggulan dari isi kedua buku ini adalah bahwa buku-buku ini memiliki pembahasan yang sangat lengkap mengenai pengantar manajemen itu sendiri. Disetiap bab nya menyajikan sub bab yang tersusun rapi. Semua dijelaskan secara rinci dan selengkap-lengkap nya sehingga mamuaskan para pembaca yang membaca buku ini. Terdapat juga banyak kosa kata baru pada halaman paling beakang buku yang akan menambah gudang kosakata si pembaca.

2.         Kelemahan
Menurut saya kelemahan dari buku ini sendiri adalah penggunaan bahasa yang terlalu bertele-tele da tidak efektif, banyak sekali terdapat pengulangan kata dalam satu paragraf teks. Penggunaan tanda baca yang juga tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan. Dalam buku ini juga terdapat banyak kosakata yang terlalu rumit, sehingga meulitkan pembaca memahami teks yang dibacanya. Di setiap bab juga sering terjadi pengulangan ide/penjelasan pada paragraf nya yang padahal di paragraf sebelumnya sudah terdapat ide/penjelasan tersebut .


BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
1.                   Kesimpulan
Manajemen adalah proses merencana, mengorganisasi, mengarah-kan, mengoordinasikan serta mengawasi kegiatan mencapai secara efisien dan efektif tujuan organisasi. Proses manajemen dilakukan oleh manajemen bawah, menengah dan puncak. Manajemen dalam pengertian orang menjalankan peranan melakukan hubungan pribadi, pemberi informasi dan pengambil keputusan dan manajemen harus berketerampilan konseptual, manusiawi, dan teknis.

2.         Saran
Saran saya mengenai isi buku ini adalah sebaiknya dalam setiap bab disajikan tambahan seperti kuis atau informasi unik agar buku ini tidak terkesan membosankan saat dibaca. Begitu juga dengan penyajian contoh-contoh yang mudah dipahami.

CBR Pengantar Manajemen




BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar belakang
Latar belakang penulis membuat critical book report yang berjudul “Pengantar Manajemen” ini karena penulis menjabarkan dan menjelaskan tentang ilmu pengantar manajemen, seberapa pentingnya ilmu pengantar manajemen terhadap kehidupan sehari-hari dan lingkungan berorganisasi.
.b. Tujuan
Tujuan penulis membuat makalah ini karena untuk mengetahui ilmu pengantar manajemen dan menjelaskan tentang pengertian dan pembahasan mengenai manajemen.
c. Manfaat
Manfaat penulisan yaitu untuk menambah peningkatan pengetahuan mengenai manajemen dalam ruang lingkup organisasi dan sebagainya.
BAB II
ISI BUKU

BUKU 1
Identitas buku
Judul : Pengantar Manajemen
Penulis : Priyono
Penerbit : Zifatama Publishing
Cetakan Pertama : Mei 2015
Bab 1. Sejarah Dan Teori Manajemen 
A.    SEJARAH PERKEMBANGAN MANAJEMEN
Sejarah perkembangan manajemen tidak jauh berbeda dengan perkembangan manusia itu sendiri. Artinya, bahwa manajemen telah berlangsung sejak manusia itu berada di bumi ini, seiring dengan perkembangan dan tuntutan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada zaman purba atau Kaman batu, manusia juga menggunakan keterampilan dan keahliannya untuk membuat alat-alat dari batu guna merealisasikan tujuan hidupnya. Manajemen kemudian berkembang sesuai dengan perkembangan keahlian serta pengetahuan dan keterampil~n yang diperoleh oleh manusia itu. Pengetahuan serta teknologi (IPTEK) terns tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan itu sekaligus juga mengembangkan keterampilan manajemen umat manusia.
Peran manajer (pimpinan) dalam menentukan pilihan kebijaksanaan perusahaan adalah sangat penting. Selain itu, manajer harus dianggap sebagai reformis dalam memperbarui persyaratan-persyaratan kerja, kondisi kerja, hari standar kerja, tanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan dan lain-lain. dari perbaikan/pembaharuan dalam manajemen, aspek-aspek manajemen ilmiah mempunyai tujuan agar tingkat produktivitas perusahaan, efisien dan efektivitas perusahaan dapat di tingkatkan. Selain itu dalam manajemen ilmiah juga memperhatikan prinsip.
B.     PENDEKATAN HUBUNGAN MANUSIAWI
Perkembangan berikutnya dalam manajemen dimulai sejak 1930 dan menjadi populer pada tahun 1950-an, yaitu manajemen yang banyak memberikan perhatian terhadap hubungan kemanusiaan kepada para karyawan. Pandangan ini muncul sebagai akibat dari kelemahan-kelemahan pada manajemen yang berorientasi tugas (klasik) yang kemudian menimbulkan banyak kritik terhadapnya. Dengan gaya ortodoks dan otokratis itu, maka pekerjaan menjadi monoton dan membosankan sehingga menimbulkan stres serta produktivitas menjadi mandeg atau bahkan menurun.
C.     PENDEKATAN SISTEM MANAJEMEN
Manajemen dapat dipandang sebagai suatu sistem terbuka yang berinteraksi dengan lingkungannya dalam proses mengubah input atau masukan sumber daya menjadi output atau keluaran produk (barang dan jasa). Lingkungan input merupakan aspek yang terpenting dalam suatu sistem terbuka. Lingkungan tersebut merupakan tempat asal sumber daya sekaligus umpan balik dari pelanggan, yang berdampak terhadap output organisasi. Umpan balik dalam lingkungan memberikan masukan bagi organisasi tentang seberapa baik organisasi memenuhi kebutuhan masyarakat secara luas. Tanpa adanya keinginan konsumen untuk menggunanakan produk-produk organisasi, sangat sulit bagi organisasi untuk beroperasi atau bertahan di bidang usahanya dalam jangka panjang.


Bab 2. Kerangka Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia
A.    Sejarah Lahirnya MSDM
Manajemen sumber daya manusia bukanlah merupakan hal yang timbul secara mendadak. Sudah sejak lama manusia hidup berorganisasi, seiring dengan itu manajemen sumberdaya manusia sebenarnya juga dilakukan. Kehidupan organisasi yang telah lama ada, seperti misalnya di bidang pemerintahan, ekonomi dan kemasyarakatan dibutuhkan satuan kerja yang secara khusus akan mengelola sumber daya manusia. Tonggak sejarah yang teramat penting dalam menandai diperlukannya sumber daya manusia adalah timbulnya Revolusi Industri di Inggris. Dampak Revolusi Industri tidak hanya merubah cara produksi, tetapi juga penanganan sumberdaya manusia yang berbeda dengan sebelumnya, lahirnya berbagai perusahaan dengan penggunaan teknologi memungkinkan diproduksinya 24 Pengantar Manajemen PRIYONO barang secara besar-besarnya dengan memanfaatkan tenaga manusia yang tidak sedikit.
B.     Pengertian Manaiemen Sumher Daya Manusia (MSDM)
 Organisasi merniliki berbagai macam sumber daya sebagai ‘input’ untuk diubah menjadi ‘output’ berupa produk barang atau jasa. Sumber daya tersebut meliputi modal atau uang, teknologi untuk menunjang proses produksi, metode atau strategi yang digurunakan untuk beroperasi, manusia dan sebagainya. Di antara berbagai macam sumber daya tersebut, manusia atau sumber daya manusia (SDM) merupakan elemen yang paling penting.


Bab 3. Organisasi
A.    Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub-sistem atau bagian-bagian yang saling berkaitan satu sama lainnya dalam melakukan aktivitasnya. Aktivitas ini bukanlah merupakan suatu kegiatan yang temporer atau sesaat saja, akan tetapi merupakan kegiatan yang memiliki pola atau urut-urutan yang dilakukan secara relatif teratur dan berulang-ulang.
Anthony (995:1) menjelaskan bahwa organisasi merupakan suatu kelompok manusia yang berinteraksi melakukan berbagai kegiatan secara koordinasi untuk mencapai tujuan, dimana pada dasarnya bahwa individu tidak dapat mencapai tujuan secara sendiri-sendiri. Artinya tujuan organisasi dapat dicapai melalui tatanan/manajemen yang dilakukan terhadap sejumlah orang sebagai pelaksana pekerjaan-pekerjaan organisasi.
B.     BEBERAPA TEORI ORGANISASI
 Tiga pandangan yang mendasar bagi teori neoklasik yaitu:
2.1. Manusia berbeda, setiap orang adalah unik, masingmasing telah membawa pendirian sesuai situasi kerjanya, kepercayaan dan cita-cita kehidupan seperti pengetahuan tertentu, teknik sosial dan logika.
2.2. Penekanannya terhadap aspek-aspek sosial dan kelompok kerja, tanggapan manusia mengenai dirinya dan lingkungan di sekitarnya tergantung pada kelompoknya, sehingga organisasi informal menjadi perhatian mereka, menurut neoklasik kelompok kerja telah memberikan pengaruhnya pada motivasi dan produktivitas.
2.3. Manajemen yang partisipatif untuk mengambil keputusan agar selalu berbincang-bincang terlebih dahulu dengan bawahan, karena keputusan yang akan diambil dapat mempengaruhi mereka, maka bawahan diajak berfikir dalam pengambilan keputusan.
Bab. 4 Kepemimpinan
Dalam organisasi modern saat ini sedang mengalami sejumlah perubahan penting yang mengelilingi pencapaian kesuksesan. Penguasa yang tidak fleksibel, otoriter dimasa lalu telah digantikan oleh pemimpin yang Iebih partisipatif dan visoner (Lews, et aL, 2004). Para pemimpin dalam Iingkungan usaha saat ini tidak lagi takut akan perubahan; bahkan para pemimpin seharusnya menyukai dan lebih senang mempengaruhi perubahan.
Efektifitas pemimpin dalam rnenghadapi aktifitas organisasi sekarang ini sangat ditentukan oleh kualitas hubungan (relasi) antara pemimpin dan bawahan. Hubungan yang terjalin 46 Pengantar Manajemen PRIYONO antara pemimpin dengan bawahan hendaknya tidak hanya sebatas hubungan kerja formal dimana pemimpin bertindak sebagai atasan bagi bawahan mereka dalam organisasi, namun hubungan tersebut harus terjalin secara luas dimana pemimpin dapat berindak sebagai patner bagi bawahan mengatasi berbagai hambatan dan dapat memotivasi bawahan untuk berprestasi dalam pekerjannya.
Karena itu keberadaan seorang pemimpin merupakan hal yang sangat mutlak diperlukan dalam suatu organisasi, baik organsiasi pemerintah maupun swasta ataupun organisasi profit maupun non profit. Kesuksesan suatu perusahaan akan sangat ditentukan pada peranan pemimpin dalam mengelola sumber daya organisasi dan menjalankan segala aktivitas organisasi secara optimal.
Bab 5. Manajemen Strategik
A.    HIRARAKI MANAJEMEN STRATEGIK
Hierarki (jenjang) pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan biasanya terdiri dari tiga jenjang. Pada puncak hierarki terletak tingkat korporasi (perusahaan) yaitu suatu urusan yang merupakan sebuah kumpulan bisnis yang secara relatif independen, yang kadang-kadang disebut sebagai Unit Bisnis Strategis atau Strategic Business Unit (SBU). Strategi korporasi pada dasarnya berkaitan dengan logika atau rasionalitas yang terdapat pada korporasi. Yang termasuk dalam tingkat korporasi ini adalah dewan direksi (board of directors) dan eksekutif kepala (chief executive) serta pejabat administrasi (administrative officer).
B.     PROSES MANAJEMEN STRATEGIK
Proses manajemen strategik biasanya terdiri dari lima tahap yaitu 1) analisis lingkungan; 2) penetapan misi dan tujuan; 3) perumusan strategik; 4) pilihan dan penerapan strategi; dan 5) evaluasi atau pengendalian strategi. Masing-masing bagian dalam proses manajemen strategik memiliki ketergantungan satu sama lainnya.
PENERAPAN (IMPLEMENTASI) STRATEGI
 Implementasi strategi adalah sebuah tindakan pengelolaaan bermacam-macam sumber daya organisasi dan manajemen yang mengarahkan dan mengendalikan pemanfaatan sumber-sumber daya perusahaan (keuangan, manusia, peralatan, dan lain-lain) melalui strategi yang dipilih. Implementasi strategi diperlukan untuk memperinci secara lebih tepat dan jelas bagaimana sesungguhnya pilihan strategi yang telah diambil direalisasikan. Implementasi strategi yang berhasil sangat tergantung pada keahlian dan kemampuan serta keterampilan manajer.
Bab. 6 Motivasi
A.    Pengertian Motivasi
Motivasi sering, diartikan dengan istilah doronoan, yang berarti tenaga yang menggerakkan jiwa dan jasmani untuk berbuat, sehingga motif merupakan “driving force” seseorang, untuk bertingkah laku dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Setiap orang mempunyai motif diri yang tentu bisa berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya.
B.     Jenis Dan Bentuk Motivasi
 Motivasi yang diberikan pada individu dapat terbagi menjadi 2 jenis motivasi yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. Motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar mereka dapat melakukan sesuatu pekerjaan seperti yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan “hadiah”. Dari pengertian tersebut, maka jikalau seorang pemimpin mencoba merangsang dan mempengaruhi bawahannya untuk melakukan suatu tugas pekerjaan dengan baik, kiranya diperlukan perangsang berupa 86 Pengantar Manajemen PRIYONO penghargaan atau incentive dan bentuk lain baik bersifat material maupun inmaterial.

TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...