Sabtu, 08 Juli 2017

CRITICAL BOOK REPORT Manajemen Koperasi (Teori dan Praktek)



Ringkasan buku
Identitas buku
1.      Judul Buku                  : Manajemen Koperasi (Teori dan Praktek)
2.      Penerbit                       : Graha Ilmu
3.      Penulis                         : Drs. Sonny Sumarsono
4.      Tahun Terbit                 : 2003
5.    Tebal Halaman             : 213 Halaman
6.    No ISBN                     : 979-3289-36-8
BAB I : PENDAHULUAN
A.       Pengertian koperasi
            koperasi adalah perkumpulan yang beranggotakan orang – orang  atau badan – badan hukum koperasi yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota, dengan berkerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan.
B.       Tujuan koperasi
            Tujuan utama pendirian suatu koperasi adaah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya. Adapun tujuan lain koperasi adalah memajukan kesejahteraan  anggota pada khususnya dan juga masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan pancasila dan undang – undang dasar 1945.
C.       Fungsi koperasi
            Fungsi koperasi adalah memberikan jasa pada anggota dan anggota mengeluarkan biaya untuk menggantinya. Dengan demikian koperasi pada dasarnya tidak mendapat apa – apa,akan tetapi anggota yang menerima manfaat tersebut.
            Fungsi da  peran koperasi berdasarkan pasal 4 Undang – Undang  Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian sebagai berikut :
1.      Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meninkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.
2.      Berperan serta secara aktif  dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3.      Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nassional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
4.      Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
D.       Peran koperasi dalam masyarakat ekonomi
            Peranan koperasi dalam masyarakat ekonomi, diantaranya adalah meningkatkan pendapatan, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan taraf hidup masyrakat dan memeratakan pendapatan
E.        Peran koperasi dalam bidang  ekonomi dan sosial
               Peran koperasi dalam bidang ekonomi secara khusus adalah sebagai berikut :
1.      Menumbuhkan motif berusaha yang lebih berprikemanusiaan
2.      Mengembangkan metode pembagian sisal hasi usaha yang lebih adil
3.      Memerangi monopoli dan benyuk – bentuk konsentrasi modal lainnya
4.      Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah
5.      Meningkatkan penghasilan anggota – anggotanya
6.      Menyederhanakan dan mengefisiensiasikan sistem tata niaga
7.      Emnumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan perusahaan
8.      Menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran aatau antara kebutuhan dan pemenuhan kebutuhan
9.      Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya secara efektif, menumbuhkan kebiasaan yang baik dalam pola konsumsi.
Peran koperasi dalam bidang sosial dalam garis besarnya adalah :
1.    Mendidik anggota – anggotanya untuk memilki semangat bekerja sama, baik dalam menyelesaikan masalah – masalah mereka
2.    Mendidik anggotanya untuk memilki semangat berkorban, sesuai dengan kemapuannya masing – masing
3.    Mendorong terwujudnya suatu tatanan sosial yang manusiawi
4.    Mendorong terwujudnya suatu tatanan sosial yang bersifat demokratis
5.    Mendorong terwujudnya suatu kehidupan masyarakat yang tentram dan damai


BAB II : PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI
A.      Rapat Anggota   
          Rapat anggota merupakan pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Menurut pasal 23 Undang – Undang Nomor 23 Tahun 1992, rapat anggota menetapkan :
1.      Anggaran dasar
2.      Kebijaksanaan umum
3.      Pemilihan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawasan
4.      Rencana kerja, rencana anggran pendapatan dan belanja koperasi, serta pengesahan laporan keuangan
5.      Pengesahan pertanggung jawabban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
6.      Pembagian sisa hasil usaha
7.      Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi
B.       Pengurus   
          Pengurus dalam koperasi mempunyai kedudukan yang sangat menentukan nagi keberhasilan koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial. Pengurus bertanggung jawab mengenai segala kegiatan pengelolaan koperasi dan usahanya kepada rapat anggota.
          Menurut pasal 30 Undang – Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, tugas dan wewenang pengurus adalah sebagai berikut :
1.      Mengelolah koperasi dan usahanya
2.      Mengajukan rancangan rencana kerja serta rancangan anggaran pendapatan dan belanja koperasi
3.      Menyelenggarakan rapat anggota
4.      Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
5.      Memelihara daftar buku anggota dan pengurus
C.       Pengawas
          Pengawasan yang bertujuan untuk mencegah kesalahan yang mungkin adalah lebih bijkasana dari pada memberi hukuman dan peringatan. Jadi tugas pengawas pasal 39 UU No.25 Tahun 1992 ayat 1 :
1.      Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelolaan koperasi
2.      Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya.

D.      Manajer
          Manjer dapat diklasifikasikan menurut tingkatan dalam organisasi atau menurut ruang lingkup kegiatan yang di kelola manajer dan yang menjadi tangungjwabnya. Dalam hal yang disebut pertama, maka terdapatlah 3 tungkatan manajer yaitu :
1.      Manajer puncak
2.      Manajer menengah
3.      Manajer lini pertama 
BAB III : MANAJEMEN KOPERASI
A.    Pentingnya manajemen dalam koperasi
            Manjemen merupakan salah satu bagian penting dari organisasi koperasi. Berhasil  tidaknya suatu koperasi sangat tergantung pada mutu dan kerja dalam bidang manajemen. Manajemen memang bukanlah satu – satunya unsur yang menentukan gagal tidaknya suatu usaha, tetapi bagaimana pun orang – orang yang duduk dalam manajemen ini mempunyai peranan penting.
            Dalam manajemen koperasi kekekuasaan tertinggi adalah di tangan rapat anggota, sebab koperasi adalah organisasi dari,oleh dan untuk anggota. Karena rapat anggota yang pada hakekatnya merupakan suatu kegiatan organisasi dengan sendirinya tidak dapat mengelolah kegiatan – kegiatan koperasi. Baik pengurus maupun pengawas dipilh oleh anggota – anggota dan bertindak untuk dan atas nama angggota.
B.     Fungsi manajemen koperasi
            Fungsi manajemen merupakan hal yang tidak dapat di tinggalkan dalam memimpin koperasi. Hal ini mengingat pada koperasi ada dua tugas pokok yang berbeda dengan badan usaha lain, yaitu : (1) memelihara atau mempertinggi moral atau jiwa koperasi pada anggota. (2) mencapai keberhasilan usaha.
            Secara umum fungsi manajemen koperasi di bedakan dalam lima fungsi sebagai berikut :
1.      Perencanaan
2.      Pengorganisasian
3.      Fungsi pengarahan
4.      Kepemimpinan
5.      Pengendalian

C.     Aspek – aspek manajemen koperasi
            Aspek – aspek manajemen koperasi meliputi oleh beberapa hal diantaranya :
1.      Manajemen operasi
Manajemen operasi adalah salahnsatu aspek dari manajemen koperasi yang memusatkan perhatiannya terhadap pengelolaan variabel – variabel kunci yang menentukan tercapainya efesiensi dan efektivitas kegiatan utama koperasi secara optimal.
2.      Manajemen keuangan
Pusat perhatian manajemen keuangan adalah terhadap pengelolaan sebagai aspek keuangan suatu usaha. Sebagai salah satu sumber daya strategis untuk menjalankan usaha, maka masalah pengelolaan keuangan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup koperasi.
3.      Manajemen pemasaran
Pemasaran adlah suatu proses yang dilakukan oleh suatu usaha untuk menimbulkan permintaan terhadap barang atau jasa yang dihasilkannya. Sebagai suatu proses maka kegiatan pemasaran dapat dibagi atas beberapa tahap kegiatan sebagai berikut :
1.    Analisa pasar
2.    Identifikasi kebutuhan konsumen
3.    Menyusun rencana pemenuhan kebutuhan konsumen
4.    Menguji rencana pemasaran dengan menmpatkan produk kepasar
5.    Evaluasi hasil – hasil pengujian rencana pemasaran
BAB IV : STRATEGIK,KEBIJAKSANAAN DAN TAKTIK USAHA KOPERASI
A.    Perencanaan
            Dalam pererncanaan proses usaha ini perlu di tentukan tujuan proses sedemikian rupa sehingga sersi dengan tujuan koperasi pada umumnya. Apabilah tidak demikian haalnya masing – masing bagian nanti akan mencapai tujuannya sendiri – sendiri.
            Setelah ditentukan tujuan maka prlulah digariskan strategi kebijaksanaan dan tatktik pencapai tujuan itu. Baik penentuan tujuan maupun strategi dijalankan dengan bantuan metode teknik ilmiah tertentu misalnya proses pengambilan keputusan secara rasional yang telah dikemukakan di muka.

B.     Pengorganisasian
            Dalam rangka pengorganisasian proses usaha ini perlu digariskan secara jelas :
b.      Fungsi dan pembagian fungsi ke dalam :
1.      Fungsi vertikal
2.      Fungsi horizontal
c.       Hubungan fungsi, yaitu tentang :
1.      Tanggung jawab jabatan
2.      Kekuasaan jabatan
3.      Pelaporan
d.      Struktur organisasi yang dipilih :
1.      Garis
2.      Garis dan staf
3.      Fungsional
C.     Pengarahan
            Pengarahan meliputi usaha – usaha memberikan perintah – perintah yang dikomunikasikan sedemikian rupa agar yang diminta untuk melaksanakan tindakan itu setelah dimotivasi tidak merasa dirinya diperintah bahkan dengan sukarela menjalankan kegiatan – kegiatan yang  kreatif inovatif.
D.    Koordinasi
            Koordinasi merupakan usaha meniadakan kompleks hubungan antar bagian atau individu di dalam suatu organisasi. Pada hakikatnya organisasi didasari oleh komunikasi timbal balik dan ingin diperoleh kepemimpinan ( leadership ) yang stabil sehingga timbul keamanan sserta ketenangan bekerja mencapai tujuan – tujuan.
BAB V : KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PEMBANGUNAN KOPERASI
A.    Strategi dan program – program koperasi
            Strategi kebijaksanaan pembinaan kelembagaan koperasi dan pengembangan usaha koperasi dan program – program yang antara lain :
1.      Pendidikan dan pelatihan perkoperasian bagi para pengurus, manajer, karyawan dan paetugas konsultasi koperasi lapangan
2.      Meningkatkan kemampuan organisasi dan manajemen koperasi
3.      Meningkatkan kemampuan penerapan sistem akuntansi koperasi
4.      Meningktakan kemampuan pengawasan internal koperasi primer
5.      Penyediaan informasi usaha
B.     Kemampuan koperasi memecahkan permasalahan  
            Persoalan – persoalan yang dihadapi koperasi kiranya menjadi relatif akut, kronis,lebih berat oleh karena beberapa sebab :
1.      Adalah kenyataan bahwa para pengurus atau anggota koperasi sudah terbiasa dengan sistem penjatahan sehngga mereak dulu tinggal berproduksi, bahan mentah tersedia, pemasaran sudah ada saluranya, juga karena sifat pasr “ sales market “ behubung pemerintah melaksanakan politik isolasi
2.      Para anggota dan pengurus mungkin kurang pengetahuan/ skill dalam manajemen
3.      Oleh karena pemikiran yang sempit timbul usaha “ manipulasi “ tertentu
4.      Sebenarnya yang terpenting adalah kesetiaan ( loyalitas )anggota, tetapi karena anggota berusaha individual ( tak percaya lagi pada koperasi ) tidak ada waktu untuk berkomunikasi, tidak ada pemberian dan penerimaan informasi, tidaak ada tujuan yang harmonis antara anggota dengan koperasi dan seterusnya, sehingga soal yang di hadapi koperasi sebagai sesuatu sistem pada hakikatnya.Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan koperasi menanggulangi soal – soal yang pelik kurang sekali. Apabilah kemampuan ini tidak ditinggalkan niscaya masa depan koperasi akan suram.

C.     Kebijakan pembangunan koperasi
            Adapun kebijakan pemerintah dalam pembanguan koperasi adalah sebagai berikut :
1.      Pembangunan sebagai wadah kegiatan ekonomi rakyat diarahkan agar mangkin memilki kemampuan menjadi badan usaha yang efisien dan menjadi gerakan ekonomi rakyat yang tangguh dan berakar dalam masyarakat
2.      Pelaksanaan fungsi dan peranan koperasi ditingkatkan melalui upaya peningkatan semangat kebersamaan dan manajemen yang lebih profesional
3.      Peningkatan koperasi didukung melalui diberikan kesempatan berusaha yang seluas – seluasnya disegala sekor kegiatan ekonomi baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan penciptaa iklim usaha yang mendukung dengan kemudahan memperoleh permodalan.
4.      Kerjasama antar koperasi dan antar koperasi dengan usaha negara dan usaha swasta sebagai mitra usaha dikembangkan secara lebih nyata untuk mewujudkan kehidupan perekonomian berdasarkan demokrasi ekonomi yang dijiwai semangat dan asas kekeluragaan, kebersamaan, kemitraan usaha dan kesetiakawanan serta saling mendukukung dan saling menguntungkan.

























CRITICAL BOOK REPORT Ekonomi Koperasi



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide – ide abstrak yan nerupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Di indonesia sendiri telah dibuat  UU no.25 tahun 1992 tentang  perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing – masing anggota.
Ekonomi koperasi adalah suatu organisasi bersama yang berasaskan kekeluaragaan yang bertujuan untuk mencari profit atau keuntungan baik untuk anggota itu sendiri dan juga untuk masyarakat umum yang ada disekitarnya. Ekonomi koperasi merupakan suatu organisasi bisnis yang dioperasikan secara bersama berdasarkan oleh prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan pada kekeluragaan, bertujuan untuk mencaapai kepentingan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan bersama baik untuk diri sendiri maupun  seluruh anggota koperasi itu sendiri dan juga seluruh nasyarakat sekitar yang membutuhkannya.
1.2  TUJUAN
Adapum tujuan dari critical book report adalah
1.      Agar kita bisa belajar dan memahami serta menganalisis baik dan buruknya isi buku tersebut.
2.      Agar kita bisa belajar berfikir secara kritis untuk mengemukakan pendapat kita mengenai isi buku tersebut.
3.      Agar kita bisa memilih dan mengetahui mana buku yang menurut kita mudah dimengerti gaya bahasanya.
4.      Agar kita dapat mengambil manfaat yaitu positif dari buku tersebut.
1.3  MANFAAT
      Adapun manfaat diadakan critical book report ini adalah
1.      Menambah wawasan kita dalam memahami koperasi
2.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah  



BAB II
ISI BUKU
Ringkasa buku ke 1
IDENTITAS BUKU
1.      Judul Buku         :  Ekonomi Koperasi
2.      Penerbit              :  Graha Ilmu
3.      Penulis                :  Prof. Dr. Jochen Ropke
4.      Tahun Terbit      :  2012
5.      Tebal Halaman   : 182 halaman
6.      No ISBN            : 978-979-756-808-5
BAB 1  :  PENTINGNYA KONSEP – KONSEP TEORITIS DALAM ANALISIS       KOPERASI.
A.    Pendekatan lembaga komparatif
Seperti yang dikatakan oleh fisul jerman, emanuel kant, bahwa “ tidak ada sesuatu yang praktis selain sebuah teor yang baik”. Tanpa teori dan pemahaman empiris yang memadai atas kegiatan – kegiatan koperasi serta konsukuensinya maka pengukuran kebijakan dan strategi- srategi yang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi oada pencapain berbagai tujuan ( seperti meningkatkan pendapatan perkapita ) melalui koperasi, akan melahirkan peluang yang baik untuk menjadi Ad hoc hypotesis yang tidak efisien, kontradiktif, dan bahkan merugikan.
Koperasi di negara – negara yang sedang berkembang, pada umumnya tidak memilki kesempatan untuk tumbuh secara bertahap serta meningkatkan efisien ekonominya agar sejajar dengan para pesaing swasta utama atau lembaga ekonomi pemerintah lainnya. Koperasi – koperasi tersebut sejak awal keberadaanya pun sudah dihadapakan pada pesaing internasional
B.     Penjelasan tentang ilmu koperasi
             biasanya ilmu ekonomi dianggap sebagai suatu cabang dan ilmu positif. Karena itu keberhasilannya harus diukur dari kegunaan ilmu ekonomi tersebut pada bidang – bidang terapan, seperti ekonomi koperasi. Kegunaan ini dapat dibagi kedalam tiga komponen :
1.      Apakah teori hipotesisnya mampu menjalankan atau memprediksi peristiwa – peristiwa nyata?
2.       Apakah teori hipotesisnya mampu meramalkan atau memprediksi peristiwa – peristiwa yang akan datang ?
3.      Apakah teori hipotesisnya mampu memepengaruhi ( menciptakan,merancang ) peristiwa – peristiwa nyata melalui pengukuran – pengukuran kebijakan yang menjadi pedoman ?
BAB II : BADAN USAHA YANG BERBENTUK KOPERASI
A.    Masalah dalam membuat definisi “ apakah koperasi itu “ ?
Menurut para ahli koperasi adalah identitas pribadi antara pemilik dan pelanggan atau karyawan, tergantung pada jenis koperasinhya yang membedakan koperasi dari   organisasi usaha lainnya.
Tetapi inti dari koperasi adalah badan usaha koperasi dimiliki oleh anggota, yang merupakan pemakai jasa. Fakta ini membedakan koperasi dari badan usaha bentuk lain yang pemiliknya pada dasarnya adalah para penanam modalnya.
 Dari definisi itu parah ahli menyimpulkan bahwa koperasi adalah fakta bhwa orang – orang membentuk koperasi ialah untuk memenuhi kebutuhan akan pelayan, yang sebagaian besar dinyatakan dalam tujuan – tujuannya, bagaimaina koperasi itu diawasi, dibiayai dan dioperasikan serta bagaimana sisa hasil usaha didistribusikan. Tingkat keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuan – tujuannya, menjelaskan alasan keunggulan koperasi bagi anggota pengguna jasa untuk menjadi pelanggannya, dari pada menjadi pemilik perusahaan yang berorientasi pada penanaman modal.
B.  Persaingan dan kerja sama
     Jika tindakan – tindakan individu di koordinasi untuk mencapai tujuan – tujuan yang khusus, itu dapat kita sebut kerjasama. Kerja sama ekonomi dapat direncanakan atau tidak direncanakan.
     Dalam kerjasama yang direncanakan, dilain pihak, rencana individu atau koordinasi dari beberapa kegiatan mereka, berusaha untuk mencapai tujuan umumnya.jika individu – individu itu bekerja sama, hal ini tidak berarti bahwa di antara mereka tidak akan terjadi lagi hubungan persaingan. Persaingan hanya ditiadakan di bidang – bidang kegiatan tertentu saja, jadi tidak dari seluruh bidang.
C.     Mengapah koperasi ? suatu pendekatan kelembagaan komparatif menjadi anggota
       Jawaban yang paling umum atas pertanyaan mengapa dan kapan seseoran akan masuk menjadi anggota koperasi individu itu akan menjadi angota koperasi atau akan mempertahankan keanggotaannya ( tetap menjalin usaha dengan koperasinya ), jika mereka mengharapkan bahwa kegunaan yang dapat mereka peroleh dari koperasi lebih besar dari pada manfaat tidak akan menjad anggota koperasi, misalnya dengan melakukan usaha dalam organisasi non koperasi atau pesaing koperasi.
BAB III : PARTISIPASI DALAM KOPERASI
A.    Mengapah berpatisipasi
            Tanpa parisipasi anggota, kemungkinan atas rendah atau menurunnya efisiensi dan efektivitas anggota dalam rangka memcapai kinerja koperasi, akan lebih besar.
            Untuk alasan inilah partisipasi masuk dalam uji koperasi komparatif, yaitu suatu koperasi munhkin saja sukses dalam persaingan, namun memberikan kinerja pelayanan yang minim bagi anggotanya. Paartisipasi dibutuhkan untuk mengurangi kinerja yang buruk, mencegah penyimpangan dan membuat pemimpin koperasi bertanggungjawab. Partipasi angota sering dianggap baik sebagai alat pengembangan maupun sebagai tujuan akhir itu sendiri.
B.     Masalah – masalah partisipasi
            Ada dua masalah parisipasi yaitu konflik kepentingan dan biaya apartisipasi
Dalam konflik partisipasi fungsi koperasi tidak seperti yang dinilai atau yang dimengerti oleh anggota dan tujuan koperasi, menurut sudut pandang anggota terlalu sempit. Dalam mengatasi maslah ini ada beberapa cara yaitu para anggota memutuskan jumlah koperasi dan para anggota memutuskan tujuan dari koperadinya sendiri, apakah koperasi akan menjadi organisasi yang murni atau akan diperluas dengan tujuan sosial politik.
            Dalam biaya partisipasi ada tiga faktor yang menentukan biaya partisipasi yaitu ukuran koperasi, strutuktur keanggotaan dan jumlah fungsi atau kegiatan.



C.     Model “ kesesuaian “ partisipasi
            Parisiapasi dalam organisasi ditandai oleh hubungan identitas yang dapat diwujudkan jika pelayanan yang diberikan oleh koperasi “ sesuai “ dengan kepentingan dan kebutuhan anggotanya.
            Karena kebutuhan, anggota maupun lingkungan usaha koperasi selalu berubah maka pelayanan yang diberikan oleh koperasi pun harus terus menerus disesuaikan. Untuk mewujudkan penyesuaian yang berkelanjutan dari pelayanan koperasi pada kebutuhan anggota, koperai harus mampu memilki kemampuan dan mau memiliki motivasi untuk memengaruhu dan mengendalikan manajemen. Jika partisipasi dilakukan kebijikan koperasi tidak akan berdasar pada perkiraan mengenai apa yang diinginkan oleh anggota, akan tetapi berdasrakan padaa kepentingan dan kebutuhan anggota itu sendiri, seperti yang dinyatakan melalui upaya – upaya partsipasinya.
BAB IV  : ANALISIS TEORI HARGA PADA KOPERASI
A.    Masalah koperasi dalam rantai pemasaran
            Ekonomi pasr terdiri dari produsen, konsumen, dam pemjual atau pedagang. Dalam menjual produknya kepada konsumen produsen dapat secara langsung memasarkanya kepada konsumen, atau melaui penjual sebagai perantara.sebagaiman yang telah diungkapkan sebelumnya, koperasi dapat didirikan pada tingkat manapun dalam rantai pemasaran. Konsumen dapaat bekerja sama untuk membentuk koperasi konsumen.
            Oleh karena itu sangatlah mungkin bahwa koperasi pada berbagi tingkat dalam rantai pemasaran, dapat bersiang satu sama lain.
B.     Koperasi dalam persaingan sempurna
            Persaingan sempurna adalah struktur pasar yang paling banyak digunakan oleh ahli ekonomi. Model persaingannya merupakan dasaar analisis dan riset terapan yang luas.pembeli menganggap produk suatu perusahaan sama dengan produk perusahaan lainnya. Dalam benak pembeli, produk setiap perusahaan dipandang sebagai subsitusi yang sempurna bagi produk perusahaan manapun dipasar.
C.     Kinerja koperasi dalam persaingan sempurna
            persaingan tidak sempurna memiliki karateristik yang serupa dengan struktur pasar pesaingan sempurna ( terdapat banyak pembeli dan penjual ) dengan perkecualian bahwa setiap pemasok juga merupakan “ monopolis kecil “. Model persaingan tidak sempurna imi telah diperkenalkan secara serempak.
D.    Koperasi dalam pasar oligopoli
            Persaingan di antara beberaapa anggota penjual (oligopoli) berbeda dari persaingan diantara banyak anggota ( persaingan sempurna dan persaingan tidak sempurna ) karena terlalu sedikitnya anggota akan menghasilkan salin ketergantungan dalam pengambilan keputusan.
            Heflebower mengatakan bahwa “ koperasi yang berintegrasi vertikal banyak muncul di pasar lokal atau pasar yang lebih besar, dimana tidak banyak terdapat perusahaan – perusahaan yang sudah mapan. Maksud dari Heflebower ini adalah bahwa secara empiris,banyak koperasi didirikan atau muncul dalam struktur pasar oligopoli yang dikuasai oleh beberapa penjual saja.
BAB V  : BIAYA TRANSAKSI DAN KINERJA KOMPARATIF KOPERASI
A.    Definisi biaya transaksi
            Pendekatan biaya transaksi dipelopori oleh ronald cose dalam tulisannya yang terkenal yaitu “ the nature of the film “ mengemukakan bahwa pilihan antara koordinasikan, produksi melalui pasar atau hierarki di dala perusahaan tergantung pada biaya komparatif relatif dari kedua alternatif tersebut.
            Suatu perusahaan akan memperluas atau menginternalisasikan tansaksi pasar kedalam batas – batas perusahaanya jika biaya organisasi untuk menambah fungsi lain dalam perusahaan, sama dengan biaya transaksi untuk mengkoordinasikan kegiatan yang sama melalui pasar ( sistem pasar).
B.     Integrasi vertikal koerasi dan biaya transaksi
            Jika suatu koperasi berhubungan dengan struktur organasasional yangg beroperassi dalam tahap yang beruntun dalam memproduksi dan mnedistribusikan suatu produk atau jasa, misalnya mengacu pada unit usaha yang melakukan integrasi verikal maka faktor – faktor yang menjelaskan kelahiran dan berlanjutnya integrasi vertikal, harus ditetapkan dengan logika yang sama, termasuk pada koperasi.
BAB VI  : TEORI KETIDAKPASTIAN KOPERASI
A.    Pengertian atau makna ketidakpastian
            Ketidakpastian dihubungkan dengan suatu keadaan di mana probabilitas dapat diukur secara subjektif. Dimana probabilitas numerik dapat diukir secara objektif. Ketidakpastian berkaitan dengan keadaan di mana probabilitas suatu kejadian juga dapat diukur secara numerik namun hanya secara subjektif sehingga probabilitas menjadi maslah kepercyaan.
            Ketidakpastian timbul karena ada kesenjangan antara kesulitan mengenai suatu keadaan dengan kemampuan atau kepandaian pribadi seorang pelaku ekonomi. Oleh karena itu ada banyak tingkat motivasi dan insesif yang berbeda dari tiap individu untuk bergabung atau memasuki suatu organisasi dimana ketidakpastian diharapkan dapat dikurangi.
B.     Ketidakpastian dan evolusi hierarki
            Bila kesulitan atau ketidakpastian informasi dapat dikurangi menjadi resiko/ketidakpastian probabilitas, informasi menjadi suatu komoditi seperti yang lainnya.
            Karena perantara mengetahui distribusi probabilitas dia kan bisa melindungi dirinya terhadap resiko atau membuat kontrak dengan pihak lain. Memberi dan menerima dapat dispesifikasikan dan kontrak untuk exante. Institusi hierarki tidak perlu mengurangi ketidakpastian, karena pasar dapat menguasai masalahnya dengan baik.












TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...