Sabtu, 08 Juli 2017

MAKALAH MENGENAI SD



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui kebutuhan siswanya. Selain kebutuhannya perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan anak usia SD. pemahaman terhadap kebutuhan peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogiyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Sepeti Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis, Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman, Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan, Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri , Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri.
Di samping memperhatikan kebutuhan anak, implikasi pendidikan dapat juga bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan siswa SD dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan adalah tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya.
B.     Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka penulis ingin mengetahui tentang teori kebutuhan dan kebutuhan anak sekolah Dasar.


C.     Tujuan makalah :
Ingin mengerti tentang:
Teori kebutuhan siswa
Kebutuhan perkembangan siswa SD
Perbedaan kebutuhan siswa SD


BAB II
PEMBAHASAN

A.    TEORI KEBUTUHAN

1.1 Kebutuhan siswa
Bertolak dari kebutuhan peserta didik. Pemaknaan kebutuhan siswa SD dapat diidentifikasi dari tugas-tugas perkembangannya. Tugas-tugas perkembangan adalah.
”tugas-tugas yang muncul pada saat atau suatu periode tertentu dari kehidupan individu, yang jika berhasil akan menimbulkan rasa bahagia dan membawa arah keberhasilan dalam melaksanakan tugas-tugas berikutnya, sementara kegagalan dalam melaksanakan tugas tersebut menimbulkan rasa tidak bahagia, ditolak oleh masyarakat dan kesulitan dalam menghadapi tugas-tugas berikutnya” .
Tugas-tugas perkembangan yang bersumber dari kematangan fisik diantaranya adalah belajar berjalan, belajar melempar menangkap dan menendang bola, belajar menerima jenis kelamin yang berbeda dengan dirinya,. Beberapa tugas pekembangan terutama bersumber dari kebudayaan seperti belajar membaca, menulis dan berhitung, belajar tanggung jawab sebagai warga negara. Sementara tugas-tugas perkembangan yang bersumber dari nilai-nlai kepribadian individu diantaranya memilih dan mempersiapkan untuk bekerja.
Anak usia SD ditandai oleh tiga dorongan ke luar yang besar yaitu (1)kepercayaan anak untuk keluar rumah dan masuk dalam kelompok sebaya (2)kepercayaan anak memasuki dunia permainan dan kegiatan yang memperlukan keterampilan fisik, dan (3) kepercayaan mental untuk memasuki dunia konsep, logika, dan ligika dan simbolis dan komunikasi orang dewasa.
Dengan demikian pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri.
B.     KEBUTUHAN ANAK SD DALAM PENGEMBANGANNYA

a.      Jenis -jenis Kebutuhan Anak Usia SD

Pertama-tama, perlu dijelaskan penggunaan beberapa istilah yang pemakaian sehari-harinya sering bergantian. Istilah tersebut adalah “kebutuhan”, “dorongan”, dan “motif”. Secara definisi istilah “dorongan” atau “motif” adalah keadaan dalam diri pribadi seseorang yang merupakan pemicu dalam melakukan sesuatu perbuatan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan “kebutuhan” lebih  sering digunakan untuk mengacu pada keadaan fisisologis seseorang yang tidak mempunyai suatu jaringan tertentu. Dari penjelasan tadi, dapat tergambar bahwa sebenarx kebutuhan dan dorongan atau motif berjalan seiring namun tidak sama.
Pada dasarnya, kebutuhan individu dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu kebutuhan fisiologis dan psikologis Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan primer seperti makan, minum, tidur, seksual atau perlindungan diri. Sedangkan kebutuhan psikologis yang disebut juga kebutuhan sekunder dapat mencakup kebutuhan untuk mengembangkan kepribadian pada seseorang. Contohnya adalah kebutuhan untuk dicintai, kebutuhan mengaktualisasikan diri, atau kebutuhan untuk memiliki sesuatu, dimana kebutuhan psikologis tersebut bersifat lebih rumit dan sulit didefinisikan segera.

1.)    KEBUTUHAN JASMANIAH PADA ANAK USIA SD

Sesuai dengan perkembangan fisik anak usia anak SD yang bersifat individual, pada masa tumbuh kembang tersebut, kebutuhan anak akan bervariasi misalnya seperti porsi makanan dan minuman meningkat. Karena perkembangan tubuh dan juga kognitifnya, anak usia SD membutuhkan makna yang bergizi sehingga perkembangan fisik dan intelektualnya tidak terhambat.
Berkaitan dengan kebutuhan pemeliharaan dan pertahanan diri, anak usia SD memasuki tahapan perkembangan moral dan sosial yang memperhatikan pemuasan keinginan dan kebutuhannya sendiri tanpa mempertimbangkan kebutuhan orang. Oleh karena itu guru perlu memberikan kesadaran kepada siswa, bahwa dia dapat menghadiri hukuman dengan memohon maaf dengan cara yang baik agar tidak terkena sanksi.


2.)    KEBUTUHAN AKAN KASIH SAYANG
Pada tahap perkembngan sosial anak SD terutama yang duduk dikelas tinggi SD, sudah ingin memiliki teman-teman tetap. Perkembangan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan unutk disayangi dan menyangi teman. Tidak hanya rasa kasih kepada teman saja, tetapi juga sudah ada kebutuhan untuk memberikan rasa cinta terhadap suatu benda. Misalnya anak usia SD sudah sadar akan mengoleksi sesuatu yang merupakan kesenangannya bisa berupa prangko, komik, kartu, dan sebagainya dan koleksi tersebut dirawat dengan hati-hati serta rasa sayang. Oleh karena itu, guru perlu peka untuk mengarahkan anak-anak agar rasa kasih sayang sudah muncul dapat terpelihara dan menjadikan anak-anak bersikap penuh kasih terhadap sesuatu seperti menunjukkan minat siswa yang sudah dipujinya, memupuk serta memelihara minat atau hobi para mahasiswa.
Pada anak-anak yang duduk di kelas titnggi ( 4, 5 atau 6 ) di SD yang memasuki masa bersosialisasi dan meninggalkan keangkhuannya, dapat menerima suatu otoritas orang tua dan guru sebagai suatu yang wajar.

3.)    KEBUTUHAN UNTUK MEMILIKI

Pada masa usia di kelas-kelas rendah di SD, anak-anak sudah mulai meninggalkan dirinya sebagai pusat perhatian. Namun demikian, anak-anak di kelas rendah di SD masih suka memuji diri sendiri, dan membandingkan dirinya dengan teman. Sehingga kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki masih dominan. Artinya, segala sesuatu baik teman-teman di sekolah maupun guru dipandang sebagai punya dirinya sendiri, sehingga anak kadang-kadang anak usia ini suka meremehkan atau mengacuhkan pendapat teman atau guru.
Dalam pemenuhan kebutuhan untuk memiliki, guru perlu memberikan dorongan kearah yang positif tentang bagaimana membentuk kelompok yang dapat bermanfaat misalanya dalam kegiatan pramuka. Guru juga harus memberikan orientasi kepada anak-anak di usia ini, agar tiadak begitu saja melakukan berbagai hal yang kadang-kadang berbahaya dan negatif, hanya karena disuruh oleh teman kelompoknya.
4.)    KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI
Kebutuhan ini relatif lebih abstrak dan kompleks, dan merupakan kebutuhan tingkat tinggi yang pada dasarnya merupakan perkembangan dari kebutuhan-kebutuhan sebelumnaya. Kebutuhan ini terasa mulai dominan pada anak-anak usia di kelas tinggi di SD. Pada usia tersebut, anak-anak mulai ingin merealisasikan potensi-potensi yang dimilikinya sehingga anak berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dengan sikap persaingan, atau berusaha mewujudkan keinginannya yang biasanya terdengar sangat tinggi dan muluk seperti ingin jadi juara tinju, pembalap formula, astronot dan sebagainya.
Salah satu kebutuhan yang terkait dengan kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan berprestasi atau need for achievement. Karena anak-anak SD di kelas tinggi sudah timbul keinginan untuk menjadi terhebat, maka mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai prestasi. Semua sikap dan tindakan anak-anak tersebut juga dalam rangka pemenuhan kebutuhan untuk diakui. Di sinilah guru berfungsi untuk memotivasi sikap kompetisi pada anak-anak menjadi kompetisi yang sehat dan terarah.
DeCecco dan Grawford ( 1974 ) mengajukan 4 peranan guru untuk memberikan dan meningkatkan motivasi siswa, yaitu:

1.      Membangkitkan Semangat Siswa
Dalam kegiatan pembelajaran, guru harus selalu peka terhadap perubahan kebutuhan siswa. Oleh karena itu guru bisa menggunakan berbagai pendekatan pembelajaran agar siswa tidak menjadi bosan. Penting diperhatikan bahwa mengajak dan menjaga agar siswa tetapa belajar adalah tugas guru dalam rangka menjaga semngat belajar. Siswa dapat diajak bersama-sama memikirkan dan melakukan proses pembelajaran yang telah direncanakan gurudalam rangka menjaga semangat belajar. Siswa dapat diajak bersama-sama memikirkan dan melakukan proses pembelajaran yang telah direncanakan guru. Oleh karena itu penting pula bagi guru untuk keadaan awal para siswa.

2.      Memberikan Harapan yang Realistis
Guru tidaka hanya menjelaskan harapan yang realistis yang dapat dicapai siswa dengan keadaan perbedaan siswa-siswinya, tetapi juga harus dapat memodifikasi atau merubagh harapan-harapan yang tidak realistis yang dibebankan kepada siswa. Oleh karena itu sebaiknya guru mempunyai data data tentang kemajuan akademis siswanya sejak awal sekolah. Kegagalan-kegagalan dibidang apa saja yang sudah di alami siswanya, sehinnga guru dapat mengukur harapan yang realistis bagi siswanya. Jika siswa sudah banyak mengalami kegagalan di masa lampaunya, sedapat mungkin guru harus bisa memberikan keberhasilan pada siswa tersebut.

3.      Memberikan Intesif
Bila siswa banyak membuat keberhasilan-keberhasilan, guru perlu memberikan intensif berupa penghargaan, pujian, hadiah, atau kata-kata yang manis. Hala ini dapat memotivasi siswa untuk berusaha mengulangi perbuatan yang positif tersebut. Sehubungan dengan pemberian intensif, pemberian umpan baik oleh guru terhadap hasil kerja siswa, akan sangat berguna untuk meningkatkan upaya siswa bekerja lebih baik lagi.

4.      Memberi Pengarahan
Guru juga semestinya harus mengatakan secara tegas kepada siswa apabila siswa berbuat kekeliruan, dengan misalnya menunjukkan kekeliruan tersebut dan menunjukkan bagaimana seharusnya siswa bertindak. Guru perlu pula meminta kepada siswanya untuk melakukan tindakan yang diharapakan dengan sebaik-baiknya.
Demikianlah paparan materi tentang beberapa jenis kebutuhan pada anak usia SD. Seperti telah disebut di atas, kebutuhan-kebutuhan tersebut bisa muncul pada berbagai tahapan usia dengan dominasi yang berbeda-beda pada setiap anak. Perbedaan kebutuhan dan kadar kebutuhan tersebut sejalan dengan perbedaan perkembangan yang saat itu dialami oleh masing-masing anak.

C.    PERBEDAAN KEBUTUHAN ANAK SD

·         PERBEDAAN INDIVIDUAL ANAK USIA SD

Pada dasarnya setiap individu memiliki ciri-ciri dan karakteristik yang berbeda perbedaan-perbedaan tersebut makin kentara sejalan dengan perkembangan   individu. Kata perbedaan dalam istilah perbedaan individual menurut Landgren (1980:578) merupakan suatu variasi yang terjadi,baik pada aspek fisik maupun psikologis.
Adapun perbedaan-perbedaan yang muncul pada beberapa aspek perkembangan anak:



1.      PERBEDAAN PADA PERKEMBANGAN FISIK

Usia 7 hingga 11 atau 12 tahun merupakan usia remaja awal. Mereka ini umumnya sedang mengalami pendidikan pada jenjang sekolah dasar. Usia awal memasuki sekolah dasar bervariasi di banyak negara, mulai dari 5 tahun hingga 7 tahun. Bagi anak yang memasuki usia sekolah dasar pada usia 6 tahun, dengan perjalanan yang normal dia akan menyelesaikan pendidikan jenjang pada usia 12 tahun. Banyak orang membagi anak usia remaja awal ini menjadi dua, “kanak-kanak tengah” tengah (usia 7 – 9 tahun) dan periode kanak-kanak tengah-akhir (usia 10-11 tahun). Seperti bayi, balita, dan anak-anak prasekolah, anak-anak usia ini lebih cepat tumbuh baik secara fisik maupun kognitif, meskipun pertumbuhannya lebih lambat daripada anak usia dini. Untuk melihat perbedaan perkembangan  fisik usia SD secara faktual dapat di teliti pada waktu anak berbaris masuk kelas. Secara individual terlihat anak yang memiliki tubuh  tinggi, pendek, gemuk, kurus pada usia relatif sama.
Anak-anak yang tidak menerima gizi yang memadai atau memerlukan perhatian khusus secara medis mungkin berisiko terhambat atau mengalami keterlambatan perkembangan pertumbuhannya.
1.)    Perubahan Fisik
                          
Pada awal masa kanak-kanak tengah, anak-anak biasanya menunjukkan perolehan penampilan baru, Di mana tampil lebih ramping dan atletis. Anak perempuan dan anak laki-laki masih memiliki bentuk tubuh dengan proporsi sama sampai dengan keduanya mencapai pubertas (puberty), proses di mana dorongan seksual anak-anak tumbuh kuat hingga ia dewasa. Setelah pubertas, karakteristik seksual sekunder (secondary sexual characteristic) mulai tampak, terutama bentuk kurva payudara pada wanita serta suara yang lebih dalam dan bahu yang lebar pada laki-laki. Hal ini membuat perbedaan antara perempuan dari laki-laki lebih nyata.
Pertumbuhan tersebut juga sangat berbeda antara ras atau bangsa di berbagai negara.anak-anak yang paling tinggi terdapat di daerah eropa tengah, australia timur dan amerika serikat (meredith, 1969). Sedangkan dari berbagai daerah asia tenggara , oceania dan amerika selatan anak-anak lebih rendah jika di bandingkan dengan yang di sebut terdahulu. Pada umumnya anak-anak yang tinggi tersebut tidak cepat matang daripada anak yang kekurangan gizi maupun sering menderita sakit.

2.)    Perkembangan Otak dan Sistem Saraf        

Perkembangan otak dan sistem saraf terus berlangsung selama masa kanak-kanak menengah. Kemampuan perilaku dan kognitif yang lebih kompleks sejalan dengan makin kuatnya sistem saraf pusat. Pada awal masa kanak-kanak tengah, percepatan pertumbuhan terjadi di dalam otak, sehingga pada usia 8 tatau 9 tahun, organ tubuhnya hampir sama dengan ukuran anak orang dewasa. Perkembangan otak selama masa kanak-kanak tengah di tandai oleh pertumbuhan struktur yang spesifik, khususnya lobus frontal.


3.)    Keterampilan Motorik
                                                  
Keterampilam motorik adalah berperilaku atau kemampuan melakukan gerak motorik. Keterampilan motorik bruto (gross moor skill) melibatkan penggunaan gerakan tubuh yang besar. Keterampilan motorik halus (soft motor skill)melibatkan penggunaan gerakan tubuh kecil. Kedua keterampilan motorik kasar dan halus terus mengalami penyempurnaan pada masa kecil menengah.

4.)    Kesehatan

Masa kanak-kanak tengah cenderung menjadi masa hidup yang sangat sehat bagi mereka, terutama pada masyarakat Barat dan di negara-negara maju lainnya. Pada usia dini biasanya muncul penyakit khas bagi anak-anak seperti pilek, batuk, dan sakit perut. Aneka penyakit ini cenderung berkurang frekuensinya pada masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan karena peningkatan ketahan tubuh, peningkatan kebersihan, dan perbaikan gizi. Meski penyakit yang diderita anak-anak usia ini bersifat ringan, paling tidak tetap memerlukan perhatian medis. Penyakit ringan dapat membantu anak-anak makin matang belajar keterampilan psikologis dan mengatasi ketidaknyamanan fisik

·         PERBEDAAN  PADA PERKEMBANGAN INTELEKTUAL

Seperti halnya perbedaan pada perkembangan fisik anak , pada tahap operasi konkret menurut piaget,anak-anak dapat berpikir logis tentang suatu hal. Walaupun demikian,kadar dan cara anak untuk berpikir logis terhadap sesuatu akan ada perbedaan. Perbedaan tersebut di sebabkan juga oleh berbagai faktor. Misalnya seorang guru yang mengajar di kelas 1 SD dengan hanya ceramah (verbalisme) dalam menerangkan konsep pertambahan pada matematika, tidak akan membuat siswa berkembangan secara maksimal. Lain hanlnya dengan guru yang menggunakan berbagai benda konkret sebagai media untuk menyampaikan materi, akan membuat anak lebih cepat mengertian.

·         Ingatan
Anak usia sekolah lebih baik pada keterampilan mengingat daripada rata-rata anak-anak yang berusia di bawahnya. Lebih dari sekedar memahami dunianya, anak-anak yang lebih tua lebih tertarik pada saat encoding dan mengingat informasi.
Anak-anak dapat mengingat lebih banyak ketika berpartisipasi dalam pembelajaran kooperatif (cooperative learning), di mana pendidikan diawasi oleh orang dewasa bergantung pada rekan-rekan berinteraksi, berbagi, merencanakan, dan mendukung satu sama lain.

·         Anak yang Cerdas

Psikolog inteligensi dan otoritas lainnya sangat terarik pada kecerdasan anak. Kecerdasan adalah kapasitas kognitif yang merujuk pada pengetahuan, adaptasi, dan kemampuan seseorang untuk berpikir dan bertindak secara sengaja. Sekitar awal abad kedua puluh, Alfred dan Simon Theophile mengukur persepsi, memori, dan kosa kata pada anak-anak. Kajian mendalam tentang tes kecerdasan dapat dibaca dalam buku-buku psiologi.

·         PERBEDAAN PADA PERKEMBANGAN MORAL

           Perbedaan yang dapat terjadi pada aspek perkembangan moral pada individu banyak tergantung dari lingkungan bukan bawaan lahir. Lingkungan keluarga, teman sebaya, dan sekolah atau guru membuat perbedaan pada perkembangan moral anak.contoh perbuatan yang baik yang di berikan orang tua dan guru dengan cepat akan di tiru anak usia SD seperti apa adanya.
Adapun 2 pandangan  ahli tentang perbedaan pada perkembangan moral yaitu:

1.      Piaget dan tahapan moral

  Menurut piaget konsepsi anak mengenai moralitas berkembang pada dua tahap utama yang sejajar dengan tahap-tahap pra-operasional.
             Tahap pertama, hambatan moralitas juga di sebut (heteronomous morality), bercirikan kekakuan ,penyesuaian yang sederhana.para remaja melihat sesuatu seperti hitam dan putih tidak kelabu,jadi cukup tegas karena mereka egosentrik.mereka berpendapat bahwa peraturan tidak dapat berubah ,sehingga perilaku seseorang dapat betul atau salah.
             Tahap kedua, moralitas kerja sama juga di sebut (autonomous morality) bercirikan moral yang fleksibel (kenyal).anak-anak yang telah matang banyak bergaul dengan teman sebaya maupun dengan orang dewasa, mereka kurang bersifat egosentrik. Mereka berpendapat luas yang sering kali bertentangan dengan yang terdapat di rumah.mereka berpendapat bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat diubah.kerana peraturan dibuat oleh orang maka peraturan itu juga dapat diubah oleh orang lain sesuai kebutuhan.mereka selalu mencari sesuatu di belakang tindakan, dan apabila terjadi pelanggaran hukuman harus diterapkan dengan tepat.mereka dapat merumuskan kode moralitasnya sendiri.

2.      Kohlberg dan alasan moral

              Dari penelitian yang dilakukan kohlberg berkesimpulan bahwa ada korelasi antara tingkat alasan moral dengan tingkat kognitif. Menurut kenyakinan kholberg dibelakang jawaban tersebut orang sampai pada penyesuain moral secara bebas daripada standar internalisasi dari orang tua, guru dan teman sejawatnya.
Kholberg melukiskan tiga tingkatan alasan moral sebagai berikut:
             Tingkat 1,      pra-conventional morality (anak usia 4-5 tahun) anak masih di bawah pengawasan orang tua dan tunduk pada peraturan untuk mendapatkan hadiah atau menghindari hukuman
              Tingkat 2,    conventional morality(anak berusia 10-13 tahun). Anak-anak telah menginternalisasikan figur kekuasaan standar.mereka patuh pada peraturan untuk menyenangkan orang lain atau mempertahankan perintah.
              Tingkat 3,      post-conventional (anak usia 13 tahun atau lebih). Moralitas sepenuhnya internal.orang-orang telah mengenal beberapa konflik standar moral dan memilih di antara standar tersebut.
              Salah satu masalah lain terhadap sistem kohlberg terletak pada prosedur tes yang memerlukan waktu yang sangat banyak.tes standar harus di sajikan kepada setiap subjek secara individual selanjutnya diskor oleh juri-juri terlatih. Salah satu tes pilihan adalah Defining Issues Test (DIT).tes ini dapat di sajikan secara kelompok dalam waktu pendek dan diskor secara objektif.
               Kohlberg telah mempunyai dampak yang sangat besar. Teorinya telah memperkaya pikiran kita tentang bagaimana moralitas berkembang telah mendukung suatu asosiasi antara kematangan kognitif dengan kematangan moral, dan telah menstimilasi kedua penelitian dengan mengelaborasi beberapa teori perkembangan moral.

·         PERBEDAAN KEMAMPUAN

              Setiap anak usia SD mempunyai kemampuan berbeda-beda kemampuan di sini dapat di artikan sebagai kemampuan berkomunikasi,bersosialisasi, atau kemampuan kognitif.kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kalimat yang bermakna, logis dan sistematis.kemampuan berbahasa sangat di pengaruhi oleh faktor intelektualitas dan lingkungan, selain juga faktor fisik yaitu orga bebrbicara seseorang.
               Kemampuan bersosialisasi pada seorang anak pun berbeda-beda. Oleh karena itu wajar ada anak yang mempunyai banyak teman, ada yang hanya mempunyai beberapa teman dekat, atau seorang sahabar saja.Anak-anak melakukan permainan dengan peraturan tertentu tidak sama dengan peraturan yang mereka buat sendiri.
                Dua hal utama mengapa anak memilih waktu bermain adalah untuk bermain sendirian atau dengan temannya,dan menonton televisi.kedua kegiatan tersebut menyita waktu senggang mereka sebanyak 50%-70%.anak-anak usia SD lebih banyak menonton televisi daripada anak-anak dibawahnya ,dan usia 11-12 tahun lebih banyak lagi waktu untuk menonton televisi.sedangkan anak-anak cacat jauh lebih banyak menonton televisi daripada anak-anak normal kira-kira sebanyak 3 kalinya (W.A. Collins,1984).
            Dari paparan  di atas, jelas terlihat perbedaan dalam bersosialisasi pad anak-anak benyak di pengaruhi oleh lingkungan teman sebayanyadan juga karena pengaruh kemajuan tekmologi.
Sesuatu yang dipikirkan teman terhadap kita selalu berpengaruh atas kebahagiaan kita dan sering kali terasa sampai jangka panjang. Pada umumnya anak yang selalu dicari oleh anak-anak lain dikarenakan dia dimiliki keistimewaan atau popularitas tertentu, sehingga menarik anak lain untuk berteman dengannya.
Mereka mampu berpikir bagi dirinya sendiri, menularkan rasa percaya diri tanpa mengganggu atau menyinggung perasaan orang lain. Kemampuan kognitif berkaitan dengan kemampuan menguasai suatu ilmu pengetahuan dan teknologi. Faktor yang menonjol dalam membentuk kemampuan kognitif adalah faktor pembentukan lingkungan alamiah dan lingkungan yang dibuat. 
 Aspek perkembangan dan kemampuan pada seorang anak yaitu:
1.      Tes IQ

IQ tes dipergunakan  untuk mengukur kecakapan anak baik dilakukan secara individual maupun kelompok, untuk mengetahui seberapa jauh anak mengetahui berbagai mata pelajaran  yang diteskan kepada mereka. Dalam proses ingin mengetahui kemampuan orang sebuah tes tidak dapat dilakukan hanya satu kali tapi harus dilakukan beberapa kali. Skor IQ merupakan tes prediksi yang paling baik untuk mengetahui prestasi anak-anak disekolah.
Oleh karena itu  mustahil dpat memisahkan intelegensi dan prestasi pendidikan. Sekolah sangat berpengaruh tentang kemamuan verbal akan tetapi juga berpengaruh pada performasi pada angka dan tugas-tugas.
Pada penelitian yang dilakukan diberbagai Negara seperti Amerika , Jepang,   Cina, oleh para ahli peneliti internasional menentukan kognitif yang berdasarkan pengalan umum. Suasana rumah juga sangat berpengaruh pada hasil tes anak. Fungsi dari tes intelegensi bukan hanya untuk mengukur intelegensi saja akan tetapi juga untuk mencari cara bagaimana meningkatkan dan memperbaiki intelegensi itu. Apabila hal itu dilakukan terhadap seluruh kelas atau sekolah, dengan sendirinya sekolah atau kelas tersebut yang perlu mendapat perbaikan atau peningkatan, jadi bukan hanya individu.

2.      Pendidikan khusus untuk anak cacat

Pengertian anak cacat sebenarnya sangat luas. Istilah cacat dapat digunakan untuk anak-anak yang mempunyai gangguan perkembangan pada fisik, intelektual, bahasa atau gangguan ganda dari beberapa aspek perkembangan anak. Untuk menyikapi perbedaan yang dimiliki anak-anak yang mengalami gangguan, guru-guru harus dpersiapkan dengan kemampuan untuk menangani gangguan tersebut.

3.      Sikap orang tua dalam membentuk perbedaan individu

Guru bukanlah satu-satunya orang dewasa yang dapat mempengaruhi dan membentuk perbedaan anak disekolah.
 Tindakan orang tua agar anaknya berhasil dalam mengikuti pendidikan disekolah antar lain:
a.       Mereka membaca, berbicara, dan mendengarkan pada anaknya, mereka menceritakan perihal anaknya, bermain bersama, bersama-sama melakukan hobi, dan mendiskusikan berbagai berita, program televise dan kejadin yang hangat.
b.      Mereka menyediakan tempat belajar dan menyiapkan buku-buku secara teratur.
c.       Mereka mempersiapkan makanan pada waktu tertentu denagn tepat, tempat tidur, dan tempat mengerjakan pr dan berkenyakinan bahwa anaknya dapat mengikuti pelajaran disekolah.
d.      Mereka selalu mengawasi waktu anak-anak menonton  televise, program yang dilihat , dan kegiatan anak setelah kembali dari sekolah.
e.       Mereka menaruh perhatian tentang kehidupan anaknya disekolah, cerita anaknya tentang kejadian disekolah dan berbagai masalah yang timbul selama anaknya sekolah.

4.      Profesi guru dalam menyikapi perbedaan

Salah satu keberhasilan guru adalah apabila dia memiliki pengaruh yang besar terhadap siswanya  yang mendapat inspirasi mencintai ilmu pengetahuan, rajin bekerja dan belajar. Banyak pada awal belajar ornag tua banyak mengeluh anaknya tidak  memiliki potensi untuk belajar rajin, tetapi setelah guru membina dan mendidik beberapa waktu lamanya, anak didiknya menunjukan peningkatan potensi yang tajam hingga melampaui siswa-siswi yang lain. Hal semacam itu dapat terjadi karena setiap guru pun memiliki karakter dan kemampuan yang berlainan satu dengan yang lain.









BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

           Jadi kesimpulannya dalam perbedaan individual dalam anak usia sd memiliki beberapa pebedaan-perbedaan yang muncul pada beberapa aspek perkembangan anak yaitu perbedaan pada perkembangan  fisik dimana dalam usia anak sd ini biasanya tinggi, rendah, gemuk, dan kurus itu rata atau imbang.  Perbedaan pada perkembangan intelektual dimana dalam tahap in anak-anak sudh mampu menerima materi meskipun kadang kala mereka masih belum mampu untuk menerima materi dan kemudian ia akan tidak dapat mengerjakan tugasnya. Perbedaan pada perkembangan moral dimana pada masa-masa ini anak akan mengikuti tingkah laku seseorang yang mereka senangi atau yang dekat dengannya. Perbedaan kemampuan dimana anak diusia sd memiliki kemampuan yang berbeda-beda seperti kemampuan komunikasi , sosialisasi, dan  kognitif  .
Seorang guru harus dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan keadaan siswanya, maka sangat penting bagi seorang pendidik mengetahui karakteristik siswanya. Selain karakteristik yang perlu diperhatikan juga adalah kebutuhan peserta didik. pemahaman terhadap karakteristik peserta didik dan tugas-tugas perkembangan anak SD dapat dijadikan titik awal untuk menentukan tujuan pendidikan di SD, dan untuk menentukan waktu yang tepat dalam memberikan pendidikan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak itu sendiri. Secara ideal, dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa, sekolah dan guru seyogiyanya dapat menyediakan dan memenuhi berbagai kebutuhan siswanya dalam rangka pencapaian perkembangan diri siswa. Sepeti Pemenuhan Kebutuhan Fisiologis, Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman, Pemenuhan Kebutuhan Kasih Sayang atau Penerimaan, Pemenuhan Kebutuhan Harga Diri , Pemenuhan Kebutuhan Akatualisasi Diri.

MAKALAH SEJARAH PEMUKIMAN




BAB I
PENDAHULUAN


          A. Latar Belakang

 Sejarah pertumbuhan pemukiman banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ekonomi, sosial budaya, politik, teknologi dan keadaan alam sekitar. Perkembangan pemukiman di kota akan lebih mudah dimengerti dengan menguraikan terlebih dahulu perkembangan perkotaan di Indonesia sebagai dampak dari berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Lain halnya dengan pertumbuhan pemukiman di desa ataupun di pedalaman yang terpencil, perkembngan pemukiman di daerah tersebut sangat sulit di mengerti dan tidak pesat perkembangannya, atau bisa dikatakan stagnan dan tidak berubah karena faktor faktor yg mendukung pertumbuhan pemukiman tidak menunjang di daerah tersebut.
     Untuk itu lah seseorang perlu mempelajari sejarah sejarah pertumbuhan pemukiman baik di desa maupun di kota dari masa ke masa untuk perlu kita ketahui.

B. Rumusan Masalah

1.Bagaimana sejarah perkembangn  pemukiman di dunia ?
2.Bagaimana pemukiman sebelum masuknya pengaruh eropa?
3.bagaimana pemukiman pada masa pemerintahan hindia timur sampai berdaulat?
4.bagaimana pemukiman setelah masuknya pengaruh eropa?
5. bagaimana kondisi fisik wilayah geografis Indonesia dengan aktivitas penduduknya?
6. apa hubungan kondisi fisik dengan aktivitas ekonomi penduduk?

C. Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari makalah ini yaitu Untuk menyelesaikan tugas makalah kajian ekosistem mengenai sejarah pemukiman.



BAB II
PEMBAHASAN
           
 A. Sejarah Perkembangan Pemukiman Di Dunia

Permukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perkehidupan dan penghidupan.
Permukiman adalah satuan kawasan perumahan lengkap dengan prasarana lingkungan, prasarana umum, dan fasilitas sosial yang mengandung keterpaduan kepentingan dan keselarasan pemanfaatan sebagai lingkungan kehidupan.
A. Masa Prasejarah
Sejarah pemukiman dimulai dari elemen inti yang paling kecil yaitu rumah. Pada masa prasejarah rumah merupakan :
1. tempat untuk menyelamatkan diri dari bahaya (binatang, manusia, alam dan cuaca).
2. tempat menetap sementara dan selalu berpindah pindah (nomaden) berdasarkan migarsi hewan 3. buruan dan panen bahan makanan (manusia mengumpulkan bahan makanan dari alam.
4. bentuk hunian masih berupa goad dan pohon.
5. perkembangan selanjutnya manusia mulai membuat hunian sendiri dengan memanfaatkan kulit hewan dan kayu yang diberi rangka yang mudah dibongkar pasang.
6.selain itu rumah dibuat dengan menggali tanah dan atap dari kulit hewan.
7. pola hidup dari pengumpul bahan makanan berkembang menjadi petani dan peternak.

B. Masa Yunani Dan Romawi
Pada masa yunani, rumah tetap  menghadap ke dalam, tetapi bagian dalam tersebut dimodifikasi dengan penambahan kolom kolom yang mengelilingi taman dan adanya altar sebagai tempat pemujaan. Terdapat pemisahan antara ruang public untuk pria dan wanita (masa itu wanita dianggap sebagai warga Negara kelas dua).
Pada masa romawi, rumah tetap diorientasikan ke dalam dengan penambahan jendela yang lebih banyak dan dibuat lebih rumit. Pintu masuk dibuat lebih menonjol dengan penambahan hiasan. Bangsa romawi mengenal rumah bertingkat untuk memenuhi pertumbuhan penghuninya.

C.    Masa Abad Pertengahan (Medieval)
 Pada masa medieval, perdagangan hasil pertanian menciptakan kota kota kecil yang memiliki banteng.  Bentuk baru dari rumah adalah berbentuk 2 lantai dimana lantai 1 merupakan tempat untuk usaha dan di lantai atasnya untuk tempat tinggal. Orientasi rumah menghadap ke jalan, bukan lagi ke bagian dalam. Pertumbuhan kota membuat masyarakat membangun rumah yang saling berdempetan. Rumah sangat bergantung pada cahaya dan sirkulasi udara dari muka dan dari belakang rumah. Pada akhir masa pertengahan (abad 19) tercipta prototype rumah yang dipakai oleh keluarga tunggal yaitu rumah deret.

D.    Masa Renaissance
 Kaum bangsawan mulai membuat rumah dengan satu fungsi yang menjadi karakter rumah di masa modern, dengan terpisahnya tempat kerja dengan rumah. Tampilan rumah pada masa itu adalah jendela kaca yang besar dan pemakaian fasade yang seragam berbentuk hiasan garis garis lurus, jendela dan pintu.

E.     Masa Industrialisasi
1.  Ekonomi berdasarkan manufaktur dan pergerakan yang dinamis.
2. Pemisahan rumah dan tempat kerja merata pada semua lapisan masyarakat.
3. Pertumbuhan daerah bisnis di tengah kota mebuat daerah perumahan tergeser ke arah luar kota, sehingga menyebabkan terjadinya variasi tempat tinggal.
4. Perkembangan teknologi membawa pengaruh pesat pada bentuk dan lokasi rumah.

F.     Masa Modern
  Perumahan di masa modern merupakan produk dari perkembangan pemukiman pada masa sebelumnya. Adanya keseragaman bentuk rumah (rumah bermassa tunggal, rumah deret, apartemen). Adanya beberapa orientasi baik ke jalan maupun ke taman dalam.  Fungsi rumah bervariasi baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.

B. Pemukiman Sebelum Masuknya Pengaruh Eropa.

Kota kota di Indonesia tumbuh dan berkembang di bawah pengaruh kebudayaan hindu bhudda,  di susul kemudian oleh kebudayaan islam. Kota kota tersebut umumnya merupakan pusat pusat kerajaan dan perdagangan. Kebanyakan pola tata ruang kota kota di kerajaan di jawa mengikuti suatu pola dasar dengan memperhatikan empat arah mata angin yaitu utara, selatan, barat, timur dan tengah dengan suatu anggapan bahwa suatu kota merupakan sebuah organisme yang hidup seperti manusia.
Konsep tata ruang kota yang berada dibawah pengaruh kebudayaan hindhu masih dapat dilihat pada pola pola perkampungan dan kota kota di bali.

C. Pemukiman Setelah Masuknya Pengaruh Eropa.
            Kota kota dan pemukiman setelah masuknya pengaruh eropa dapat dikelompokan menjadi 2 yaitu
1. Kota Pantai
Merupakan pusat utama kegitan masyarakat kota tersebut, semisal kegiatan perdagangan, penyebaran agama dan kebudayaan serta tempat berkumpul dan bertemunya berbagai suku bangsa dari berbagai neagara.
2. Kota pedalaman
Merupakan pusat pemerintahan kerajaan dan pengembangan tradisi serta banyak di tunjang oleh pusat pusat hasil pertanian daerah.
    
D. Pemukiman Pada Masa Pemerintahan Hindia Timur S/D Berdaulat

Pada awal perang kemerdekaan, setelah jepang dikatakan kalah oleh sekutu pada tahun 1945, banyak kota kota besar yang dibakar dan ditinggalkan oleh penduduknya mengunsi ke kota kota kecil. Pembangunan pada awal pengakuan kedaulatan tidak banyak dilakukan.
Untuk merehabilitasi  kerusakan kerusakan yang terjadi akibat perang, Belanda mengeluarkan Stads Vormings Ordonansi pada tahun 1948 dan Stads Vormings Verorderning sebagai peraturan pelaksanaannya. Belanda mulai mempersiapakan pembangunan kota baru di kebayoran sebelah selatan Jakarta, untuk tempat tinggal para pegawai dan menampung pertumbuhan penduduk Jakarta. Namun kota tersebut belum sempat dibangun karena adanya penyerahan kedaulatan pada tahun 1949. Pembangunan kota ini baru dilakukan pemerintah Indonesia pada awal tahun lima puluhan.

E.    Pemukiman Pada Masa Kemerdekaan

1. Terjadinya pemberontakan di beberapa daerah di Jawa, Sulawesi,      Sumatra dan Maluku 
2. Perumahan yang teratur dibangun oleh Pemerintah bagi para pegawai negeri yang terus bertambah atau oleh perusahaan perusahaan besar untuk karyawannya.
3. Penduduk asli kota yang memiliki tanah yang luas membangun rumah rumah petak kontrakan untuk pendatang baru.
4. Selain kebayoran baru, banyak lagi kota kota baru lainnya yang dibangun, baik dari lokasi maupun dari perluasan kota kecil yang sudah ada sebelumnya.
5. Pada awal tahun 1970an pihak swasta mulai membangun perumahan yang direncanakan dengan baik , namun baru terbatas kepada bangunan bangunan mewah (PONDOK INDAH).
6. Rumah susun sebagai solusi kebutuhan perumahan daerah perkotaan yang lahannya terbatas jumlahnya masih sedikit (semula dibangun pemerintah untuk pegawai), awal 1980an baru muncul rusun sederhana untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
7. Rusun yang dibangun untuk masyarakat berpenghasilan tinggi dibangun oleh swasta di awal tahun 1990 an.
F. kondisi fisik wilayah geografis Indonesia dengan aktivitas penduduknya
Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki keragaman bentuk muka bumi, baik di daratan, maupun dasar laut. Kondisi yang demikian ini ternyata mempunyai hubungan yang erat dengan aktifitas dengan manusianya. Masi ingatkah kalian pada kondisi social suatu wilayah tidak akan terlepas dari keadaan fisiknya. Satu ciri utama kajian geografis adalah mengakaji saling hubungan antara unsur fisik dan unsure social di permukaan bumi.
Pemanfaatan lingkungan fisik oleh manusia pada hakikatnya tergantung pada kondisi lingkungan fisik itu sendiri dan kualitas manusianya. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh pada kegiatan manusia untuk megelola dan memanfaatkan kondisi lingkungan fisiknya untuk kesejahteraan hidupnya. Hal iini merupakan jenis aktifitas ekonomi penduduk dalam mengolah alam sebagai hasil daripada geografi.
Berikut adalah bentuk – bentuk muka bumi sebagai akjian daripada geografi:
1. Bentuk-Bentuk Dataran
Ternyata di Indonesia ini memiliki bentang alam atau bentuk permukaan bumi yang ada di daratan berbeda-beda. Ada yang disebut dataran tinggi, ada yang disebut dataran rendah, dan ada yang disebut pantai.
Dataran yang dikenal di Indonesia antara lain :
Dataran tinggi: Bandung, Sukabumi, Gya dan Alas.
Dataran rendah : Karawang, Sidoarjo.
Dataran pantai : Pantai utara pulau jawa, Pantai timur sumatera, Kalimantan Barat.
a. Wilayah dataran tinggi
Dataran tinggi adalah bentuk muka bumi yang relatif datar yang letaknya di daerah yang tinggi yaitu memiliki ketinggian antara 700-800 meter di atas permukaan laut
b. Wilayah pegunungan
Pegunungan merupakan deretan atau rangkaian gunung yang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Pegunungan memiliki ketinggian 500 m di atas permukaan laut.
c. Wilayah dataran rendah
Dataran rendah adalah bentuk permukaan bumi yang relative datar dan letaknya di daerah yang rendah memiliki ketinggian dari 600 m di atas permukaan laut.
d. Wilayah dataran pantai
Dataran pantai adalah daerah yang letaknya ditepi laut di mana sejauh air pasang masih bisa mencapai daratan.

G. Hubungan Kondisi Fisik Dengan Aktifitas Ekonomi Penduduk
Ternyata lingkungan fisik tempat hidup manusia di permukaan bumi berbeda-beda. Ada wilayah yang bergunung dan berbukit, tanahnya kurang subur, iklimnya tidak nyaman. Kondisi yang demikian akan menyulitkan penduduknya, baik dibidang ekonomi, maupun transportasi. Sebaliknya ada pula wilayah permukaan bumi yang tropografinya landai, iklimnya nyaman, curah hujannya cukup, tanahnya subur. Bagi daerah yang subur tropografinya landai cukup sumber air iklimnya nyaman, menjadi pusat akumulasi penduduk untuk melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.
Aktifitas ekonomi penduduk dalam memenuhi hidupnya cenderung dipengaruhi oleh lingkungan fisiknya, walaupun tidak sepenuhnya mutlak. Kosentrasi penduduk cenderung terjadi pada daerah-daerah yang topografi datar, tanahnya subur, dekat sumber air dan iklimya sejuk. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki manusia maupun mengurangi pengaruh lingkungan alamnya, karena ada faktor-faktor endogen dalam diri manusia yaitu kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan. Hubungan aktifitas penduduk yang berkaitan dengan kondisi fisik dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Aktivitas Ekonomi penduduk di wilayah dataran tinggi
Aktifitas penduduk karena daerah ini beriklim sejuk. Di dataran tinggi kegiatan ekonomi penduduk cenderung dibidang pertanian lahan kering. Ladang pertanian yang dibudidayakan adalah hortikultura antara lain, sayur-sayuran, buah-buahan dan taman hias.
Gambar pertanian di dataran tinggi:
2. Aktivitas Ekonomi penduduk di wilayah pegunungan
Disamping dimafaakan sebagai areal hutan, wilayah pegunungan banyak dibudidayakan perkebunan, seperti kina, karet dan the. Penduduk yang bermukim di daerah pegunungan sebagian ada yang bekerja sebagai buruh perkebunan.
3. Aktivitas Ekonomi penduduk di wilayah dataran rendah
Dataran rendah merupakan dataran tempat untuk kosentrasiPenduduk, karena itu daerah dataran redah sangat cocok untuk pemukiman penduduk dengan pola kosentris. Aktivitas penduduk terdiri atas berbagai jenis, mulai dari pertanian, perikanan, tambak.
Dibidang pertanian, perkebunan dan perikanan bisa dikembangkan karena tersedianya air yang cukup, di samping iklimnya yang menunjang untuk pertumbuhan tanaman dataran rendah. Disamping itu bidang industri dan jasa di dataran rendah dapat berkembang secara optimal, hal ini bisa terjadi karena ditunjang oleh sarana dan prasarana berupa transportasi jalan raya dan jalan kereta api, pusat pertokoan dan perdagangan serta pendidikan.
gambar disamping adalah gambar
aktifias ekonomi dataran rendah
4. Aktivitas Ekonomi penduduk wilayah pantai
Penduduk yang bertempat tinggal di pantai tidak selalu bermata pencaharian sebagai nelayan. Hal ini tergantung pada kondisi pantainya curam dan terjal tetentu saja akan mencari jalan lain, misalnya sebagi petani, atau pencari sarang burung walet seperti misalnya di pantai Karangbolog Gombong. Karena pada pantai yang tebingnya terjal menyulitkan dipakaii sebagai pelabuhan ikan.
Tetapi jika pantainya landai justru mata pencahariannya sebagai nelayang penangkap ikan, karena pantai yang landai, gelombang laut tidak terlalu besar, baik dijadikan dermaga tempat berlabuhnya kapal-kapal motor para nelayan.
3. Hubungan Kondisi Geografis Dengan Transportasi
Kegiatan transportasi memiliki hubungan erat dengan kondisi fisik suatu daerah dan kegiatan ekonomi suatu daerah. Pada daerah dataran tinggi ongkos transportasi relatif mahal karena medan yang berbukit, tanjakkan, dan banyak berbelok-belok, berpengaruh terhadap pemakaian bahan bakar. Tidak jarang pada daerah berbukit dan bergunug seperti di Irian Jaya transportasi untuk menghubungkan satu daerah dengan daerah lain tidak lewat daratan, tetapi lebih banyak menggunakan pesawat terbang. Berbeda dengan di dataran rendah, sarana jalan yang datar dan tidak ada tanjakan, ongkos transportasi relative murah, dan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi penduduk.
Indonesia memilki wilayah yang beragam yang terdiri dari berbagai pulau yang menjadi kendala yang perlu disikapi dalam kaitannya dengan sarana dan prasarana transportasinya. Jenis sarana transportasi yang ada di Indonesia masih ada yang bersifat dominan dan berbeda-beda.
a. Di Pulau Jawa
Sarana transportasi sungai di Jawa dewasa ini sudah tidak banyak digunakan karena, sungai di Jawa relative pendek-pendek. Disamping itu di Jawa sudah dikembangkan transportasi darat, karena prasarana angkutan sudah maju disbanding pulau-pulau lain, seperti jalan raya, jalan tol, jalan kereta api. Demikian pula sarana transportasi udara di pulau Jawa sudah berkembang sebagai alternative dari transportasi darat.
b. Di Pulau Sumatera
Di wilayah timur Sumatera yang berawa-rawa dan memiliki banyak sungai-sungai panjang dikembangkan alat angkutan air berupa perahu dan sampan. Untuk transportasi antar pulau-pulau kecil digunakan speedboad dan jel foil. Jadi alat transportasi yang dominan adalah angkutang sungai. Tetapi kebanyakan daerah sumatera adalah daratan sehingga semua jenis transportasi ada di Sumatera.
Gambar di atas merupakan salah satu dari jenis transportasi yang ada di pulau Sumatera selain traonsportasi darat dan udara.
c. Di Pulau Kalimantan
Kondisi geografis di pulau Kalimantan memilki banyak sungai-sungai besar dan panjang-panjang. Pembangunan jalan raya antar propinsi belum berkembang. Oleh karena itu sesuai dengan kondisi fisiknya maka prasarana transportasi yang berkembang di sana adalah sungai, alat transportasi yang dominan perahu dan sampan.
d. Di Sulawesi, Maluku dan Papua
Transportasi yang dikembangkan di Sulawesi sesuai kondisi fisiknya demikian juga yang ada di Maluku dan Papua. Dominan menggunakan pelayaran pantai dan feri.
Aktivitas transportasi merupakan salah satu dari aktifitas ekonomi yang harus memperhatikan kondisi fisik suatui wilayah dan transportasi menjadi sumber pembangunan suatu daerah, karena dengan adanya transportasi maka akan terjadi aktivitas ekonomi yang bagus. Manusia dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya tidak bisa dilepaskan dari jasa transportasi untuk pengangkutan barang dan orang. Disamping itu, karena pengetahuan dan keterampilan manusia tidak selalu sama pada tiap daerah, maka diperlukan transportasi untuk memindahkan seseorang dari satu tempat ke tempat yang kain dalam rangka transfer of knowledge.




BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Jadi kesimpulan dari makalah ini adalah bahwa sejarah pertumbuhan pemukiman sangat penting untuk kita ketahui, karena di dalamnya kita dapat mengetahui dan mendapat informasi tentang pemukiman pemukiman baik di desa maupun di kota pada zaman dahulu hingga zaman serba canggih seperti sekarang.

Saran

Penulis menyarankan agar pembaca bisa memahami isi makalah dan dengan membaca makalah ini pembaca bisa mengetahui apa manfaat mempelajari sejarah tentang pemukiman.

TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...