Jumat, 30 Juni 2017

REVIEW BUKU PSIKOLOGI PENDIDIKAN

A.    Identitas Buku
1.      Judul Buku                  :           Psikologi Pendidikan
2.      Penulis                         :           John W. Santrock
3.      Penerbit                       :           Kencana
4.      ISBN                           :           978-979-3925-82-0
5.      Jumlah Halaman          :           750 halaman
6.      Telepon                       :           (021) 478-64657, 475-4134
7.      Fax                              :           (021) 475-4134
8.      E-mail                          :           pmg@prenadamedia.com
9.      Website                       :           www.prenadamedia.com

B.     Pembahasan tiap Bab
Dalam kutipan pembuka di dalam bab pertama ini, Christa McAuliffe mengatakan bahwa ketika dia menyentuh masa depan, dia mengajar. Sebagai seorang guru, calon guru akan menyentuh masa depan karena anak-anak adalah masa depan dalam masyarakat mana pun. Dalam bab ini, buku ini akan mengkaji apa itu bidang psikologi pendidikan dan bagaimana bidang ini bisa membantu mahasiswa atau calon guru untuk memberi kontribusi yang baik bagi masa depan anak-anak.
Pada bab kedua ini kita akan mempelajari teori perkembagan kognitif sosiokultural dari Lev Vygotsky. Kelas Donene Polson mencerminkan penekanan Vygotsky pada arti penting dari kerja sama antarkomunitas pelajar (learner). Dengan mempelajari bentuk-bentuk perkembangan anak, kita akan dapat memahami anak-anak kita dengan lebih baik. Bab dua ini akan menjelaskan tentang perkembangan, serta memfokuskan diri pada perkembangan kognitif dan bahasa anak-anak.
Pada bab tiga ini kita akan mengkaji topik perkembangan moral, termasuk konsep pembelajaran pelayanan (service learning) dan memberi peserta didik kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang mempromosikan tanggung jawab sosial dan pelayanan kepada komunitas. Selain perkembangan moral, kita juga akan mengeksplorasi bagaimana cara orangtua mengasuh anak memengaruhi kehidupan anak dan bagaimana perkembangan anak juga dipengaruhi oleh teman sebaya, sahabat, dan guru. Dunia kecil si anak akan bertambah luas saat mereka menjadi murid dan menjalin hubungan dengan banyak orang baru. Dalam bab tentang perkembangan ini kita akan mempelajari dunia sosial dan mengkaji perkembangan sosioemosional anak.
Dalam pengantar untuk teori multiple intelligences Gardner pada bab empat ini, buku ini mendeskripsikan tiga intelegensi yang dikemukakannya: interpersonal, tubuh-kinestetik (bodily-kinesthetic), dan intrapersonal. Kemudian buku ini akan membahas teori Gardner secara lebih mendalam, dengan memasukkan lima tipe intelegensi lainnya yang diyakini gardner ada. Kita akan melihat bahwa ada debat sengit tentang apakah orang punya intelegensi umum atau sejumlah intelegensi spesifik. Tapi, intelegensi adalah salah satu dari beberapa topik dalam bab ini. Kita juga akan mengkaji gaya belajar dan berfikir, juga personalitas dan tempramen. Untuk masing-masing topik, tema pentingnya adalah variasi individual dan strategi terbaik bagi guru untuk memanfaatkan variasi tersebut.
Dunia kita adalah dunia multicultural, dengan beragam latar belakang, adat, dan nilai yang berbeda-beda. Pertanyaan tentang bagaimana cara terbaik untuk mendidik anak lelaki dan perempuan dari berbagai latar belakang etnis dan sosioekonomi yang berbeda kini telah menjadi topik yang banyak menarik perhatian dan akan dibahas pada bab lima ini.
Pelajar yang “tidak biasa” (exceptional) adalah anak-anak yang memiliki gangguan atau ketidakmampuan dan anak-anak yang tergolong berbakat. Pada bab enam ini kita akan mendiskusikan kedua jenis anak luar biasa ini, tetapi disini kita akan lebih fokus pada jenis anak yang memiliki kekurangan kemampuan.
Semua orang pada dasarnya setuju bahwa membantu peserta didik untuk belajar adalah fungsi sekolah yang penting. Tetapi, tidak semua orang sepakat tentang cara yang terbaik untuk mendidik mereka. Dalam bab tujuh ini kita akan mengeksplorasi pendekatan behavioral (perilaku) dan pendekatan kognitif sosial untuk pembelajaran (learning).
Dalam cerita pembuka pada bab delapan ini, Laura Bickford menceritakan kepada kita bagaimana dia menggunakan strategi metakognitif. Penekanan Laura Bickford pada strategi metakonitif anak adalah salah satu dari tema penting dalam bab ini. Selain metakognisi, buku ini akan membahas apa itu pendekatan pemrosesan informasi dalam mengajar peserta didik dan membahas memori dan keahlian peserta didik.
Berkat pemikiran dan karya yang dideskripsikan dalam cerita pembuka dalam bab Sembilan ini, Marilyn Whirry dipilih sebagai National Teacher of the Year pada tahun 2000 dan diterima di Gedung Putih. Usaha Marilyn untuk membuat murid-muridnya bisa berfikir mendalam adalah salah satu penekanan di bab ini, dimana kita akan fokus pada bagaimana guru dapat membantu peserta didik memahami konsep, berfikir, memecahkan masalah, dan mentransfer apa yang mereka pelajari untuk setting lainnya.
Anak kadang-kadang berfikir secara mandiri, tetapi sebagai makhluk sosial kognisi mereka sering kali bersifat kolaboratif. Karena penduduk Amerika menekankan individualitas ketimbang kolektivitas, maka pemikiran kolaboratif baru belakangan ini menjadi tema penting dalam pendidikan di Amerika. Bab 10 ini akan memfokuskan pada pemikiran kolaboratif yang didukung oleh pendekatan konstruktivis sosial.
Pada bab 11, buku psikologi pendidikan ini akan mengeksplorasi sejumlah ide tentang proses belajar membaca. Kita juga akan membahas pembelajaran dan kognisi anak dalam bidang menulis, matematika, sains, dan studi sosial.
Pada bab 12 ini kita akan fokus pada banyak aspek dari penggunaan teknologi dalam rencana dan instruksi pengajaran. Seluruh bab ini membahas pengajaran pada level rencana atau unit pelajaran secara keseluruhan, yang sering menggunakan berbagai proses pembelajaran dan kognitif yang kita diskusikan di bab 7 sampai bab 11. Kita terutama akan mengeksplorasi rencana pelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered) dan rencana pelajaran yang berpusat pada siswa (learner-centered).
Pada bab 12 kita telah mempelajari bahwa motivasi adalah komponen utama dari prinsip psikologi learned-center. Motivasi adalah aspek penting dari pengajaran dan pembelajaran. Peserta didik yang tidak punya motivasi tidak akan berusaha keras untuk belajar. Peserta didik yang bermotivasi tinggi senang ke sekolah dan menyerap proses belajar.
Dalam lingkaran pendidikan, biasanya dikatakan bahwa tidak seorang pun yang memerhatikan manajemen kelas (classroom) yang baik kecuali kelas menjadi ruwet. Ketika kelas dikelola secara efektif, kelas akan berjalan lancer dan peserta didik akan aktif dalam pembelajaran. Ketika kelas dikelola dengan buruk kelas bisa menjadi kacau dan tidak menarik sebagai tempat belajar.
Tes yang di bakukan atau tes standar (standardized test) telah banyak di pakai untuk mengevaluasi prestasi dan pembelajaran siswa. Walaupun tes itu kini makin banyak dipakai untuk membandingkan kinerja peserta didik di berbagai sekolah, distrik, Negara bagian, dan Negara yang berbeda-beda, namun tes ini bukannya tanpa kontraversi.
Pada bab terakhir ini akan dibahas mengenai penilaian pembelajaran peserta didik telah menarik minat besar dalam dunia pendidikan. Minat ini difokuskan pada isu seperti sejauh mana guru harus menggabungkan standar Negara ke dalam pengajaran dan penilaian mereka, dan sejauh mana guru harus menggunakan tes tradisional atau penilaian alternatif.


C.    Review Book
Buku Psikologi Pendidikan karya John W. Santrock telah diakui luas di banyak Negara sebagai buku pegangan psikologi pendidikan terbaik dan amat membantu siapa saja yang ingin menjadi pengajar atau guru yang sukses. Buku ini lebih konkret, langsung dan bermanfaat dibandingkan buku-buku lain yang sejenis.
Buku ini memuat banyak hal yang membantu mahasiswa atau calon guru menerapkan teori ke dalam praktik, juga ditulis dengan gaya mengalir lancar dan jelas, dilengkapi contoh-contoh terbaru dan studi kasus, kesemuanya itu diintegrasikan dalam teori dan contoh aplikasinya sehingga menjadikan buku Psikologi Pendidikan ini sebagai pegangan penting bagi siapa saja yang ingin menjadi guru yang kompeten dan sukses di dunia pendidikan. Fitur-fitur penting dan bermanfaat di dalamnya antara lain: Crack the Case, menyajikan studi kasus untuk membantu mahasiswa atau calon guru mengembangkan kemampuan mengaplikasikan teori; Teaching Strategies, berisi tip-tip mengajar yang efektif dan efisien; Self-Assessment, cara penilaian diri sendiri dan orang lain; Teaching Stories, berisikan cerita-cerita yang  inspirasional; Through the Eyes of Teacher dan Through the Eyes of Students, pandangan guru dan murid tentang suatu topik yang bisa memotivasi mahasiswa atau calon guru; Portfolio Activities, yang membantu mahasiswa dan calon guru mengembangkan keterampilan mengajar; rujukan internet; serta paparan terbaru tentang diversitas dan pendidikan multicultural di abad global.

D.    Biograpi Penulis
John W. Santrock menerima Ph. D. dari College for Education and Human Development di Universitas Minnesota. Beliau mengajar di Universitas Charleston dan Universitas Georgia sebelum bergabung dengan Universitas Texas di Dallas. Beliau bekerja sebagai psikolog sekolah dan pada saat ini mengajar psikologi pendidikan pada level strata satu maupun pascasarjana. Riset John termasuk tulisan dalam Journal of Educational Psychology yang fokus pada aspek kontekstual kognisi dan perilaku siswa, regulasi anak sebagaimana persepsi sang guru atas diri anak yang berasal dari keluarga dengan kedua orangtua bercerai. Beliau merupakan anggota dewan editorial Child Development dan Developmental Psychology. Karya-karya lainnya yang sudah diterbitkan antara lain, Child Development (9th ed), Adolescence (9th ed), Life-Span Development (9th ed), dan Psychology (7th ed).

Critical Review Jurnal

Critical Review Jurnal "Integrated Reporting for Turkish Small and Medium-Sized Enterprises"

Judul: Integrated Reporting for Turkish Small and Medium-Sized
                         Enterprises
Penulis             : Can Tansel KAYA, Nida TÜREGÜN
Publikasi          : International Journal of Academic Research in Accounting,

Review
Integrate Reporting (IR) merupakan suatu bentuk pelaporan terpadu yang diharapkan dapat digunakan oleh semua jenis usaha, baik usaha besar maupun Usaha Kelas Menengah (UKM). IR dapat menguntungkan semua pihak, baik pemilik, maupun investor. IP dapat membantu menyusun strategi, merumuskan rencana jangka panjang serta  membantu terciptanya pelaporan keuangan yang transparan.
Pangeran Wales membentuk IIRC (The International Integrated Reporting Council). yaitu suatu badan yang mengawasi terciptanya oelaporan terpadu secara global. persyaratan pentng untuk membantu menciptakan IR adalah memiliki pemikiran yang terintegrasi, hal ini berhubungan dengan kemampuan pelelolaan oleh manajemen.
Meskipun UKM tergoolong hanya usaha berskala kebil, namun perannya dalam menyumbang perekonomian negara sangatlah besar. hampir sebagian besar pendapatan negara Turki berasal dari UKM. Namun kenyataannya sebgian besar UKM menolak membuat suatu pelaporan yang terintegrasi. Alasannya karena mereka berpikir untuk membuat IR membutuhkan biaya yang cukup besar.
Sebenarnya, ada banyak keuntungan dari menggunankan IR, diantaranya UkM merupakan usaha yang sangat dekat dengan pelanggannya, dengan menerapkan IR, Akan membantu UKM untuk mneingkatkan goodwill, memperoleh investor, dan meningkatkan kepercayaan pelanggan. UKM juga beeguna untuk meningkatkan strategi

Critic
·         Penulis jurnal mneyebutlan bahwa “Changing trends in the market with regard to advancements  in  technology  can  simply  jeopardize  the  sustainability  of  business” yang saya pahami sebagai Perubahan  tren di pasar berkaitan dengan kemajuan teknologi hanya dapat membahayakan kelangsungan usaha. Memang untuk beberapa kasus, yakni Usaha Kecil Menengah Kebawah, yang kurang modal, perubahan tren teknologi memang dapat menyebabkan terancamnya keberangsungan usaha. Namun Menurut saya pernyataan penulis kurang tepat. Untuk sebagian besar bentuk usaha, perubahan tren menggunakan teknologi justru sangat membantu bisnis untuk berkembang. berdasarkan jurnal yang saya baca, yang berjudul “Dampak Perkembangan TI terhadap SIA” (Budiasih) Teknologi dapat membantu proses pemasaran, sistem operasi, serta membantu memproduksi laporan keuangan yang lebih efekttif.
·         Hal lainnya disebutkan “Statistics  show  that  the  Earth  is  being  stressed  and  people  are  afraid  that  the  Earth’s  carrying  capacity  may  be  unable  to  sustain  future  generations  if  nothing  is  done  to  stop  the  trend. (Statistik menunjukkan bahwa bumi sedang stres dan orang takut bahwa tercatat Kapasitas Bumi mungkin tidak dapat mempertahankan generasi mendatang jika tidak ada yang dilakukan untuk menghentikan tren.)” menurut saya, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan tren. Satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk mempertahankan generasi mendatang adalah dengan mengikuti tren. Jika kita terus menolak tren, maka hal tersebut lah yang terjadi, bahwa orang-orang akan stres dan takut. Namun jika kita mengikuti dan menyeimbangkan tren yang berkembang saat ini, bisa jadi selain kita dapat mempertahankan generasi masa depan, kita juga bisa jauh lebih baik dan lebih sukses dalam bisnis.
·         Hal terakhir yang ingin saya kritisi adalah bagian yang menyebutkan “Most of the SMEs do not always report their sustainability practices. This should not mean that those SMEs do not have sustainability practices but they are doing it on voluntary basis (Brilius, 2010). The reason behind this is some SMEs think reporting is  costly. It is reasoned that adopting and helping environmental sustainability will increase the total cost of an SME. Also this increase in the cost will force them to adopt additional costs, which may be affect customers and consumers in the form of price increase (Sebagian besar UKM tidak selalu melaporkan praktek keberlanjutan mereka. Hal ini seharusnya tidak berarti bahwa mereka UKM tidak memiliki praktek keberlanjutan tetapi mereka melakukannya secara sukarela (Brilius 2010). Alasannyadi balik ini adalah beberapa UKM berpikir pelaporan mahal. Hal ini beralasan bahwa mengadopsi dan membantu lingkungan keberlanjutan akan meningkatkan biaya total UKM. Juga ini peningkatan biaya akan memaksa mereka untuk mengadopsi biaya tambahan, yang dapat mempengaruhi pelanggan dan konsumen dalam bentuk kenaikan harga.)” Menurut saya, awalnya memang akan seperti itu, karena dalam IR saya membaca bahwa diperlukan teknologi untuk pengaplikasiannya. Namun jika IR telah diterapkan, maka dampak yang dirasakan lama kelamaan akan terlihat. mulai dari meningkatnya kredit yang akan didapatkan, luasnya jaringan pemasaran, serta akan membantu manajmen untuk membandingkan hasil yang didapat tahun lalu dan tahun ini yang akan berdampak pada pengurangan biaya.


critical jurnal psikologi (CJR)



BAB I
 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
            Prestasi belajar merupakan hasil pengukuran terhadap peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dalam periode tertentu yang dapat diukur menggunakan instrumen yang relevan. Banyak faktor yang mempengaruhi prestasi belajar, ada yang dari dalam diri (internal) dan ada yang dari luar diri (eksternal). Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004: 138), prestasi belajar yang dicapai seorang individu merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor 2 yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor yang berasal dari diri sendiri (internal) dan faktor yang berasal dari luar diri (ekstemal). Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa, meliputi faktor jasmaniah, psikologi, dan faktor kematangan fisik maupun psikis. Faktor jasmaniah antara lain panca indera yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, berfungsinya kelenjar tubuh yang membawa kelainan tingkah laku. Faktor sosial meliputi lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Faktor budaya meliputi adat istiadat, ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesenian. Faktor lingkungan fisik seperti fasilitas rumah dan fasilitas belajar. Fasilitas belajar meliputi ruang belajar, meja, kursi penerangan, alat tulis, dan buku-buku pelajaran. Faktor tersebut saling berinteraksi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mempengaruhi prestasi belajar. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi siswa SMA Surabaya terhadap dukungan sosial orang tua dengan prestasi belajar dengan subjek penelitian sebanyak 251 siswa SMA di Surabaya yang tinggal dengan kedua orangtuanya dan memiliki IQ total pada range rata-rata. Tipe penelitian ini termasuk
            Menurut Johnson (2009), kemandirian belajar yang dimiliki oleh siswa melibatkan studi akademik dalam kehidupan sehari — har-i yang diterapkan dengan berbagai cara untuk mencapai tujuan. Hal ini melibatkan kerja sama dengan orang lain. Kerja sama ini meliputi kerjasama antara individu dengan individu lain, baik sesama siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan keluarganya. Menurut Santrock (2003), keluarga merupakan pilar utama dan pertama dalam membentuk anak untuk mandiri. Dukungan yang paling besar di dalam lingkungan rumah adalah bersumber dari orang tua. Orangtua diharapkan dapat memberikan kesempatan pada anak agar dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, belajar mengambil inisiatif, mengambil keputusan mengenai apa yang ingin dilakukan dan belajar mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Hal ini dapat membentuk anak mengalami perubahan dari keadaan yang sepenuhnya tergantung pada orang tua menjadi mandiri.
            Apabila diberikan suasana yang penuh perlindungan, penghargaan, cukup kasih sayang dan perhatian orang tua, jauh dari perasaan iri, cemburu, tersaingi, maka hal ini akan mendorong dan memberikan anak untuk bersifat lebih mandiri, mempunyai keberanian untuk melatih dirinya berinisiatif, bertanggung jawab, serta dapat menyelesaikan masalahnya sendiri, baik dalam bidang akademis maupun non akademis (Shochib, 1998). Sears (2004), mengungkapkan bahwa orangtua hendaknya memberi dukungan yang bersifat positif dan menghargai anak, serta memelihara dan tidak memberi stimulus-stimulus palsu bagi putra-putri mereka tersebut memiliki karakter emosional dan sosial yang berbeda. Akibatnya hasil penelitian kurang valid dan tidak sesuai dengan harapan peneliti.
B. Tujuan Penulisan Critical Journal Report (CJR)
            Mengkritik Jurnal (critical journal review) ini dibuat sebagai salah satu referensi ilmu yang bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu jurnal, menjadi bahan pertimbangan, dan juga menyelesaikan salah satu tugas individu mata kuliah Paikologi  di Universitas 
C. Manfaat Penulisan Critical Journal Report (CJR)
1.      Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dan sebuah jumal atau hasil    karya tulis ilmiah lainnya secara ringkas.
2.      Mengetahui kelebihan dan kelemahan jurnal yang dikritik.
3.      Mengetahui latar belakang dan alasan jurnal tersebut dibuat.
Mengetahui kualitas jumal dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya.
Memberi masukan kepada penulis jurnal berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi,  dan substansi jurnal.




BAB II.
RINGKASAN
2.1 Identitas Jurnal
Judul                          : Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Dukungan Sosial Orang                                     Tua dengan Prestasi Belajar Siswa SMA di Surabaya
Jenis Jurnal                  : Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan
Volume dan Nomor    : Vol. 1 No. 03 Junal
 Halaman                     : 5
Tahun Terbit                : 2012
2.2 Ringkasan Jurnal
            Prestasi belajar siswa SMA di Surabaya dapat dikatakan masih belum memuaskan. Hal ini dapat diketahui berdasarkan data peringkat 10 besar UN SMA se-Jawa Timur 2010/2011, Surabaya tidak masuk peringkat 10 besar. Suryabrata (2007:233) mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar terdiri alas dua yakni faktor internal (fisiologis dan psikologis) dan ekstemal (sosial dan non-sosial). Pada faktor ekstemal, Hawadi (2001:90) menambahkan bahwa is membedakan menjadi tiga macam, meliputi lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
            Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara persepsi siswa SMA Surabaya terhadap dukungan sosial orang tua dengan prestasi belajar dengan subjek penelitian sebanyak 251 siswa SMA di Surabaya yang tinggal dengan kedua orangtuanya dan memiliki IQ total pada range rata-rata. Tipe penelitian ini termasuk penelitian penjelasan (explanatory research) dengan menggunakan metode penelitian yaitu metode korelasional. Pengambilan sampel secara random sampling serta pengambilan data berupa metode kuisioner dan studi dokumentasi.
            kedisiplinan, serta didukung oleh sikap yang terbuka, dalam konteks menumbuhkan rasa kedisiplinan ini pecan dan dukungan sosial orangtua sangat diperlukan. Menurut Sarafino (2002), dukungan sosial adalah berbagai macam dukungan yang diterima oleh seseorang dari orang lain, dapat berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan atau harga diri, dukungan instrumental, dukungan informasi atau dukungan dari kelompok. Menurut Canavan dan Dolan (2000), dukungan sosial dapat diaplikasikan ke dalam lingkungan keluarga, seperti orang tua. Jadi dukungan sosial orang tua adalah dukungan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya baik secara emosional, penghargaan, instrumental, informasi ataupun kelompok. Dukungan orangtua merupakan sistem dukungan sosial yang terpenting di masa remaja. Dibandingkan dengan sistem dukungan sosial lainnya, dukungan orangtua berhubungan dengan kesuksesan akademis remaja, gambaran diri yang positif, harga diri, percaya diri, motivasi dan kesehatan mental.
             Keterlibatan orangtua dihubungkan dengan prestasi sekolah dan emosional serta penyesuaian selama sekolah pada remaja (Corviile-Smith, Ryan, Adam & Dalicandro, 1998; Greenwood & Miller, 1995 ; Seidman et al., 1999). Menurut Lee & Detels (2007), dukungan sosial orangtua dapat dibagi menjadi dua hal, yaitu dukungan yang bersifat positif dan dukungan yang bersifat negatif. Dukungan positif adalah perilaku positif yang ditunjukkan oleh orangtua. Sedangkan dukungan yang bersifat negatif adalah perilaku yang dinilai negatif yang dapat mengarahkan pada perilaku negatif anak. Dukungan keluarga bersifat optimal ketika dukungan tersebut sesuai dengan harapan umur anak sehingga anak dapat mencapai kemandirian dan kedekatan. Lingkungan terkecil dari siswa adalah lingkungan keluarga. Orang tua harus mampu menyediakan fasilitas belajar dengan lengkap. Namun kenyataannya banyak orang tua yang belum mampu menyediakan fasilitas belajar dengan lengkap dikarenakan oleh banyak faktor salah satunya yaitu keadaan ekonomi keluarga. Hal tersebut seperti yang dikemukakan oleh Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (2004: 88), bahwa keadaan ekonomi keluarga akan mempengaruhi
            Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel secara random sampling sebanyak 251 sampel. Lalu peneliti mengukur intelegensi sampel yang dilakukan biro psikologi Exensia, guna untuk menjaga kesamaan alat tes yang digunakan. Pengambilan data dengan metode kuisioner dengan jumlah sebanyak item 103 dengan pilihan respon sangat setuju SS, setuju S, tidak setuju TS, dan sangat tidak setuju STS dan studi dokumentasi.
            Hasil yang didapatkan peneliti menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara persepsi siswa terhadap dukungan sosial orangtua dengan prestasi belajar siswa SMA di Surabaya. Hal ini dapat disebabkan karena :
1, Responden cenderung menunjukkan jawaban yang positif
2. Ada kemungkinan responden menjawab dengan tidak jujur dan tidak terbuka
3. Kondisi responden pada scat melakukan pengisian kuisioner dapat mempengaruhi jawaban-jawaban yang diberikan
4. Instrumen/alat ukur yang dibuat kurang baik sehingga kurang mencerminkan atribut yang akan diukur. Kurangnya pendekatan yang dilakukan peneliti kepada responden mengakibatkan penolakan untuk menjadi responden.

BAB III.
PEMBAHASAN
3.1 Keunggulan  Jurnal
            Penulisan judul sudah benar, dicetak dengan huruf besar/kapital, dicetak tebal (bold) tidak melebihi jumlah kata maksimum 15. Penulisan nama penulis juga sudah benar, nama penulis ditulis di bawah judul tanpa gelar, tidak boleh disingkat, diawali dengan huruf kapital, tanpa diawali dengan kata "oleh", urutan penulis adalah penulis pertama diikuti oleh penulis kedua, ketiga dan seterusnya. Nama perguruan tinggi dan alamat surel (email) semua penulis ditulis di bawah nama penulis.
            Tata cara penulisan dan isi abstrak sudah baik karena penulis dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kegiatan penelitian tentang Hubungan Antara Persepsi Siswa Terhadap Dukungan Sosial Orang Tua dengan Prestasi Belajar Siswa SMA di Surabaya serta menjelaskan latar belakang jumal penelitian yang dibuat secara ringkas, tepat dan jelas. Dalam penulisan jumal jenis huruf yang digunakan sama, penggunaan sistem penomoran (numbering) juga tersusun dengan baik.
            Referensi yang digunakan peneliti sudah cukup baik. Ditambah lagi peneliti dalam membuat item pada instrumen penelitiannya mengacu pada teori di sebuah buku. Seluruh kutipan pustaka sudah sesuai dengan daftar pustaka.
3.2 Kelemahan Jurnal
            Pada metode penelitian, peneliti tidak hanya mengambil data dengan kuisioner tapi juga dengan studi dokumentasi. Namun peneliti tidak menjelaskan bagaimana studi dokumentasi yang is lakukan, hasil studi dokumentasi juga tidak dibahas oleh peneliti. Kuisioner yang dibuat peneliti sebagai instrumen penelitian berjumlah 103 item, dalam jurnal peneliti tidak menyebutkan apakah instrumen tersebut telah valid atau belum. Karena validitas instrumen sangat mempengaruhi hasil penelitian. Jumlah item yang digunakan peneliti pada alat instrumen penelitian terlalu banyak, yaitu 103 item. Responden akan merasa jenuh untuk menjawab 103 item tersebut. Subjek penelitian yang digunakan responden berjumlah 251 siswa SMA, peneliti tidak membatasi apakah sampel yang digunakan siswa kelas X, XI atau XII.
3.3 Implikasi terhadap Perkembangan Pendidikan
            Johnson & Johnson (Nobelina Adicondro & Alfi Pumamasari, 2011: 20) menyatakan bahwa ada empat manfaat dukungan sosial, yaitu:
1. Meningkatkan produkti vitas dalam pekerjaan;
2. Meningkatkan kesejahteraan psikologis dan penyesuaian diri dengan memberikan rasa memiliki;
3. Memperjelas identitas diri, menambah harga diri, dan mengurangi stress;
4. Meningkatkan dan memelihara kesehatan fisik serta pengelolaan terhadap stress &  tekanan.
            Dukungan sosial dapat membuat individu merasa nyaman dan mengurangi stress yang dirasakan. Kenyamanan yang dirasakan indvidu akan meningkatkan kesejahteraan psikologis dan dapat meningkatkan produktifitas kerja. Menurut Ni Made Sintya Noviana Utami (2013: 14), ada beberapa manfaat dari dukungan sosial, antara lain yaitu: individu mampu menghadapi masalah dengan lebih baik; membantu meningkatkan kompetensi dan rasa percaya diri; mengurangi kecemasan dan stress; dan membuat individu lebih berpikir positif dalam menghadapi permasalahan.
3.4 Kajian Teori
            Pembentukan kemandirian belajar pada siswa (Biemiller, 1998) ditentukan oleh 2 hal. Pertama adalah cumber social, yaitu orang dewasa yang berada di lingkungan siswa seperti orangtua, pelatih, anggota keluarga dan guru. Orang dewasa ini dapat mengkomunikasikan nilai kemandirian belajar dengan modelling, memberikan arah dan mengatur perilaku yang akan dimunculkan. Sumber yang kedua adalah mempunyai kesempatan untuk melatih kemandirian belajar. Siswa yang secara konstan selalu diatur secara langsung oleh orangtua dan guru tidak dapat membangun ketrampilannya untuk dapat belajar secara mandiri karena lemahnya kesempatan yang mereka punya.
            Menurut Johnson (2009), kemandirian belajar yang dimiliki oleh siswa melibatkan studi akademik dalam kehidupan sehari — had yang diterapkan dengan berbagai cara untuk mencapai tujuan. Hal ini melibatkan kerja sama dengan orang lain. Ketja sama ini meliputi kerjasama antara individu dengan individu lain, baik sesama siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan keluarganya. Menurut Santrock (2003), keluarga merupakan pilar utama dan pertama dalam membentuk anak untuk mandiri. Dukungan yang paling besar di dalam lingkungan rumah adalah bersumber dad orang tua. Orangtua diharapkan dapat memberikan kesempatan pada anak agar dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, belajar mengambil inisiatif, mengambil keputusan mengenai apa yang ingin dilakukan dan belajar mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.

BAB VI.
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Dari hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara persepsi siswa terhadap dukungan sosial orangtua dengan prestasi belajar siswa SMA di Surabaya.Menurut saya, secara keseluruhan jumal tersebut masih kurang baik, karena perlu diperbaiki dibeberapa bagian seperti metode penelitian yang digunakan, kuesioner yang dibuat, jumlah item yang digunakan peneliti pada alat instrumen penelitian, dan subjek penelitian yang digunakan responden.
B. Saran
            Sebaiknya peneliti dalam melakukan metode penelitian, peneliti tidak hanya mengambil data dengan kuisioner tapi juga dengan studi dokumentasi, menjelaskan bagaimana studi dokumentasi serta hasil studi yang didapat. Sebaiknya peneliti menyebutkan apakah instrumen kuesioner yang dibuat telah valid atau belum. Karena validitas instrumen sangat mempengaruhi hasil penelitian. Dan sebaiknya peneliti tidak membuat terlalu banyak alat instrumen yaitu 103 item. Dan sebaiknya peneliti memberikan batasan sampel yang digunakan.


TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...