Sabtu, 08 Juli 2017

CBR PSIKOLOGI



Identitas Buku
  1. Buku Utama
Judul buku                 : Psikologi Pendidikan
Penulis                       : Rochman Natawijaya
                                     H.A. Moein Moesa
Penerbit                     : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Jenderal
                                     Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan Tenaga Dan Kependidikan.
Tahun terbit              : 1991/1992







  1. Buku pembanding

Judul buku          : Psikologi Pendidikan
Penulis                : Dr. Muhibbin Syah, M.Ed
Penerbit              : PT REMAJA ROSDAKARYA
Tahun terbit       : 2015




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Psikologi pendidikan adalah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan.
Bidang psikologi pendidikan didirikan oleh bebrapa perintis bidang psikologi sebelum abad ke-20. Psikologi pendidikan adalah perkembangan dari psikologi perkembangan dan psikologi sosial, sehingga hampir sebagian besar teori-teori dalam psikologi perkembangan dan psikologi sosial digunakan dipsikologi pendidikan.
Psikologi pendidikan mempelajari bagaimana manusia belajar dalam setting pendidikan, keefektifan sebuah pengajaran, cara mengajar, dan pengelolaan organisasi sekolah. Psikologi sebagai ilmu pengetahuan dan teori banyak pendidik dan psikologis yang kurang paham arti dari kenyataan bahwa psikologi mengarah pada ilmu pengetahuan dan sangat baik sebagai suatu profesi.
Psikologi pendidikan adalah studi yang sistematis terhadap proses yang berhubungan dengan pendidikan, sedangkan pendidikan adalah proses pertumbuhan yang berlangsung melalui tindakan-tindakan belajar. Psikologi pendiidkan memusatkan perhatian pada persoalan-persoalan yang berkenaan dengan proses dan factor-faktor yang berhubungan dengan tindakan belajar.

B.     Tujuan
  1. Untuk mengkritisi buku psikologi pendidikan
  2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah psikologi pendidikan
  3. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan buku psikologi pendidikan

C.    Manfaat
  1. Dapat mengkritisi buku psikologi pendidikan
  2. Dapat memenuhi tugas mata kuliah psikologi pendidikan
  3. Dapat mengetahui kelebihan dan kelemahan buku psikologi pendidikan



BAB II
ISI
Ringkasan Isi buku utama
Bab 1 Pendahuluan
 Bab ini terdiri atas 6 bagian, yaitu :
  1. Rasional Penulisan Buku
Rasional penulisan buku memiliki 5 bagian yang harus diketaui , yaitu :
1.      Masalah teori dan praktek.
2.      Agak memiliki periaku unik.
3.      Profesionalitas guru kelas.
4.      Interaksi edukatif dan interaksi psikologi.
5.      Psikologi pendidikan : Masalah dipecahkan simultan.
  1. Tujuan Penulisan Buku
Buku ini ditulis sesungguhnya bukanlah dimaksudkan untuk menjadi sebuah buku teks secara bebas ditulis dan dipenuhi dengan teori – teori pendidikan.
  1. Sasaran Penggunan Buku
  2. Ruang Lingkup
  3. Pola Penyajian Tujuan
Garis besar pola penyajian tulisan dan materi untuk setiap bab disusun terdiri dari:
1.      Tujuan.
2.      Bagian awal sebagai pembukaan bab.
3.      Uraian pokok.
4.      Tugas dan pertanyaan.
  1. Cara Mempelajari Buku
1.      Petunjuk bagi pengajar.
2.      Petunjuk bagi mahasiswa.


Bab 2 , Kajian Psikologi Pendidikan Dan Peranannya Dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar.
  1. Makna dan pentingnya kajian psikologi pendidikan bagi guru.
  2. Fungsi dan ruang lingkup psikologi pendidikan.
Dalam hal ini dua fungsi dari ahli psikologi pendidikan adalah :
1.      Melakukan penelitian untuk mempelajari cara mengajar atau membelajarkan yang paling efektif.
2.      Menerapkan dan memanfaatkan temuan-teuan penelitian dalam cabang-cabang psikologi yang lain didalam kaitannya dengan ihwal pendidikan.
  1. Psikologi pendidikan sebagai ilmu pengetahuan
  2. Belajar dan pembelajaran
  3. Bentuk-bentuk hasil belajar
Dibawah ini kita hanya akan membahas bebrapa pernyataan hasil belajar yang penting dan sering terjadi.
1.      Kebiasaan sebagai pernyataan hasil belajar
2.      Keterampilan sebagai pernyataan hasil belajar
3.      Himpunan tanggapan sebagai hasil belajar
4.      Hafalan sebagai pernyataan hasil belajar melalui proses asosiasi
5.      Kemampuan nalisi sebagai pernyataan hasil belajar
6.      Sikap dan rujukan nilai sebagai hasil belajar
7.      Inhibisi sebagai pernyataan hasil belajar
8.      Ketelitian pengamatan
9.      Kecakapan memecahkan masalah
10.  Pengetahuan siap
11.  Keterampilan menggunakan metode baru
Bab 3, Pembelajaran Dan Perkembangan Siswa Sekolah Dasar
  1. Usaha manusia mengenai perbedaan individual
1.      Dua pandangan yang berbeda
2.      Manusia dapat diukur
3.      Ilmu baru dan kebutuhan praktis
  1. Perbedaan individual dalam belajar
Berikut adalah perbedaan-perbedaannya:
1.      Kapasitas belajar memang tidak sama
2.      Pengaruh perkembangan dari pertumbuhan
3.      Dimensi-dimensi perkembangan
4.      Perbedaan individual dan strategi pembelajaran
  1. Pengaruh faktor heriditer dan lingkungan terhadap belajar dan pembelajaran siswa
Factor paling dominan dalam menetukan karakteristik manusia : factor heriditer.
1.      Pandangan kaum heditarian
2.      Pandangan kaum enviromentalls
3.      Bukti-bukti hasil penelitian
4.      Pandangan kaum modern
5.      Guru memerlukan wawasan yang luas
  1. Belajar dan perkembangan intelegensi anak
Berikut terdapat beberapa hal mengenai intelegensi
1.      Pengertian intelegensi
2.      Berbagai teori tentang intelegensi
3.      Pengaruh belajar terhadap perkembangan intelegensi
4.      Pola perkembangan intelegensi siswa sekolah dasar
5.      Peranan pengalaman dari sekolah dari sekolah terhadap inteligensi
Bab 4, Motivasi Dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar
  1. Motiv dan Motivasi
1.      Mengapa individu melakukan suatu perbuatan?
2.      Rumus umum perilaku individu










 
          

3.      Asal mula dan perkembangan motif
  1. Peranan motivasi dalam belajar dan pembelajaran
Ada beberapa peranan penting otivasi dalam pembelajaran dan belajar, antara lain:
1.      Motivasi menentukan penguatan belajar
2.      Motivasi memperjelas tujuan belajar
3.      Motivasi menentukan ragam kendali rangsangan belajar
4.      Motivasi menentukan ketekunan belajar
  1. Faktor-faktor pribadi dalam motivasi
  2. Faktor-faktor lingkungan dan motivasi
  3. Teknik-teknik motivasi dalam belajar mengajar
  4. Peranan guru dalam motivasi belajar siswa
Dalam upaya meningkatkan motif belajar siswa, guru mempunyai peranan yang sangat besar, antara lain adalah:
1.      Mengenal setiap siswa yang diajarinya secara pribadi
2.      Memperlihatkan interaksi yang menyenangkan
3.      Menguasai berbagai metode dan teknik belajar mengajar dengan menggunakannya secara tepat.
4.      Menjaga suasana kelas supaya para siswa terhindar dari konfllik dan frustrasi.
5.      Memperlakukan siswa sesuai dengan keadaan dan kemampuannya.
Bab 5, Proses Dan Teori Belajar
  1. Hakikat belajar
1.      Kematangan dan belajar
2.      Apa yang dimaksud dengan belajar?
3.      Beberapa ciri belajar
4.      Unsur-unsur apa y ang mempengaruhi proses belajar
5.      Prinsip-prinsip belajar
a.       Psinsip efek kepuasan
b.      Prinsip pengulangan
c.       Prinsip kesiapan
d.      Prinsip kesan pertama
e.       Prinsip makna yang dalam
f.       Prinsip bahan baru
g.      Prinsip gabungan
6.      Faktor-faktor yang mempengaruhi proses belajar
  1. Teori- teori belajar
1.      Teori tradisional
2.      Teori modern
3.      Teori mengkondisi
  1. Pengalihan Belajar
1.      Hakikat pengalihan belajar
2.      Kondisi-kondisi yang mempermudah pengalihan belajar
3.      Usaha untuk menjelaskan pengalihan belajar
Bab 6, Kaitan Psikologis Upaya Pembelajaran Di Sekolah Dasar
  1. Pendahuluan
1.      Perlunya mempelajari keterampilan mengajar
2.      Makna membelajarkan
3.      Tujuan belajar
4.      Klasifikasi bentuk pembelajaran
  1. Struktur dasar upaya pembelajaran klasikal
1.      Bagian pendahuluan pengajaran klasikal
2.      Batang tubuh pembelajaran klasikal
3.      Bagian penutup pembelajaran klasikal
  1. Metode latihan
1.      Pengertian.
2.      Fungsi dan penggunaan metode latihan.
3.      Beberapa kebaikan dan kelemahan metode latihan
  1. Metode Ceramah
  1. Pengertian
  2. Upaya meperbaiki dan meningkatkan metode ceramah.
  3. Organisasi materi ceramah.
  4. Keuntungsn dan kelemahan metode ceramah
  1. Metode diskusi
1.      Pengertian
2.      Beberapa masalah dalam penggunaan metode diskusi
3.      Beberapa keunggulan dan kelemahan metode diskusi
Bab 6, Tujuan Psikologi Mengenai Evaluasi Dan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar
  1. Makna dan fungsi evaluasi dalam belajar pembelajaran.
1.      Makna evaluasi
2.      Fungsi evaluasi
  1. Struktur dasar upaya pembelajaran klasikal
1.      Bagian pendahuluan pengajaran klasikal
  1. Jenis dan alat evaluasi belajar
1.      Jenis tes
2.      Jenis evaluasi
3.      Keunggunalan dan kelemahan jenis tes tertulis
  1. Peranan evaluasi dalam diagnosis dan perbaikan hasil belajar
1.      Kesulitan belajar
2.      Langkah –langkah perbaikan.







BAB III
PEMBAHASAN

ASPEK
KELEBIHAN
KELEMAHAN
Cover
  1. Buku utama
Cover pada buku utama berwarna kuning dan biru . pada cover ini tidak terdapat banyak hiasan ataupun gambar ilustrasi , dan hanya berisi satu gambar/logo kecil sebelum judul buku, yaitu logo tut wuri handayani.
Untuk cover buku pada tahun 1991 , cover buku ini sudah cukup baik.

  1. Buku pembanding
cover pada buku pembanding memiliki cover yangberwarna kuning.
Cover pada buku ini cukup simpel tetapi tetap memiliki kesan menarik saat melihat covernya.
Memasukkan sedikit ilustrasi pada sampul bagian depan membuat buku terlihat menarik.
  1. Buku utama
Cover pada buku ini terlalu simple dan polos.
Tidak banyak memakai ilustrasi atau gambar membuat buku ini terlihat sangat sederhana dan sedikit monoton.
Font yang digunakan untuk membua tulisan pada cover juga haya font biasa dengan keseluruhan warna hitam.
Jika dibandingkan dengan buku pembanding jelas saja sampul atau cover buku ini masih kurang bagus,karena buku pembanding diproduksi diwaktu yang sangat jauh dari buku pembanding.
  1. Buku pembanding
cover ini sebenarnya memiliki kelebihan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan buku pembanding .
kelemahan buku ini terletak pada sampulnya yang masih terlihat terlalu simple.


Bahasa
  1. Buku utama
Penggunaan Bahasa pada buku utama adalah Bahasa baku.
Terdapat banyak istilah dan kata-kata ilmiah.
Pada buku ini penulis menyampaikan isi buku dengan bahasa yang cukup baku , jika dilihat dari kapan buku ini diterbitkan tidak heran bahwa masih ada kata atau bahasaasing yang masih sulit dimengerti.

  1. Buku pembanding
Jika dibandingkan dengan buku utama yang jauh lebih dulu diterbitkan disbanding buku pembanding , tentu saja Bahasa yang digunakan pada buku pembanding sudah disesuaikan pada zaman sekarang.
Bahasa pada buku pembanding cenderung baku namun mudan untuk dipahami pembaca.

  1. Buku utama
Penulis menggunakan Bahasa yang baku dan cukup sulit dimengerti orang awam .
Ada baiknya penulis memberikan glosarium atau pengertian ari istilah yang digunakan agar pembaca dapat mengetahui apa yang ingin penulis sampaikan dengan kata-kata tersebut.
Dengan membuat Bahasa yang baik dan benar, pembaca juga dapat lebih mudah memahami isi buku utama ini sendiri.

  1. Buku pembanding
meskipun penggunaan Bahasa pada buku ini sudah diakatakan cukup baik , akan tetapi masih saja ada bagian atau kata istilah yang dirasa kurang dimengerti pembaca yang dapat menyulitkan pembaca dalam memahami maksud tulisan tersebut.



Isi
  1. Buku utama
Pada buku utama isi dirasa , cukup bak hanya saja kata-kata yang duliskan dirasa kurang dimengerti.
Pada buku ini pemberian rumus yang sesuai, dan tabel , dirasa cukup membantu pembaca .
Bahasan yang diambil buku ini juga sangat bagus, terdiri atas 7 bab buku ini mengambil banyak subbab yang berisikan banyak informasi bagi pembaca yang ingin mmebaca buku psikologi ini.

  1. Buku pembanding
Pada buku pembanding isi cukup bagus dan cukup mudah dipahami, jika dibandingkan dengan buku utama tentu saja buku ini lebih direkomendasikan untuk dibaca Karena Bahasa yang mudah dimengerti dan bahasan dalam buku ini tidak terlalu berat.
  1. Buku utama
buku ini dirasa memiliki banyak kelemahan , khususnya pada isi buku sendiri.
Bahasa yang berbelit-belit dan kata-kata yang sulit dipahami menjadi kelemahan yang cukup banyak terdapat pada buku ini.
Buku dirasa terlalu berbelit dengan menggunakan contoh langsung yang diceritakan dengan cara yang dirasa kurang efektif , membuat pembaca sulit memahami buku ini.
Sebaiknya penulis langsung memberikan dengan jelas kedalam tulisannya, bukannya memberikan penjelasan yang sangat rumit untuk dipahami.
  1. Buku pembanding
Meskipun begitu masih saja terdapat kata-kata ataupun istilah yang sulit untuk dimengerti oleh pembaca.



BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
Buku “Psikologi Pendidikan” ini berisi tentang baimana psikologi pada pembelajaran . bagaimana cara guru mnghadapi tingkah individu peserta didik yang berbeda-beda didalam kelas dan bagaimana cara menghadapi mereka.
Jika dilihat dari isi buku sendiri buku dibuat untuk anak usia Sekolah Dasar , dimana pada usia tersebut siswa masih dalam masa perkembangan yang psikologisnya perlu diperhatikan dengan baik oleh orang-orang disekitarnya. Dikarenakan siswa memiliki waktu sekolah yang cukup lama perharinya , guru juga dirasa berperan penting dalam psikologi siswa , maka dari itu buku ini ditujukan agar guru dapat memotivasi, dan memperlakukan siswa sebagaimana mereka seharusnya dan tidak berperilaku semena-mena.
Didalam buku ini juga dijelaskan apa saja perannan psikologi terhadap pembelajaran, cara guru memotivasi siswa , dan sebagainya. Perkembangan siswa sekolah dasar juga diikut sertakan menjadi bahasan pada buku ini karena masih menyangkut kepada psikologi siswa.
Saran
Selaku penulis makalah ini saya menyadari masih banyaknya kesalahan baik dalam penyampaian atau pun pada format penulisan Critical book Report ini. Maka dari itu saya mengharapkan saran yang bersifat membangun agar kedepannya didapati Critical Book Report yang lebih baik.

MAKALAH PAUD



BAB I
PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang
          Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang memberikan pengasuhan, perawatan, dan pelayanan kepada anak Usial Lahir sampai 6 tahun. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki sekolah dasar dan kehidupan tahap berikutnya.
Undang-undang no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 angka 14 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia  enam  tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Filosofi pendidikan merupakan kerangka landasan yang sangat fundamental bagi sistem pendidikan dan para pendidik. Kerangka filosofis memberikan gambaran tentang cara pandang guru terhadap pendidikan itu sendiri (termasuk didalamnya kurikulum, tujuan pendidikan dan isi pendidikan), anak didik dan proses pembelajaran. Kerangka filosofis harus menjadi kerangka berpikir guru atau mind set guru dalam menyelenggarakan praksis pembelajaran.

1.2            Rumusan Masalah
1.     Mengetahui pengertian, tujuan, fungsi, dan jenis PAUD
2.     Mengetahui prinsip-prinsip perkembangan PAUD
3.     Mengutahui alasan pentingnya PAUD
4.     Mengetahui ciri-ciri PAUD
5.     Mengetahui pandangan filsuf tentang PAUD
6.     Mengetahui hakikat pendidikan PAUD



1.3            Tujuan
Untuk dapat mengetahui, menjelaskan, menjabarkan tentang pengertian, tujuan, fungsi, dan jenis PAUD, prinsip-prinsip perkembangan PAUD, alasan pentingnya PAUD, ciri-ciri PAUD ,pandangan filsuf tentang PAUD, hakikat pendidikan PAUD


























BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian, tujuan, fungsi, dan jenis PAUD
1.    Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang memberikan pengasuhan, perawatan, dan pelayanan kepada anak Usial Lahir sampai 6 tahun. Pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki sekolah dasar dan kehidupan tahap berikutnya.
UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/> Pendidikan usia dini  merupakan wahana  pendidikan yang sangat fundamental dalam memberikan kerangka dasar terbentuk dan berkembangnya dasar-dasar pengetahuan, sikap dan keterampilan pada anak. Keberhasilan proses pendidikan pada masa dini tersebut menjadi dasar untuk proses pendidikan selanjutnya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan pada lembaga pendidikan anak usia dini, seperti : Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, Satuan Padu Sejenis  maupun Taman Kanak-kanak sangat tergantung pada sistem dan proses pendidikan yang dijalankan.
2.       Tujuan pendidikan anak usia
                Secara umum tujuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Sedangkan berdasarkan tinjauan aspek didaktis psikologis tujuan pendidikan di Pendidikan Anak Usia Dini yang utama adalah:
Menumbuhkembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan agar mampu menolong diri sendiri (self help), yaitu mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri seperti mampu merawat dan menjaga kondisi fisiknya, mampu mengendalikan emosinya dan mampu membangun hubungan dengan orang lain.
Meletakkan dasar-dasar tentang bagaimana seharusnya belajar (learning how to learn). Hal ini sesuai dengan perkembangan paradigma baru dunia pendidikan melalui empat pilar pendidikan yang dicanangkan oleh UNESCO, yaitu learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together yang dalam implementasinya di  lembaga PAUD dilakukan melalui pendekatan learning by playing, belajar yang menyenangkan (joyful learning) serta menumbuh-kembangkan keterampilan hidup (life skills) sederhana sedini mungkinFungsi Pendidikan Anak Usia Dini
Program kegiatan bermain pada pendidikan anak usia dini memiliki sejumlah fungsi, yaitu: (1) untuk mengembangkan seluruh kemampuan yang dimiliki anak sesuai dengan tahap perkembangannya, (2) mengenalkan anak dengan dunia sekitar, (3) mengembangkan sosialisasi anak, (4) mengenalkan peraturan dan menanamkan disiplin pada anak dan (5) memberikan kesempatan kepada anak untuk menikmati masa bermainnya.

3.       Fungsi Pendidikan Anak Usia Dini
                Berdasarkan tujuan pendidikan anak usia dini dapat ditelaah beberapa fungsi pendidikan anak usia dini, yaitu :
a. Fungsi Adaptasi
                Berperan dalam membantu anak melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi lingkungan serta menyesuaikan diri dengan keadaan dalam dirinya sendiri. Dengan anak berada di lembaga pendidikan anak usia dini, pendidik membantu mereka beradaptasi dari lingkungan rumah ke lingkungan sekolah. Anak juga belajar mengenali dirinya sendiri.
b. Fungsi Sosialisasi
                Berperan dalam membantu anak agar memiliki keterampilan-keterampilan sosial yang berguna dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari dimana ia berada. Di lembaga pendidikan anak usia dini anak akan bertemu dengan teman sebaya lainnya. Mereka dapat bersosialisasi, memiliki banyak teman dan mengenali sifat-sifat temannya.
c. Fungsi Pengembangan
                Di Lembaga pendidikan anak usia dini ini diharapkan  dapat pengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak. Setiap unsur potensi yang dimiliki anak membutuhkan suatu situasi atau lingkungan yang dapat menumbuhkembangkan potensi tersebut kearah perkembangan yang optimal sehingga menjadi potensi yang bermanfaat bagi anak itu sendiri maupun lingkungannya.
d. Fungsi Bermain
                Berkaitan dengan pemberian kesempatan pada anak untuk bermain, karena pada hakikatnya bermain itu sendiri merupakan hak anak sepanjang rentang kehidupannya. Melalui kegiatan bermain anak akan mengeksplorasi dunianya serta membangun pengetahuannya sendiri.
C . Jenis-jenis Pendidikan Anak Usia Dini
v  PAUD Formal ; TK, Raudhatul Atfal.
v  PAUD Non Formal ; Kelompok Bermain (KB), Taman Pendidikan Anak (TPA), Pos Paud ..dll
v  PAUD Informal ; Keluarga.


2.2  Prinsip-prinsip Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini
Prinsip dalam Pendidikan Anak Usia Dini 
Untuk memenuhi aspek-aspek dalam perkembangan anak baik aspek fisik, kognitif, sosial emosional dan bahasa serta aspek lainnya seperti agama dan moral, kemandirian dan seni), maka perlu dilakukan berbagai prinsip yang meliputi:
1. Berorientasi pada Kebutuhan Anak
2. Belajar melalui bermain
3. Pendekatan  Berpusat pada Anak
4. Pendekatan Kontruktivisme
5. Pendekatan Kreatif dan inovatif
6.  Lingkungan yang kondusif
7. Menggunakan pembelajaran terpadu
8. Pengembangan Tematik
9. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar
10. Mengembangkan berbagai kecakapan hidupktri

2.3 Ciri-ciri perkembangan  pendidikan PAUD
1.       Menyiakan tenaga manusia yang berkualitas.
2.       Mendorong percepatan perputaran ekonomi dan rendahnya biaya sosial karena tingginya proktutivitas kerja dan daya tahan.
3.       Meningkatkan pemerataan dalam kehidupan masyarakat.
4.       Menolong para orang tua dan anak-anak.

Pendidikan Anak Usia Dini tidak sekedar fungsi untuk memberikan pengalaman belajar kepada anak, tetapi yang lebih penting berfungsi untuk mengoptimalkan perkembangan otak. Pendidikan anak usia dini sepatutnya juga mencakup seluruh proses stimulasi psikososial dan tidak terbatas pada proses pembelajaran yang terjadi dalam lembaga pendidikan. Artinya, pendidikan anak usia dini dapat berlangsung dimana saja dan kapanpun saja seperti halnya interaksi manusia yang terjadi dalam keluarga, teman sebayanya, dan dari hubungan kemasyarakatan yang sesuai dengan kondusi dan perkembagan anak usia dini.
Anak usia dini mengkonstruksi pemikirannya melalui bermain. Bermain sebagai kebutuhan dasar bagi anak, karena ketika bermain anak sesungguhnya sedang belajar. Belajar bagi anak usia dini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.       Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram.
2.       Siklus belajar anak selalu berulang dimulai dari membangun kesadaran, melakukan eksplorasi, memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat mempergunakannya.
3.       Anak belajar melalui interaksi sosial dengan orang dewasa dan sebayanya.
4.       Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya.
5.       Perkembngan dan b elajar anak harus memperhatikan perbedaan individual.
6.        Anak belajar dengan cara sederhana ke rumit.

TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...