Kamis, 14 September 2017

Pengertian Kepemimpinan



BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar belakang
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun dalam kelompok kecil.                                                                       Hidup dalam berkelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati & menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan & menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.                                                                   Untuk mewujudkan nya dibutuhkan sosok seorang panutan yang dapat di andalkan.Sosok itu dapat disebut dengan pemimpin.Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik.                                                                                             Namun bagaimana sebenarnya sosok pemimpin yang baik dan bertanggungjawab serta apa hubungannya pemimpin dengan kepemimpinan serta kekuasaan.
B.       Rumusan masalah
1.      Apa itu kepemimpinan ?
2.      Bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik ?
3.      Apa saja teori yang diperlukan oleh seorang pemimpin ?
4.      Apa saja fungsi-fungsi manajemen ?                                                        

C.      Tujuan penulisan
1.      Mengetahui bagaimana konsep tentang kepemimpinan
2.      Mengetahui teori tentang kepemimpinan,
3.      Mengetahu fungsi-fungsi manajemen

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian  Kepemimpinan
Dalam bahasa Indonesia "pemimpin" sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah pemimpin adalah orang yang mempunyai wewenang dalam pengambilan keputusan suatu organisasi. Menurut Hikmat (2009: 249), kepemimpinan adalah proses pelaksanaan tugas dan kewajiban individu. Kepemimpinan merupakan sifat dari pemimpin dalam memikul tanggung jawabnya secara moral dan legal formal atas seluruh pelaksanaan wewenangnya yang telah didelegasikan kepada orang-orang yang dipimpinnya. Dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah  proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi.

B.Konsep Kepemimpinan

1.Kepemimpinan sebagai fokus proses-proses kelompok
Keunggulan seseorang atau beberapa individu dalam mengontrol proses dari gejala-gejala sosial. Melihat kepemimpinan sebagai sentralisasi usaha dalam diri seseorang sebagai cerminan kekuasaan dari keseluruhan. Kecenderungan pemikiran dari definisi-definisi di atas sangat berpengaruh di dalam mengarahkan perhatian terhadap pentingnya stuktur kelompok.

2.Kepemimpinan sebagai suatu kepribadian dan akibatnya
            Teori kepribadian cenderung memandang kepemimpinan sebagai akibat pengaruh satu arah. Mengingat bahwa pimpinan mungkin memiliki kualitas-kualitas tertentu yang membedakan dirinya dengan para pengikutnya, maka biasanya ahli teori pribadi lupa menyinggung karakteristik timbal balik atau reciprocal dan interaksi dari atau dalam situasi kepemimpinan.

2
3.Kepemimpinan sebagai tindakan atau tingkah laku
 Tingkah laku kepemimpinan sebagai tingkah laku yang akan menghasilkan tindakan orang lain searah dengan keinginannya dan tingkah laku seorang individu dapat mengarahkan aktivitas kelompok.

4.Kepemimpinan sebagai bentuk persuasi
Kepemimpinan adalah pengelolaan manusia melalui persuasi dan inspirasi daripada melalui pemaksaaan langsung. Hal ini melibatkan penerapan pengetahuan mengenai faktor manusia dalam memecahkan masalah yang konkrit.

5.Kepemimpinan sebagai alat mencapai tujuan
 Proses menciptakan situasi sehingga para anggota kelompok, termasuk pemimpin dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimal dalam waktu dan kerja yang singkat.


C.Teori Kepemimpinan
1.Teori Sifat                                                                                                                                       Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat, perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil, sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat, perangai atau ciri-ciri di dalamnya.                                   Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif, tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno, namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat, ciri atau perangai pemimpin; justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan.

3

2) Teori Perilaku
Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. Dalam hal ini, pemimpin mempunyai deskripsi perilaku: Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah,mau berkonsultasi, mendukung, membela, mendengarkan, menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi. Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan, perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian, kemampuan dan perilaku bawahan. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan, pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan. Pada sisi lain, perilaku pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan, perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan

3) Teori Situasional
Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang.






4
D) Fungsi-Fungsi Manajemen

v  . Perencanaan
Pengertian Perencanaan adalah sebagai hasil pemikiran yang mengarah ke masa depan, yaitu menyangkut serangkaian tindakan yang berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap semua faktor yang terlibat dan yang diarahkan kepada sasaran khusus. Dengan kata lain, perencanaan ialah penentuan serangakaian tindakan berdasarkan pemilihan dari berbagai alternatif data yang ada, dalam hal ini dirumuskan dalam bentuk keputusan yang akan dikerjakan untuk masa yang akan datang dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan.

v  Pengorganisasian
Setelah perencanaan, langkah berikutnya adalah menciptakan organisasi untuk melaksanakan rencana yang telah dirumuskan. Organisasi pada hakikatnya mempunya tiga komponen, yaitu fungsi, personalia dan faktor-faktor sarana fisik. Proses organisasi berusaha mempersiapkan ketiga komponen tersebut sedemikian rupa agar dapat memperlancar pencapaian tujuan perusahaan. Dengan demikian, pengorganisasian didefinisikan sebagai suatu proses menciptakan hubungan antara personalia, fungsi-fungsi dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.

v  Pengarahan
Langkah selanjutnya yaitu pengarahan, fungsi pengarahan ini ialah gerak pelaksanaan dari kegiatan-kegiatan fungsi perencanaan dan pegorganisasian. Pengarahan dapat diartikan sebagai suatu aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan pikiran dan tenaganya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berarti ruang lingkup pengarahan pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dan efisien.

v  Pengawasan
Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilakukan dalam manajemen, karena dengan pengawasan dapat diketahui hasil yang telah tercapai. Dalam hal ini berarti bahwa dengan pengawasan akan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Pengertian Pengawasan adalah sebagai suatu kegiatan mendeterminasi apa-apa yang telah dilaksanakan sesuai dengan tujuan untuk segera mengetahui kemungkinan terjadinya penyimpangan dan hambatan, sekaligus mengadakan koreksi untuk memperlancar tercapainya tujuan. Fungsi ini dapat menjamin bahwa kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dapat memberikan hasil yang diinginkan.






5
BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
                        Kepemimpinan merupakan kemampuan yang dipunyai seseoarang untuk mempengarui orang orang lain agar pekerja mencapai tujuan dan sasaran. Kepemamimpinan juga bagian penting dari manajemen, tetapi tidak sama dengan manajemen. Manajemen mencakup kepemimpinan tetapi juga mencakup fungsi fungsi lain seperti perencanaan, pengorganisasian dan pengawasan.

B.     SARAN
Berdasarkan pada uraian tersebut di atas, maka penulis mengemukakan saran-saran sebagai berikut :
1.      Hendaknya para pemimpin dalam melaksanakan aktivitasnya kepemimpinannya dalam mempengaruhi para bawahannya berdasarkan pada kriteria-kriteria kepemimpinan yang baik.
2.      Dalam membuat suatu rencana atau hendaknya para pemimpin memahami keadaan atau kemampuan yang dimiliki oleh para bawahannya, dan dalam pembagian pemberian tugas sesuai dengan kemampuannya masing-masing.
3.      Pemimpin hendaknya memahami betul akan tugasnya sebagai seorang pemimpin.
4.      Dalam melaksanakan akvititasnya baik pemimpin ataupun yang dipimpin menjalin suatu hubungan kerjsama yang saling mendukung untuk tercapainya tujuan organisasi atau instansi.








6
DAFTAR PUSTAKA



















Pengertian Pertumbuhan Fisik Remaja



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
       Perkembangan adalah suatu perubahan yang progresif dan kontiniyu dan berkesinambungan dalam diri individu dari mulai lahir sampai mati baik menyangkut fisik, jasmaniyah maupun psikis/ rohaniah  (syamsu Yusuf.LN,2011). Yang membawa remaja pada perubahan perubahan seperti perubahan fisik
       Yang menjadi sebuah gejala-gajala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri kelamin kedua (sekunder).

1.2  Rumusan Masalah 
1.2.1        Apa itu pertumbuhan fisik ?
1.2.2        Apa sajakah ciri-ciri dari pertumbuhan fisik remaja ?
1.2.3        Apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan remaja ?

1.3  Tujuan Penulisan Makalah
1.3.1        Menjelaskan apa itu perkembangan fisik
1.3.2        Memaparkan apa saja  ciri-ciri dari pertumbuhan fisik
1.3.3        Memaparkan apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan remaja

1.4  Manfaat Penulisan Makalah
1.4.1        Mengetahui apa itu perkembangan fisik
1.4.2        Mengtehaui apa saja ciri-ciri dari perkembangan itu
1.4.3        Mengetahui apa sajakah faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan remaja






BAB II
PEMBAHASAN
2.2 Pengertian Pertumbuhan Fisik Remaja
      Pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya” (Mappiare, 1982:43).
Pertumbuhan fisik remaja merupakan pertumbuhan yang paling pesat. Remaja tidak hanya tumbuh dari segi ukuran (semakin tinggi atau semakin besar), tetapi juga mengalami kemajuan secara fungsional, terutama organ seksual atau “pubertas”. Hal ini ditandai dengan datangnya mensturasi pada perempuan dan pada perempuan dan mimpi basah pada laki-laki.
Pertumbuhan ini meliputi perubahan yang bersifat internal maupun eksternal yaitu :
·         Pertumbuhan internal
      Yaitu pertumbuhan yang  meliputi perubahan ukuran alat pencernaan, bertambahnya ukuran besar dan berat jantung dan paru-paru, bertambah sempurna sistim kelenjar kelamin, dan berbagai jaringan tubuh.
·         perubahan eksternal
Yaitu pertumbuhan yang meliputi bertambahnya tinggi badan, bertambahnya lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, dan munculnya atau tumbuhnya tanda-tanda kelamin sekunder. Remaja putri bertumbuh demikian cepat meninggalkan pertumbuhan remaja pria.

2.3 Ciri-Ciri Pertumbuhan Remaja
            A. Ciri Remaja Awal
·         Terjadi pertumbuhan fisik yang pesat
·         Dalam jangka 3-4 tahun anak bertumbuh hingga tingginya hampir menyamai tinggi orang tua
            B.  Ciri Remaja Akhir
·         Pertumbuhan remaja relatif berkurang
·         Keadaan tinggi badan mengalami pertumbuhan yang lambat


       C. Ciri Pertumbuhan Pada remaja laki laki
·         Tumbuhnya jakun
·         Dada tampak lebih bidang
·         Tumbuhnya rambut di daerah vital maupun ketiak
·         Suara menjadi lebih besar dan berat
·         Mengalami mimpibasah (noctural orgasm)
·         Mulai muncul jerawat
·         Hormon seks semakin matang
·         Bahu tambah melebar dan otot berisi
   D. Ciri Pertumbuhan Pada Anak Perempuan
·         Payudara mulai tumbuh membesar
·         Pinggul melebar dan membesar
·         Tumbuhnya rambut di area vital maupun ketiak
·         Datangnya haid (menstruasi) dan akan terjadi setiap bulan
·         Bentuk tubuh membulat 
·         Suara lebih nyaring

2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhu Pertumbuhan Fisik Remaja
              Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik individu, yaitu:
        2.2.1 Faktor Internal
          a) Sifat Jasmaniah yang diwariskan dari orang tuanya
     Anak cendrung dapat lebih tinggi atau panjang dari anak lainnya jika ayah ibunya atau kakeknya bertubuh tinggi dan panjang, begitupun sebaliknya
                      b) Kematangan
         Pertumbuhan fisik seolah-olah seperti sudah direncanakan oleh faktor   kematangan. Meskipun anak itu diberi makanan yang bergizi, tetapi kalau saat kematangan belum sampai, pertumbuhan itu tetap seperti tertangguhkan.




        2.2.2 Faktor Eksternal
   a) Kesehatan
Anak yang sering sakit-sakitan pertumbuhan fisiknya akan terhambat, sebaliknya anak yang sehat akan lebih bagus pertumbuhannya.
     b) Makanan
      Anak yang kurang gizi pertumbuhannya akan terhambat, sebaliknya yang cukup gizi pertumbuhannya akan lancar.
      c) Stimulasi lingkungan
Individu yang tubuhnya sering dilatih untuk meningkatkan percepatan pertumbuhannya akan berbeda dengan yang tidak pernah mendapat latihan.















BAB III
 PENUTUP
3.1 Kesimpulan
     Dari materi di atas dapat kita simpulkan bahwa, masa remaja adalah masa teransisi antara masa anak anak menjadi remaja yang mengakibatkan terjadinya perubahan perubahan maupun pertumbuhan yang bersipat kontiniyu, pada diri individu yang dimana  di dalam fase maupun  masa-masa ini mereka (rremaja) cenderung pada banyaknya  perubahan perubahan yang terjadi seperti perubahan fisik,emosi dan kepribadiannya
3.1 Saran
         Dengan membaca makalah ini penulis berharap agar pembaca mampu memahami serta mampu meng interpretasikan mengenai perubahan perubahan yang terjadi pada diri remaja, sehingga pembaca mampu atau dapat mengayomi serta mengarahkan para remaja pada kesadaran dan pendewasaan diri.












DAFTAR PUSTAKA
Heriyanto.2011.Pertumbuhan Fisik.(online)
Mulyo, Mikali.2015. Ciri-ciri Fisik Anak Laki-Laki dan Perempuan. (online)   
http://googlewebllight.com/2014/08/ciri-ciri-fisisk -anak-laki-laki-    dan.html?m%3D&ei=DmEEtJI3&Ic (diakses pada 11 september 2017)
prezi.2014.Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan.(online)

TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...