Minggu, 09 Juli 2017

INOVASI PENDIDIKAN Profesionalisme Tenaga Kependidikan



INOVASI PENDIDIKAN
Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pendidikan

Judul buku          : Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan
Penulis                        : Prof. Dr. Sudarwan Danim
Penerbit                      : CV Pustaka Setia
Tahun Terbit             : 2002
Tebal Hlm                  : 204
Harga                                     : 35.000

BAB. 1
Di dalam Bab 1 ini membahas tentang Tenaga Kependidikan, di dalam tenaga kependidikan ini juga dapat membahas tentang , Multiperan Guru , Utilitas Lulusan, dan Jenis – jenis Tenaga Kependidikan. Yang dimaksud Multiperan Guru  adalah  guru yang menjalankan tugas pokok dan fungsi yang bersifat multiperan, yaitu sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih. Yang dimaksud dengan Utilitas Lulusan adalah lembaga pendidikan formal di mulai dari jenjang pendidikan dasar. Dan jenis – jenisnya adalah pengelola sistem pendidikan, Misalnya kepala kantor  dinas pendidikan di tingkat provinsi atau kabupaten/kota.
                              
BAB. 2
Di dalam bab 2 ini membahas tentang Defenisi dan Maknanya, Defenisi Profesi adalah semakin populer kita dengar sejalan dengan semakin kuatnya tuntutan kemampuan profesi dalam bekerja. Maknanya secara etimologi dan terminologi, secara etimologi  diartikan pengakuan, menyatakan kemampuan. Secara terminologi diartikan suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi. Dan ada juga penghampiran sosiologinya mengemukakan profesi dalam suatu kelompok pekerjaan dari jenis yang ideal. Dan juga Tiga Pilar pokok yang ditunjukan untuk profesi, yaitu pengetahuan, keahlian, dan persiapan akademik.

BAB. 3
Dalam bab 3 ini membahas tentang Tiga Pendekatan Profesionalisme.  pertama adalah Pendekatan Karakteristik yang dimaksud mempuyai kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan. Kedua Pendekatan Institusional yang dimaksud suatu pekerjaan yang menuju profesi yang sesungguhnya. Ketiga Pendekatan Legalistik yang dimaksud adanya pengakuan atas suatu profesi oleh negara dan pemerintah.

BAB. 4
Dalam bab 4 ini membahas tentang Profesionalisasi Tenaga Kependidikan. Tenaga kependidikan adalah salah satu kunci utama untuk keberhasilan. Dua jenis pendidikan tenaga pendidikan, Pendidikan Prajabatan untuk meniti karir dalam bidang pendidikan, Pendidikan dalam Jabatan disebut pelembagaan pendidikan dan pelatihan.

BAB.  5
                  Membahas tentang Pengembangan Profesional Guru. Tujuan pengembangan profesional guru dimaksudkan untuk memenuhi tiga tugas kebutuhan yang sungguhpun memiliki kberagamaan yang jelas,
1.      Kebutuhan sosial untuk meningkatkan kemampuan sistem pendidikan.
2.      Kebutuhan untuk menemukan cara – cara untuk membantu staf pendidikan dalam rangka pengembangan pribadi secara luas.
3.      Kebutuhan yang paling penting adalah sebagai proses seleksi untuk menentukan mutu guru –guru.

BAB.  6
Dalam bab 6 ini membahas tentang Struktur Dan Komponen Pengembangan Profesional Guru,  jadi  kita perlu berusaha untuk memecahkan problema dalam memadukan kebutuhan individual guru, sekaligus mengembangkan suatu sistem berfikir, dengan cara kerja guru bekerja untuk pendidikan anak. Dan ada juga Pengembangan Profesional Guru di Pedesaan ini adalah sebuah percobaan yang berawal dari demokrasi untuk memapankan keseimbangan dan kesamaan antara pendidik profesional dan anggota – anggota masyarakat. Tujuannya untuk membangun aktivitas – aktivitas pengembangan staf melalui pembuatan keputusan kolaboratif.

BAB.  7
Dalam bab 7 ini membahas tentang Komitmen Profesional Tenaga Pengembangan. Komitmen Dosen LPTK pada Profesi ini adalah prasyarat untuk melaksanakan tugas  pokok dan fungsi secara efektif. Komitmen Widyaiswara BPG pada profesi sebagai PNS. Komitmen Tutor Pokjar Pada Tugas, serta Komitmen tenaga penegembangan di lingkungan dinas diknas, dan Komitmen SDM pada kelembagaan PTK model kerjasama yang dimaksud PTK ini bersifat proyek yang harus diimplementasikan sesuai dengan yang ditetapkan.  


BAB. 8
Dalam bab 8 ini membahas tentang Kinerja profesional tenaga pegembagan , kinerja dosen LPTK  ini melakukan kegiatan penelitian, kinerja pengembangan yang dimaksud disini adalah lptk, kepala dinas diknas.

BAB. 9
Dalam bab 9 ini membahas tentang Mutu Layanan Kelembagaan PTK ini layanan akademik ketatalaksanan yang bermutu dan saling mengisi keniscayaan proses PTK yang efektif. Dan pada kelembagaan PTK dengan format yang secara kerjasama.

BAB. 10 
                  Dalam bab 10 ini membahas tentang Konflik Antara Perilaku Profesional Dengan Manajemen, konflik ini suatu  perubahan dan pengembangan yang di perkasai sendiri oleh organisasi. Contohnya karena adnya produktivitas menurun, peningkatan daya saing. Dan ada enam tempat konflik antara TPK kependidikan dan MP, yaitu tugas-tugas pekerjaan, adminiistrasi, gerak- maju karier, status dijalan lembaga, keikutsertaan dalam perumusan keijakan, dan kesertaan dalam berbagai aktivitas profesional.

                  BAB. 11
                  Dalam bab 11 ini membahas tentang Profesionalisasi Calon Kepala Sekolah, ini adalah melaksanakan suatu kegiatan pembangunan untuk meningkatkan suatu mutu SDM agar SDM ini mendapatkan suatu bukti bahwa bangsa indonesia mempunyai komitmen besar untuk mencapai suatu  keunggulan . dan ada juga bagian- bagiannya,  yaitu Pendidikan khusus calon kepala sekolah, Esensi pendidikan khusus calon kepala sekolah ini ada dus bagian, yaitu bagaimana kemajuan dan keagagalan pendidikan serta pendidikan khusus bagi calon/kepala. Kepala sekolah yang profesional, yaitu kemampuan untuk menjalankan tanggung jawab yang diserahkan kepadanya. Kemampuan untuk menerapkan keterampilan –keterampilan konseptual. Kemampuan untuk memotivasi bawahan. Kemampuan untuk memahami implikasi –implikasi dari perubahan sosial, ekonomis,dan  politik. Ada juga tiga jenis keterampilan kepala sekolah, (a). keterampilan teknis (b). keterampilan melakukan hubungan –hubungan kemanusiaan, dan  (c) keterampilan konseptual. Penyelenggaraan pendidikan kepala sekolah di lihat dari tujuan kelembagaan yang ada, bukan dari program pendidikan prajabatan. Serta ada Alternatif program dan Kurikulum. Alternatif program pendidikan prajabatan dan alternatif program pendidikan penyetaraan. Sedangkan kurikulum yang ditawarkan adalah Kurikulum pendidikan prajabatan  ini  untuk peserta pendidikan khusus kepala sekolahan prajabatan untuk strata 1,2 dan 3.

                  BAB.  12
                  Dalam bab 12 ini membahas tentang Kepala Sekolah dan Inovasi Administrasi Pendidikan ini ada peningkatan kemampuan kepala sekolah ini orang yang bertanggung jawab, penerimaan para kepala sekolah terhadap inovasi dalam bidang administrasi pendidikan merupakan kunci utama penenerimaan para guru dan staf sekolah pada umumnya. Ada juga sumber –sumber pembaruan dalam administrasi pendidikan, yaitu kondisi yang tidak diharapkan, munculnya ketidakwajaran, kebutuhan yang muncul dalam proses, perubahan dalam struktur industri pasar, dan kondisi demmografis. Ada juga proses pembaruan administrasi pendidikan, yaitu strategi pendekatan strategi ini didasarkan atas asumsi bahwa suatu inovasi akan muncul dan dapat didesiminasika, didefusikan, dan diadopsi oleh adoptor. Proses pengembangan administrasi pendidikan ini lebih ke aplikatif dalam bidang bisnis – industrial.
                  BAB.  13
                  Dalam bab 13 ini membahas tentang Konsep Dasar Manajemen Kelas, Manajemen atau administrasi kelas, manajemen ini awalnya biasanya populer di dunia bisnis saja. Tapi adapun pula dalam dunia pendidikan biasa dikenal istilah administrasi, seperti administasi pendidikan, adminisrasi kelas dan administrasi sekolah. Defenisi manajemen kelas, kelas adalah sebagai ruang tempat belajar di sekolah yang dimana sekelompok siswa yang yang diajar bersama atau suatu lokasi ketika kelompok itu menjalani proses pembelajaran pada tempat dan waktu yang diformat secara formal. Secara tradisional pengelolaan kelas ini setiap usaha guru untuk mempertahankan disiplin atau ketertiban kelas. Kalau secara konsep modern sebagai proses mengorganisasikan segala sumber daya kelas bagi terciptanya proses pembelajaran yang efektif ke efesien.

                  BAB. 14
                  Dalam bab 14 ini membahas tentang Manajemen Berbasis Sekolah dan Perspektif Sejarah Manajemen Kelas, Manajemen berbasis sekolah ini sebagai ujung tombak perubahan pada  pengembangan kemampuan individu. Dan perspektif sejarah manajemen kelas ini dari pemikiran filisofi ke pendidikan,kemajuan budaya masyarakat , dan skema pemikiran mengenai makna kelas. Terutama sejak tahun 1990-an hingga sekarang, pendekatan dan metode yang dipakai dalam proses manajemen kelas adalah pendekatan konseling dan metode behavioristik. Serta penelitian keefektifan guru dan keterampilan guru dalam pengorganisasian dan pengelolaan. Sumber daya kelas ini materi mencakup sumber dan bahan ajar, baik yang utama maupun yang pengayaannya.



                  BAB. 15
Dalam bab 15 ini membahas tentang Esensi Manajemen Kelas Bagi Guru Pemula, jadi guru pemula dan manajemen kelas bagaimana mengelola kelas secara efektif merupakan menu sajian yang niscaya yang dikonsumsi oleh calon guru terutama guru pemula. Ada tiga keahlian yang perlu dimiliki guru pemula adalah :
(1). Pengetahuan tentang cara mengelola kelas.
(2). Pengetahuan dalam bidang mata pelajaran atau penguasaan bahan ajar. (3). Pembelajaran tentang latar belakang sosiologikal dari para siswa yang dididik atau diajarnya.
Dan ada tiga keahlian manajemen kelas , yaitu perencanaan, manajeman, dan pengajaran. Peran guru kelas jadi, yang dimaksud disini guru yang mengajar dikelas, baik dia mengajar dalam format maupun dalam bidang studi.

                  BAB.  16
                  Dalam bab 16 ini membahas tentang Pemikiran Alternatif Manajemen kelas. Ada faktor penentu efektivitas manajemen kelas ini guru harus inisiatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran minimal satu tingkat lebih baik dari pada sebelumnya, meniscayakan kepastiannyya untuk memotivasi dan mengelola siswa. Pemikiran –pemikiran baru dalam manajemen kelas ini kinerja yang efektif supaya tercermin dalam bentuk keberhasilan guru dalam mengkreasikan lingkungan belajar secara positif. Serta manajemen kelas dan guru efektif  dari keefektifan seorang guru jadi proses belajar siswa bisa tercapai. Dan manajemen kelas dan perilaku siswa dalam tugas keseharian tugasnya guru berhadapa dengan siswa yang tinggi, sedang, atau redahnya prestasi seorang siswa.  


KELEBIHAN :
Kelebihan dari buku ini adalah dalam buku ini kalimatnya dapat dipahami, dalam materinya pun langkah-langkahnya dalam pembelajaran juga terdapat caranya dan penjelasannya.

KEKURANGAN:
Kekurangan dari buku ini adalah dalam buku ini tidak ada contoh – contonya, dalam gambar sampulnya kurang menarik dari segi warna membuat pembaca tidak berminat untuk membacanya. Karena gambar halaman sampul yang menarik sangat mempengaryhi pembaca, sehingga jika halaman sampulnya menarik membuat pembaca penasaran dengan isi buku.   




INOVASI PENDIDIKAN



INOVASI PENDIDIKAN

Judul buku                      : Inovasi pendidikan
Penulis                              : Udin Saefudin Sa’ud, Ph.D.
Penerbit                      : Alfabeta
Tahun Terbit             : 2008
Tebal Hlm                  : 224
Harga                                     : Rp. 30.000

I.                   KONSEP INOVASI PENDIDIKAN
Timbulnya inovasi di dalam pendidikan disebabkan oleh adanya persoalan dan tantangan yang perlu dipecahkan dengan pemikiran baru yang mendalam dan progresif. Inovasi pendidikan merupakan upaya dasar untuk memperbaiki aspek –aspek pendidikan agar efektif dan efesien.
Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.

II.                INOVASI DAN MODERNISASI
Modernisasi adalah proses perubahan sosial dari masyarakat tradisional (yang belum modern) ke masyarakat yang lebih maju ( masyarakat industri yang sudah modern). Di antara tanda – tanda masyarakat yang sudah maju (modern) ialah bidang ekonomi telah makmur, bidang politik sudah stabil, dan terpenuhi pelayanan kebutuhan pendidikan dan kesehatan.
Jadi, inovasi dan modernisasi keduanya merupakan perubahan sosial, perbedaanya hanya pada penekanan ciri dari perubahan itu. Inivasi menekankan pada ciri adanya sesuatu yang diamati.

III.             KARAKTERISTIK INOVASI PENDIDIKAN
Cepat lambatnya penerimaan inovasi oleh masyarakat luas dipengaruhi oleh karakteristik inovasi itu sendiri. Rogers mengemukakan lima macam karakteristik inovasi yaitu : keuntungan relatif, kompatibel, kompleksitas, triabilitas, dan dapat diamati.
Dengan memahami atribut tersebut para pendidik dapat menganalisis inivasi pendidikan yang sedang disebarperluaskan, sehingga dapat memanfaatkan hasil analisisnya untuk membantu mempercepat proses penerimaan inovasi.
                                    
IV.             DIFUSI DAN DESIMINASI INOVASI
Inovasi adalah individu atau pribadi sebagai anggota sistem sosial (warga masyarakat). Maka dengan memahami proses difusi inovasi dalam organisasi akan mudah untuk memahami proses difusi pendidikan, karena pada dasarnya pelaksana pendidikan beserta komponen – komponennya adalah suatu organisasi. Difusi adalah proses komunikasi inovasi antara anggota sistem sosial dengan menggunakan saluran tertentu dan dalam waktu tertentu. 

V.                PROSES KEPUTUSAN INOVASI
Proses keputusan inovasi ialah proses yang dilalui individu (unit pengambil keputusan yang lain), mulai dari pertama tahu adanya inovasi, kemudian dilanjutkan dengan keputusan setuju terhadap inovasi, penetapan keputusan menerima atau menolak inovasi, implementasi inovasi, dan konfirmasi terhadap keputusan inovasi yang telah diambilnya. Ciri pokok keputusan inovasi dan merupakan perbedaannya dengan tipe keputusan yang lain adalah dimulai dengan adanya ketidak tentuan tentang sesuatu (inovasi).
                              
VI.             PROSES INOVASI PENDIDIKAN
Pada hakikatnya yang menjadi sasaran menerima dan menerapkan inovasi adalah individu atau pribadi sebagai anggota sistem sosial (warga masyarakat). Maka dengan demikian maka pemahaman tentang proses inovasi pendidikan yang berorientasi pada individu tetap merupakan dasar untuk memahami proses inovasi dalam organisasi.
Dengan memahami proses difusi inovasi dalam organisasi akan mudah untuk memahamiproses difusi pendidikan, karena komponennya adalah suatu organisasi.

VII.          STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN
Salah satu faktoryang ikut menentukanefektivitas pelaksanaan program perubahan sosial adalah ketepatan penggunaan strategi, tetapi biasanya sukar menentukan bahwa suatu strategi tertentu ada pendidikan, bujukan, fasilitas, atau paksaan (power)., karena pada kenyataanya tidak ada batasannya yang jekas untk memebedakan strategi tersebut.
   
VIII.       PETUNJUK PENERAPAN STRATEGI INOVASI PENDIDIKAN
Petunjuk penerapan inovasi pada suatu sekolah akan membantu jika mengalami kesukaran untuk menentukan teknik dan strategi mana yang paling tepat untuk memperbaiki sekolah. Misalnya untuk menjawab pertanyaan antara lain : perubahan apa yang tepat untuk meningkatkan mutu sekolah kita? Inovasi yang tepat untuk diimplementasikan ? data apa saja yang diperlukan untuk menunjukan pengaruh inovasi terhadap program sekolah, siswa, guru, administrator, dan orang tua serta warga masyarakat yang dilayaninnya?

IX.             INOVASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
Inovasi kurikulum merupakan pengembangan dalam bidang kurikulum berbasis kompetensi meliputi konsep KBK. Konsep KBK menitik beratkan pada kemampuan dibidang pengetahuan, keterampilan sikap yang diwujudkan dalam bentuk tindakan baik kompetensi akademis, okupasional, kultural maupun temporal. Hal ini dalam KBK pengembangan dapat dilakukan dengan perencanaan, implementasi pembelajaran, dan evaluasi yang dilakukan guru secara terprogram.

X.                INOVASI KURIKULUM  BERBASIS MASYARAKAT
Merupakan kurikulum yang menekankan perpaduan antara sekolah dan masyarakat guna mencapai tujuan pengajaran. Kurikulum ini pula memiliki tujuan memberikan kemungkinan kepada siswa untuk akrab dengan lingkungan dimana mereka tinggal, mandiri dan bekal keterampilan. Sedangkan kegiatan guru hanyalah sebagai fasilitator  belajar dan siswa untuk aktif, kreatif untuk memecahkan permasalahan.Pengembangan kurikulum ini bertitik tolak dari tujuan pendidikan, analisis kebutuhan, implementasi kurikulum, seleksi strategi pembelajaran, teknik evaluasi dan evaluasi program kurikulum.


XI.             INOVASI KURIKULUM BERBASIS KETERPADUAN
Kurikulum terpadu disebut juga integrate kurikulum merupakan bentuk kurikulum yang meniadakan batas-batas antara berbagai mata pelajaran dan menyajikan bahan pelajaran dalam bentuk unit. Ciri-ciri utama kurikulum terpadu antara lain berdasarkan teori belajar Gestalt, berdasarkan kebutuhan anak didik, sistem unit, peran guru sama aktifnya dengan peran siswa dan sesuai dengan minat dan perkembangan anak didik. Prosedur pengembangan kurikulum terpadu terdiri dari rencana umum dan dilaksanakan dalam bentuk pembelajaran unit meliputi tujuan sumber unit, kriteria penyusunan rencana umum, dan organisasi dan isi rencana.

XII.          INOVASI PEMBELAJARAN KUANTUM
Pembelajaran kkuantum merupakan aspek-aspek yang harus dipahami oleh guru dalam mengimplementasi model pembelajaran yang bergairah, menyenangkan dan mempermudah belajar siswa. Asas utama pembelajaran kuantum adalah bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka.
Prinsip model pembelajaran kuantum terdiri dari : segalanya berbicara, segalanya bertujuan, pengalaman sebelum pemberian nama, akui setiap usaha, dan rayakan merupakan konsep utama pembelajaran kuantum utuk mewujudkan energi guru dan siswa dalam percepaan belajar, mempermudah belajar dan mengikis hambatan belajar tradisional.
Rancangan pembelajaran kuantum yang dapat dikembangkan terdiri dari 3 bagian meliputi : pengembangan konteks, pengembangan konten, dan pengembnagan srategi atau pendekatan  pembelajaran.



XIII.       INOVASI PEMBELAJARAN KOMPETENSI
Pembelajaran kompetensi menunjukkan pada usaha siswa mempelajari bahan pelajaran sebagai akibat perlakuan guru dalam mengelola pembelajaran yang menekankan pada kemampuan dasar yang dilakukan siswa pada tahap pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Prinsip-prinsip pembelajaran kompetensi bertitik tolakpada pengelolaan kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan suatu kondisi dapat terjadi proses belajar pada siswa dengan melibatkan beberapa aspek.
Pembelajaran kompetensi juga memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan pembelajaran lainya, seperti apa yang dipelajari siswa, bagaimana proses pembelajaran, waktu belajar, dan kemajuan belajar siswa secara individual.

XIV.       INOVASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
Pembelajaran kontekstual (CTL) merupakan suatu model pembelajaran yang menekankan keterlibatan siswa setiap tahapan pembelajaran dengan  cara menghubungkan dengan situasi kehidupan yang dialami siswa sehari-hari sehingga pemahaman materi diterapkan dalam kehidupan nyata. Prinsip – prinsip pembelajaran kontekstual meliputi tiga prinsip utama, yaitu : saling ketergatungan, diferensiasi dan pengorganisasian diri.
Komponen –komponen pembelajaran sebagai asas CTL  dalam menerapkan pola pembelajaran meliputi asas kontruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, permodelan, refleksi dan penilaian nyata.


XV.          KONSEP EMBELAJARAN ELEKTRONIK LIERNING
Pemanfaatan teknologi informasi baik sebagai sumber belajar maupun media pembelajaran merupakan salah satu car yang diharapkan efektiif menanggulangi kelemahan persoalan pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Melalui berbagai model pembelajaran yang ditawarkan diharapkan terbentuk interaksi belajar siswa yang tidak hanya menekankan pada proses pemanfaatan namun pencarian, penelitian atau penggalian berbahgai sumber belajar sehingga terbentuk cara berfikir yang lebih konprehensif dan terintegrasi. Hal ini dapat dilakukan manakala dukungan yang berasal dari lembaga, guru, siswa, masyarakat dan teknologi.

XVI.       PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MELALUI INTERNET
Hal ini menjadi pertimbangan untuk diambil sebuah keputusan tentang pengembangan pembelajaran melalui internet, seperti keuntungan bagi insitusi, tenaga operasional dan perawatan serta pengembnagan inprastruktur, sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integrasi yang tinggi.
Berdasarkan kajian dan pertimbangan selanjutnya pengembangan sistem pembelajaran dapat dilakukan melalui sepenuhnya fasilitas internet yang telah ada, softwere pengembangan program pembelajaran dengan internet web course tools, dan pengembangan seniri program pembelajaran.



XVII.    KEMASAN DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI
Bahan belajar merupakan seperangkat material yang digunakan seseorang untuk melakukan egiatan belajar. Bahan belajar dapat dikatahorikan menjadi dua kelompok, yaitu bahan ajar tercetak atau printed materials dan kelompok bahan belajar tidak tercetak atau non printed materials.
Bahan belajar yang dikembangkan dapat digunakan sebagai sumber utama pembelajaran dan bahan belajar yang sifatnya penunjang untuk pengayaan atau kategori suplemen. Langkah- langkah pengembangan bahan ajar diawali persiapan yang dipelajari adalah kurikulum/GBPP mata pelajaran tertentu yang berkaitan dengan tujuan, struktur materi, strategi/metode dan evaluasi.

KELEBIHAN :
Kelebihan dari buku inovasi pendidikan ini kata -  kata dan kalimat mudah dimengerti dan dipahami dengan baik sehingga dapat dimengertiapa yang dituliskan dalam buku ini.

KEKURANGAN:
Kekurangan buku ini tidak ada dicantumkan contoh – contohnya. Dalam gambar halaman salpulnya pun kurang menarik, membuat pembaca kurang berminat untuk membacanya.

TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...