Sabtu, 01 Juli 2017

MAKALAH AL-QURAN



PENGERTIAN AL-QURAN
Al-quran merupaan kitab allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Al-quran diturunkan kepada nabi muhammad pada tanggal 17 ramadhan tepatnya di gua hira.Al-quran tidak diturunkan secara langsung kepada nabi Muhammad melainkan secara berangsur-angsur yaitu selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari, Al-quran memiliki 30 juz, 114 surah, dan 6666 ayat.
Pengertian Al-quran juga dibagi menjadi dua yaitu secara etimologi dan secara terminologi.
·         Secara etimologi(bahasa)
Menurut etimologi Al-quran berasal dari kata qara’a(اقلرا) yang memiliki arti membaca, maka perkataan itu berarti”bacaan”. Maksudnya, agar ia menjadi bacaan atau senantiasa dapat dibaca oleh segenap bangsa manusia terutama bagi pemeluk agama islam.
Menurut al-fara, Al-Quran berasal dari kata Qarau yang merupakan bentuk jamak dari kata Qariinah yang memiliki arti petunjuk karena ayat Al-quran yang satu dengan yang lainnya saling berhubungan.Kemudian, dijadikanlah Al-Quransebagai  kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw.
·         Secara terminologi(istilah)
Ada beberapa pendapat yang mengemukakan pendapat tentang Al-Quran, diantaranya:
a)      Menurut Hamka, Al-Quran adalah wahyu Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad melalui perantara malaikat jibril untuk disampaikan kepada umat manusia.
b)      Menurut Dr.Subhki Shalih,  Al-Quran merupakan kitab Allah yang mengandung mukjizat, yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Yang ditylis dalam mushaf-mushaf, yang disampikan secara mutawir dan bernilai ibadah bagi yang membacanya.
Al-Quran memiliki nama lain yaitu:
(1)Al-kitab
                      Merupakan nama lain dari Al-quran, dan kitab Al-quran ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa.
                 (2)Al-furqan
                          Disebut al-furqan karena Al-Quran mampu membedakan antara hak yang batil.
                 (3)Al-huda
                         Disebut al-huda karena Al-Quran mampu memberikan petunjuk ataupun jalan yang benar kepada manusia.
                             Al-Quran juga memiliki fungsi, yaitu sebagai petunjuk,sebagai obat,sebagai nasihat,menjadi penyempurna. 
                    Al-Quran juga memiliki tujuan agar dapat menjadi pedoman hidup manusia, yaitu meluruskan aqidah, memberitahu manusia untuk beribadah hanya kepada allah, mensucikan jiwa manusia.


SEJARAH AL-QURAN
Sejarah singkat turunya Al-Quran wahyu pertama turun pada saat Nabi Muhammad saw berusia 40 t hun di saat beliau sedang bermeditasi di Gua Hira (17 ramadhan). Wahyu berikutnya turun 3 tahun kemudian. Urut-urutan surah yang terdapat dalam Al-quran bukan berdasarkan urutan turunnya ayat-ayat tersebut. Surah pertama yang diwahyukan adalah al-alaq(QS:96) dan yang turun terakhir adalah An-Nasr(QS:110), sedangkan ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat 3 dari surah Al-maidah . Sedangkan surah pertama yang terdapat dalam Al-Quran adalah Al-Fatihah(Qs:1) dan yang terakhir An-Nas(QS:114).Urutan-urutan dalam Al-Quran tersebut semata-mata berdasarkan petunjuk dari Allah swt kepada Nabi saw. Al-Quran diturunkan tidak secara sekaligus tapi secara berangsur-angsur. Di mekah selama 13 tahun dan di madinah selama 10 tahun. Terbagi menjadi ayat-ayat makiyah (19/30=86 surah) dan madaniyyah(11/30=28 surah). Periode turunnya Al-Quran adalah sebagai berikut:
Periode Mekah I(4-5 tahun)
Dakwah islam masih dalam ruang lingup yang kecil. Ayat-ayat yang turun umumnya tentang (1) pelajaran bagi Rasulullah dalam membentuk kepribadiannya, (2) Pengetahuan dasar tentang sifat-sifat Allah, (3)Keterangan tentang dasar-dasar akhlak islamiyah dan bantahan tentang pandangan hidup masyarakat jahiliyah saat itu .

Periode Mekah II(8-9)
Dakwah islam mulai terbuka. Oposisi terhadap islam dari penduduk mekah mulai terbentuk untuk menghalangi dakwah. Ayat-ayat yang

umum tentang (1) Kewajiban prinsipal penganutnya, (2) Ancaman kepada kaum musyrik yang berpaling dari kebenaran, (3)Argumentasi tentang keesaan tuhan dan kepastian hari kiamat.

Tujuan pokok di turunkannya Al-Quran
·         Petunjuk akidah dan kepercayaan yang harus dianut oleh umat manusia yang tersimpul dalam keimanan akan keesaan dan percaya akan adanya hari akhir.
·         Petunjuk mengenai akhlak yang murni dengan jalan menerangkan norma-norma keagamaan yang harus diikuti oleh manusia.
·         Petunjuk mengenal syariat dan hukum dengan jalan menerangkan dasar-dasar hukum yang harus diikuti oleh seluruh umat manusia.
                         


SEJARAH KODIFIKASI AL-QURAN
Sejarah penulisan Al-Quran:
            Para ulama berpendapat mengenai masalah pengumpulan Al-Quran
(1)a.Pengumpulan Al-Quran dengan hafalan.   
       Orang yang mampu menggunakan metode ini adalah Rasulullah yang dijuluki sebagai penghafal Al-Quran, hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Al-Quran, tatkala beliau selalu menggerakan bibirnya, pada saat turunya wahyu hingga allah menurunkan wahyu, agar beliau tidak khawatir akan hal tersebut. Hal ini menjadikan para pembesar sahabat lebih mudah menghapal Al-Quran.
(1)b.Pengumpulan Al-Quran dengan penulisan.
Pada masa rasulullah sudah ada usaha-usaha menjaga keotentikan Al-Quran sudah beliau lakukan dengan cara pencatatan. Hal ini terbukti beliau mengangkat beberpa sahabat untuk menjadi juru tulis. Penulisannya pun relatif sangat sederhana, media yang digunakan antara lain, batu, tulan, kulit binatang, pelepah kurma dan lain sebagainya.
(2)Periode khalifah abu Bakar al-Shidiq ra.
Pada tahun 12 H, tepatnya pada kepemimpinan khalifah Abubakar terjadilah pemberontakan dari pembangkang pembayar zakat dan pemurtadan dibawah pimpinan Musailamah al-kazzab, beliau mengutus khalid ibnul walid untuk mengatasi mereka ke Yammah, dari peristiwa tersebut tak sedikit korban dari kaum muslim.
(3)Periode Khalifah Utsman Ra.

Hudzaifah al-yaman menyarankan kepada Amirul Mukminin untuk menyatakan perbedaan bacaan diantara kaum muslim. Hal ini di maksudkan agar tidak menyebabkan perbedaan di antara kaum muslim. Karena memang di ceritakan bahwa pada saat itu mulai muncul fitnah dikarenakan hanya perbedaan bacaan. Syaidina utsman pun mengutus seorang utusan untuk meminta mushaf al-quran yang berada pada sayyidatina hafsah, guna sebagai rujukan penyalinan.
 Kemudian beliau membentuk sebuah badan dalam penyalinan. Setelah team tersebut bersatu, mereka pun meng emblikan mushaf tersebut kepada hafsah, dan kemudian menyebarkan slinan-salinan tersebut untuk disebarluaskan kebeberapa negara. Langkah yang dilakukan oleh utsman ini sudah disepakati dan diterima oleh para sahabat.




ISI DAN KANDUNGAN AL-QURAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKIDAH DAN IBADAH
(1)Akidah
Adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia.Al-Quran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanam keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut orang-orang kafir. Setiap manusia harus mengikuti apa yang di perintahkannya dan menjauhi larangannya.
(2)Ibadah
                        Ibadah adalah taat, tunduk, ikut, atau menurut dari segi bahasa , bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukun islam .

ISI KANDUNGAN AL-QURAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN AKHLAK
(1)AKHLAK
                        Akhlak merupakan perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlak yang buruk . Nilai-nilai Rasulullah saw bersifat abadi . Sebab, nilai-nilai akhlak yang dibangun dan dibakukan serta diabadikan ialah menyangkut nilai-nilai dasar yang universal. Terutama sifat sidiq, amanat, tabligh, dan fatanah.
(2)MUAMALAH
Merupakan segala peraturan yang mengatur hubungan antar sesame manusia, baik yang segama maupun yang tidak seagama, antara manusia dengan kehidupannya dan manusia dengan alam sekitarnya.
Contoh-contoh muamalah:
(1)   Jual beli
Memindahkan hak milik terhadap benda dengan akad yang saling mengganti. Yang dimaksud dengan jual beli yaitu jikalau dia menukarkan hak miliknya kepada orang lain , dan dia mendapatkan hasil yang sepantasnya. Dasar hukum jual beli yaitu  halal, jadi tidak semua jual beli itu haram. Rukun jual beli yaitu ada tiga yaitu kedua belah pihak, yang diakadkan dan shighat.
(2)Riba
           Merupakan penambahan, pertumbuhan, kenaikan, dan ketinggian, riba tidak mengadung adanya akad.
Jenis-jenis riba yaitu:

(1)Riba al-fadhl
           Merupakan tambahan pada salah satu dua ganti kepada yang lain ketika terjadi tukar menukar pada sesuatu yang sama secara tunai.
(2)Riba Al-yad
           Jual beli dengan mengakhirkan penyerahan kedua barang ganti atau salah satunya tanpa menyebutkan waktunya
(3)Riba An-Nasiah
           Merupakan jual beli dengan mengakhirkan tempo pembayaran. Riba dalam jenis ini sangat jelas dan tidak perlu diterangkakan sebab semua unsur  dasar riba telah terpenuhi semua seperti tambahan dari modal dan tempo yang menyebabkan tambahan.

ISI DAN KANDUNGAN AL-QURAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN SAINS
Merupakan salah satu isi pokok kndungan Al-quran . Bahkan kata ‘’ilmu’’ itu sendiri disebut dalam al-quran sebanyak 105 kali. Sains merupakan salah satu kebutuhan agama islam, betapa setiap kali umat islam ingin melksanakan ibadah selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat yang tepat, umpamanya melaksanakan shalat, menentukan awal bulan ramadhan, pelaksanakan haji semuanya punya waktu-waktu tertentu dan untuk menentukan waktu yng tepat diperlukn ilmu astronomi. 
Banyak lagi ajaran agama yang pelaksanaannya sangat terikat dengan sains dan teknologi , seperi untuk menunaikan ibadah haji, berdakwah menyebarkan agama islam diperlukan kendaraan sebagaai alat transportasi. Allah telah meletakkan garis-garis besar sains dan ilmu pengetahuan dalam al-quran , manusia hanya tinggal menggali, mengembangkan konsep dan teori yang sudah ada.

MUNASABAH
Merupakan keterikatan ayat-ayat Al-quran sehingga seolah-olah merupakan satu ungkapan yang mempunyai kesatuan makna dan keteraturan redaksi. Macam-macam munasabah:
(1)Munasabah antarsurat dengan surat sebelumnya
            Berfungsi menerangkan atau menyempurnakan ungkapan pada surah berikutnya. Sebagai contoh dalam surah al-fatihah ayat 1 ungkapan ini berkolerasi dengan surah al-baqoroh ayat 15 dan 186.
(2)Munasabah antar nama surat dan tujuan turunnya
(3)Munasabah antar bagian suatu ayat
(4)Munasabah antar ayat menggunakan pola takid
Yaitu apabila salah satu Salah satu ayat atau bagian ayat memperkuat makna ayat atau bagian ayat yang terletak di sampingnya.
(5)Munasabah antar suatu kelompok ayat dan kelompok ayat yang disampngnya.

Kegunaan mempelajari munasabah
·         Dapat membantu dan menafsirkan ayat-ayat al-quran setelah diketahui hubungan suatu kalimat atau ayat dengan kalimat atau ayat yang lain.
·         Dapat diketahui mutu kalimat-kalimat yang satu dengan yang lainnnya.

PROPOSAL PENELITIAN

BAB I 
PENDAHULUAN


A.    Latar belakang masalah  
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Bank juga lembaga yang berfungsi sebagai intermediasi, merupakan sebuah lokomotif yang akan menarik dan mendorong tumbuhnya laju perekonomian di Indonesia. Namun, saat ini lokomotif tersebut justru harus didorong agar bisa melaju dengan energi yang lebih besar. Dalam menghadapi perkembangan perekonomian nasional yang senantiasa bergerak cepat, kompetitif, dan terintegrasi dengan tantangan yang semakin kompleks serta sistem keuangan yang semakin maju, diperlukan penyesuaian kebijakan dibidang ekonomi, termasuk perbankan, salah satunya adalah bank syariah karena kebutuhan masyarakat Indonesia akan jasa-jasa perbankan syariah semakin meningkat. Dalam UU No. 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah disebutkan bahwa bank syariah adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariah dan bank pembiayaan rakyat syariah .  

Masih segar dalam ingatan dimana pada tahun 1998 begitu banyak bank konvensional yang collaps dan itu bukan hanya diakibatkan perekonomian (moneter) semata, akan tetapi sistem bunga lah yang membuat dunia perbankan semakin terpuruk dan tidak pernah stabil. Islam sebagai sebuah sistem kehidupan yang sempurna sudah memberikan solusi dengan adanya sistem yang disebut Ekonomi Islam. Salah satu perangkatnya yaitu Perbankan Syariah yang bebas dari perangkat bunga ribawi .
Pembiayaan bermasalah merupakan salah satu faktor yang akan mempengeruhi penilaian tingkat kesehatan bank, sehingga monitoring terhadap fasilitas pembiayaan yang diberikan merupakan kewajiban yang harus dilakukan agar pembiyaan tersebut tidak menjadi pembiayaan bermasalah.  Bahwa terhadap fasilitas pembiayaan yang memiliki indikasi bermasalah perlu dilakukan tindakan- tindakan penyelesaian dengan cepat dan memperoleh pembayaran/ penyelesaian dengan segera pada biaya minimum agar pemasalahannya dapat segera diatasi.

Collection adalah pengelolahan piutang atau account receivable sebagai akibat adanya perjanjian pembiayaan. Piutang atau account receivable itu sendiri sebenarnya adalah asset perusahaan yang ada dan tersebar dipihak lain (debitur), oleh karena itu harus dikelolah dengan baik .
Petugas dan pejabat dalam melaksanakan collection dan pembiayaan bermasalah dikantor induk, kantor canamg atau kantor cabang pembantu

1.    Relationship offlcer (RO)
2.    Unit head (UH)
3.    Collection supervisor (Colls)
 4.    Micro merketing manager (MMM)
 5.    Pimpinan cabang
6.    Pimpinan cabang induk
7.    Collection managemen kantor pusat  

Pengelolaan collection dan pembiayaan bermasalah
1.    Etika collection  Dalam melakukan aktifitas collection semua petugas harus memperhatikan dan menjalankan etika collection sebagai berikut :  
•    Wajib mengunakan tanda pengenal karyawan dan surat tugas BRISyaria. •    Sopan santun dan etika wajib dijaga.
 •    Wajib membawa dokumen- dokumen yang diperlukan dalam negosiasi dan membuat laporan kunjungan nasabah (dengan menyebut detail hasil negoisasi). 
•    Menghindari segala bentuk kecurangan/ manipulasi. 
•    Dilarang mengunakan dana talangan untuk pembayaran tunggakan nasabah. 
•    Dilarang melakukan intimidasi secara lisan, tulisan diluar konteks perjanjian nasabah dan komite pembayaran secara tertulis. 
•    Tidak diperkenakan mengambil keuntungan dari aktivitas collection. Strategi penanganan collection dan pembiayaan bermasalah 

Pelunasan fasilitas pembiayaan seluruhnya atau sebagainya : 

1.    Pelunasan dipercepat seluruhnya : 
a.    Pelunasan dipercepat seluruhnya dalam rangka penyelesaian pembiayaan bermasalah dapat dilakukan untuk nasabah dengan diarahkan malakukan pelunasan seluruh fasilitas pembiayaan sekaligus, termasuk kewajiban pokok yang belum jatuh tempo. 
b.    Pemberian muqosah (potongan) keringanan pembayaran margin untuk peluanasan dipercepat seluruhnya harus berdasarkan permohonan nasabah dan mendapatkan persetujuan sesuai wewenang dan ketentuan yang berlaku.
c.      Pemberian muqosah tidak dapat dilakukan atas pokok pembiayaan, melainkan hanya dapat dilakukan terhadap magrin. 

2.    Pelunasan dipercepat sebagian : Permohonan pelunasan dipercepat sebagian kewajiban yang dilakukan guna memperkecil kewajiban perbulan atau mempersingkat jangka waktu pembiayaan yang diperkenakan, yang bertujuan antara lain :
 a.    Penyelesaian tunggakan pembiayaan. 
b.    Menurunkan outstanding pembiayaan sehingga menurunkan resiko pembiayaan.
c.    Menurunkan jumlah angsuran pembiayaan sehingga sesuai dengan kapasitas pembayaran nasabah . Untuk pelunasan dipercepat sebagaian maka pengajuan permohonan dari nasabah diajukan bersama nota dinas dan harus mendapatkan persetujuan dan sesuai wewenang yangberlaku. 

 B.    Perumusan Masalah Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas maka yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian adalah sebagai berikut :
 1.    Apa yang dimaksud dengan penanganan pembiayaan bermasalah ? 
 2.    Dalam melakukan aktivitas collection , etika apa yang harus diperhatikan dan   dijalankan karyawan ?

  C.    Tujuan Penelitian

 1.    Untuk mengetahuhi apa tujuan dari kegiatan collection dan penanganan pembiayaan bermasalah di BRISyariah Kantor Cabang Pembantu Langkat- Stabat.
 2.    Untuk mengetahui petugas dan pejabat dalam pelaksanaan collection maupun pembiayaan bermasalah di BRISyariah  Kantor Cabang Pembantu
3.    Agar mengetahuhi strategi penangana collection dan pembiayaan bermasalah di . 

D.    Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian adalah:

1.    Untuk memenuhi pengetahuan dan wawasan penulis tentang prosedur collection dan penangana pembiayaan bermasalah Sebagai bahan masukan atau pertimbangan bagi mahasiswa/i khususnya jurusan perbankan atau pihak BRISyariah .
2.    Sebagai bahan masukan dan menambah wawasan bagi para pembaca dalam hal memahami bagaimana pembiayaan yang dilakukan oleh bank serta pengaruhnya terhadap Rentabilitas.

 E.    Metode Penelitian 
Objek dari penelitian ini terdiri dari empat variabel yakni tiga variabel bebas (independent variable) dan satu variabel terikat (dependent variable).  Adapun populasi jumlah dan seluruh karakteristik/sifat yang ada pada subyek atau obyek. Populasi yangdigunakan dalam penelitian ini adalah data laporan keuangan tahunan dan laporan pendukung Bank Umum Syariah Indonesia. Bank Umum Syariah di Indonesia yang kemudian dikategorikan sebagai populasi dalam penelitian ini terdiri dari beberapa bank. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan tekhnik sampling purposive yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan kriteria pemilihan sampel, di Bank BRISyariah Kcp .  

 F.    Sistematik Pembahasan Secara garis besar penyusunan skripsi minor ini membahas beberapa bab yang masing-masing sub-subnya disesuaikan dengan kepentingan untuk memudahkan penulis membatasi ruang lingkup yang akan dibahas agar lebih mudah dipahami.



 Untuk lebih jelas sistematika penulisannya adalah sebagai berikut: 
Bab I Pendahuluan     Pada bab ini penulis menguraikan latar belakang permaslahan, rumusan masalah, tujuan, manfaat penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan. 
Bab II Landasan Teori      Pada bab ini penulis menguraikan tentang pengertian, tujuan, pengaruh, dan semua tentang penanganan pembiayaan bermasalah segmen mikro.  
Bab III Gambaran Umum Perusahaan     Pada bab ini penulis menguraikan mengenai sejarah, visi dan misi pada bank 
. Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada bab ini menguraikan hasil penelitian mengenai Prosedur collection dan penanganan pembiayaan bermasalah segmen mikro pada IB Brisyariah Kcp langkat- stabat”
Bab V Penutup   
  Pada bab ini penulis akan menguraikan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan. 

 Daftar Pustaka
  
   Pada bagian ini akan dilampirkan sumber-sumber berupa buku maupun situs internet yang dijadikan bahan rujukan dalam skripsi.

JURNAL Mengenai Alquran



PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Alquran adalah sumber dari segala sumber ajaran Islam. Kitab suci menempati posisi sentral bukan saja dalam perkembangan dan pengembangan Ilmu ilmu ke islaman tetapi juga merupakan inspiratory dan pemandu gerakan gerakan umat Islam sepanjang empat belas abad lebih sejarah pergerakan umat  ini.Alquran ibarat lautan luas ,dalam dan tidak bertepi , penuh dengan keajaiban dan keunikan ,tidak akan pernah sirna dan lekang di telan masa dan waktu. maka untuk mengetahui dan memahami betapa dalam isi kandungan alquran diperlukan tafsir.
Penafsiran terhadap alquran mempunyai peranan yang sangat besar dan penting bagi kemajuan dan perkembangan umat islam.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana penafsiran Surah al An’am ayat 38 dan 39?

C.    Tujuan Masalah
1.      Supaya mengetahui penafsiran Surah al An’am ayat 38 dan 39.








PEMBAHASAN
Surah al-Alan’am ayat 38,39:Makkiyah

Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung burung yang terbang dengan kedua sayapnya,melainkan semuanya merupakan merupakan Ummat ummat (juga) seperti kamu.tidak ada sesuatu pun yang kami luputkan di dalam kitab,kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan”.
Kosakata: Dabbah (Al-An’am/6:38)
Addab, ad-dabib ialah berjalan secara pelan, merangkak, merayap. Kata dabbah digunakan untuk setiap hewan dan boasanya untuk sejenis serangga. Pad surah An-Nur/24:45 dijelaskan bahwa semua jenis hewan di ciptakan dari air. Ada yang berjalan di atas perutnya, ada yang dengan dua kaki, ada juga yang empat kaki. Kata dabbah pada ayat ini berupa isim nakirah yang mempunyai pengertian samar-samar aau tidak diketahui bentuknya sebelumnya ada huruf “ ma” nafiyah, sehingga nakirah tadi mempunyai arti umum, yang mencakup semua hewan apa saja. Pada ayat ini hanya di sebautkan dabbah yang dibumi, tidak yang di langit, karena menyebutkan sesuatu yang bias di lihat lebih utama dan lebih meyakinkan kepada pembaca daripada menyebutkan sesuatu yang tidak bias di lihat.
Munasabah
Ayat-ayat yang lalu menerangkan keingkaran dan sikap keras kepal kaum musyrik. Ayat-ayat ini menjelaskan kekuasaan dan kebesaran allah dialah pencipta, pengatur, penjaga, penguasa seluruh alam ini, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuannya dan tidak ada sesuatupun yang dapat merubah dsn menyalahi ketentuan dan kehendaknya.
Tafsir
Ayat ini menyatakan bahwa allah mengusai segala sesuatu, ilmunya melingkupi seluruh makhluk yang ada, dialah yang mengatur alam semesta. Semua yang melata di permukaan bumi, semua yang terbang di udara, semua yang hidup dilautan, dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari yang Nampak sampai yang tersembunyai, hanya dialah yang menciptakan, mengembangkan, mengatur dan memeliharanya,
Pada ayat yang lain dalam surah (as-syura/42:29) Allah menyebutkan bahwa selain di bumi, pelanet-pelanet yang lain pun terdapat makhluk hidup: “dan diantara tanda-tanda (kebesaran) nya adalah penciptaaan langit dan bumi dan makluk-makhluk yang melata yang dia sebarkan pada keduanya. Dan dia maha kuasa mengumpulkan semuanya apabila dia kehendaki.(as-syura/42:29)
Adanya makhluk-makhluk hidup yang di sebutkan Allah pada pelanet-pelanet yang lain, sebagaimana yang disebutkan oleh ayat ini, merupakan suatu pengetahuan yang di berikan Allah kepada manusia, dan sebagai bahan pemikiran dan penyelidikan.
Ayat ini mendorong orang-orang yang beriman agar menyelidiki segala rupa kehidupan makhluk Allah yang ada di alam ini, untuk memperkuat iman dsn menambha ketaatan serta ketundukan kepada Allah yang maha kuasa.
Alah menyatakan bahwa di dalam alquran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hokum-hukum, hikmah-hikmah. dan bimbingan untuk kebahagian manusia di dunia dan di akhirat dan kebahagian makhluk pada umumnya.
Menurut Ibnu abbas yang di maksud dengan alkitab dalam ayat ini ialah “ ummul-ummul kitab “, yakni Lauh Mahfudz. Karena maksud ayat ini menurutnya adalah : segala sesuatu telah di tuliskan dalam Lauh Mahfudz.
Tafsir Ibnu Katsir
Menurut Mujahid, makna umamun ialah berbagai macam jenis yang nama namanya telah dikenal. Menurut Qatadah, burung-burung adalah umat, manusia adalah umat, begitu pula jin.
As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: illaa umamun amtsaalukum (“Melainkan umat-umat [juga] seperti kalian.”) (Al An’am: 38) Yakni makhluk juga, sama seperti kalian.
Firman Allah Swt.: maa farath-naa fil kitaabi min syai-in (“Tiadalah Kami lupakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab.”) (Al-An’am: 38)
Maksudnya, semuanya ada berdasarkan pengetahuan dari Allah, tiada sesuatu pun dari semuanya yang dilupakan oleh Allah mengenai rezeki dan pengaturannya, baik sebagai hewan darat ataupun hewan laut.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah dalam ayat lain yang artinya:
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allahlah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).” (Hud: 6) Yakni tertulis nama namanya, bilangannya, serta tempat-tempatnya, dan semua gerakan serta diamnya terliputi semuanya dalam tulisan itu.
Allah Swt telah berfirman pula :“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian, dan Dia Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Ankabut: 60)
Al-Hafizh Abu Ya’la mengatakan, ‘Telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Musanna, telah menceritakan kepada kami Ubaid ibnu Waqid al-Qaisi Abu Abbad, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Isa ibnu Kaisan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Munkadir dari Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa belalang jarang didapat dalam masa satu tahun dari tahun-tahun masa pemerintahan Khalifah Umar r.a. Kemudian Umar bertanya-tanya mengenai hal itu, tetapi sia-sia, tidak mendapat suatu berita pun. Dia sedih karena hal tersebut, lalu ia mengirimkan seorang penunggang kuda (penyelidik) dengan tujuan tempat anu, seorang lagi ke negeri Syam, dan seorang lagi menuju negeri Irak. Masing-masing ditugaskan untuk memeriksa keberadaan belalang di tempat-tempat tersebut.
Kemudian datang kepadanya penunggang kuda dari negeri Yaman dengan membawa segenggam belalang, lalu semuanya ditaruh di hadapannya. Ketika ia (Umar) melihatnya, maka ia mengucapkan takbir tiga kali. kemudian berkata bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw.
bersabda:
“Allah Swt. telah menciptakan seribu umat (jenis makhluk), enam ratus umat di antaranya berada di laut dan yang empat ratusnya berada di daratan. Mula-mula umat yang binasa dari seluruhnya ialah belalang. Apabila belalang telah musnah, maka merembet ke yang lainnya seperti halnya untaian kalung apabila talinya terputus.”
Firman Allah Swt.: tsumma ilaa rabbiHim yuhsyaruun (“kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”) (Al An’am: 38)
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Na’im, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari ayahnya, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan firman-Nya: tsumma ilaa rabbiHim yuhsyaruun (“kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”) (Al An’am: 38)
Bahwa penghimpunannya ialah bila telah mati.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur Israil, dari Sa’id, dari Masruq, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas; disebutkan bahwa matinya hewan-hewan merupakan saat penghimpunannya.
Hal yang s ama telah diriwayatkan pula oleh Al-Aufi, dari Ibnu Abbas .
Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari Mujahid dan ad-Dahhak yang semisal.
Pendapat yang kedua mengatakan, penghimpunannya ialah saat hari berbangkit, yaitu di hari kiamat nanti,berdasarkan firman AllahSwt.yang artinya:“Dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan.”(AtTakwir: 5)
Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ja’far, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Sulaiman, dari Munzir As Sauri, dari guru-guru mereka, dari Abu Zar, bahwa Rasulullah Saw. melhat dua ekor domba yang sedang adu tanduk (bertarung), lalu Rasulullah Saw. bersabda:
“HaiAbu Zar, tahukah kamu mengapa keduanya saling menanduk?” Abu Zar menjawab, “Tidak.” Nabi Saw. bersabda “Tetapi Allah mengetahui, dan Dia kelak akan melakukan peradilan di antara keduanya.”
Abdur Razzaq meriwayatkannya dari Ma’ma r , dari AI A’masy, dari orang yang disebutkannya, dari Abu Zar yang menceritakan bahwa ketika para sahabat sedang berada di hadapan Rasulullah Saw., tiba-tiba dua kambing jantan saling menanduk [berlaga]. Maka Rasulullah Saw. bersabda:
“Tahukah kalian mengapa keduanya tanduk-menanduk?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Kami tidak tahu.” Rasulullah Saw. bersabad, “Tetapi Allah mengetahui, dan kelak Dia akan mengadakan peradilan di antara keduanya.”
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir. Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkannya pula melalui jalur Munzir As-Sauri, dari Abu Zar, lalu ia menyebutkannya, tetapi ditambahkan bahwa Abu Zar berkata, “Dan sesungguhnya Rasulullah Saw. meninggalkan kami, sedangkan tidak sekali-kali ada seekor burung mengepakkan sayapnya di langit melainkan beliau Saw. menceritakan kepada kami pengetahuan mengenainya.”
Abdullah ibnu Imam Ahmad telah mengatakan di dalam kitab musnad ayahnya, bahwa telah menceritakan kepadaku Abbas ibnu Muhammad dan Abu Yahya Al-Bazzar; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hajjaj ibnu Nasir, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Al Awwam ibnu Muz ahim, dari Bani Qais ibnu Sa’labah, dari Abu Usman An-Nahdi, dari Usman r.a., bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Sesungguhnya hewan yang tidak bertanduk benar-benar akan menuntut hukum qisas terhadap hewan yang bertanduk (yang telah menanduknya) kelak di hari kiamat.”
Abdur Razzaq mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma’mam, dari Ja’far ibnu Barqan, dari Yazid ibnul Asam, dari Abu Hurairah sehubungan dengan firman-Nya:Illaa umamun amtsaalukum maa farrathnaa fil kitaabi min syai-in tsumma ilaa rabbiHim yuhsyaruun (“melainkan umat-umat [juga] seperti kalian. Tiadalah Kami lupakan sesuatu pun di dalam AlKitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.”) (Al An’am: 38)
Bahwa semua makhluk kelak di hari kiamat dihimpunkan, termasuk semua binatang ternak, binatang-binatang lainnya, burung-burung, dan semua makhluk. Kemudian keadilan Alllah pada hari itu menaungi semuanya sehingga hewan yang tidak bertanduk mengqisas hewan bertanduk yang pernah menanduknya. Setelah itu Allah berfirman, “Jadilah kamu sekalian tanah. ” Karena itulah orang kafir (pada hari itu) mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya:“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” (An-Naba: 40)
Hal ini telah diriwayatkan secara marfu’ di dalam hadits yang menceritakan sur (sangkakala).
Adapun firman Allah dalam surah al an’am ayat 39:

“Dan orang orang yang mendustakan ayat kami adalah tuli,bisu dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan,niscaya disesatkannya, dan barang siapa yang dikehendaki Allah(untuk diberi petunjuk),niscaya dia menjadikannya berada diatas jalan yang lurus”.
Yakni perumpamaan mereka dalam kejahilannya dan keminiman ilmu serta ketiadaan pengertiannya sama dengan orang yang tuli tidak dapat mendengar, bisu tidak dapat bicara, dan selain itu berada dalam kegelapan tanpa dapat melihat. Maka orang yang seperti itu mustahil mendapat petunjuk ke jalan yang benar atau dapat keluar dari apa yang mendukungnya. Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya menggambarkan keadaan mereka, yaitu:
“Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya, Allah hilangkan cahaya (yang menyinari ) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar.”) (Al-Baqarah: 17-18)
Sama pula dengan apa yang digambarkan oleh Allah Swt. dalam firman lainnya:
“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan: gelap gulitayang tindih-menindih, apabila dia mengeluarkan tangannya tiadalah dia dapat melihatnya (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (An-Nur: 40)
Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan: may yasya-illaaHu yudl-lilHu wa may yasya’ yaj’alHu ‘alaa shiraathim mustaqiim (“Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah [kesesatannya], niscaya disesatkan-Nya Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah [untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.”) (Al An’am: 39)
Yakni Dialah yang mengatur makhluk-Nya menurut apa yang dikehendakinya.

Quraish Shihab
Bukti paling kuat atas kekuasaan, kebijaksanaan, dan kasih sayang Allah adalah bahwa Dia mencipta segala sesuatu. Tiada binatang yang melata di bumi atau burung yang terbang di awang-awang kecuali diciptakan oleh Allah dengan berkelompok-kelompok seperti kalian, lalu Dia beri ciri khusus dan cara hidup tersendiri. Tidak ada sesuatu apa pun yang luput dari catatan Kami dalam kitab yang terjaga di sisi Kami (al-lawh al-mahfûzh), walau mereka tidak mempercayainya. Pada hari kiamat, mereka akan dikumpulkan bersama bangsa-bangsa lain untuk diadili. Makhluk hidup dikelompokkan menurut keluarga-keluarga yang mempunyai ciri-ciri genetik, tugas, dan tabiat tersendiri. Dalam ayat ini terdapat isyarat tentang perbedaan bentuk dan cara hidup antara makhluk-makhluk hidup itu, suatu ketentuan yang berlaku pada manusia dan makhluk hidup yang lain.
Kajian Historis
Satu riwayat daripada Jabir bin Abdillah r.a beliau berkata, "Makanlah belalang kerana ia merupakan satu makanan yang di gemari oleh Sayidina Umar Ibnul Khattab. Satu ketika Sayidina Umar pernah ditanya tentang belalang adakah dia memilikinya. Beliau tidak memperolehi berita mengenainya dan tidak memilikinya buat masa itu dan Sayidina Umar agak sedih kerana tidak dapat sediakan belalang kepada orang yang meminta itu.
"Lalu Sayidina Umar menghantar seseorang untuk mencari serangga tersebut di merata-rata tempat sehingga sampai ke Syria dan Iraq. Setelah puas mencari utusan Umar balik semula menemuinya dan beliau bertanyakan tentang serangga tersebut sama ada utusan itu memperolehinya atau sebaliknya.
"Jabir berkata lagi, "Tiba-tiba datang seorang dari Yaman membawa segenggam belalang. Dia membawanya kepada Umar dan menggenggamnya dengan kedua-dua belah tangannya. Apabila Umar melihatnya maka gembiralah ia sambil bertakbir tiga kali. Kemudian Umar berkata, "aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud, "Allah Azza Wajalla telah mencipta 1000 umat. Daripadanya sebanyak 600 umat berada di laut dan 400 umat lagi berada di darat. Dan umat yang paling awal binasa di kalangan mereka ialah belalang. Apabila serangga itu mula binasa akan diikuti dengan kumpulan serangga yang lain mengikut peraturan yang serupa dengan kehancurannya apabila terputusnya rangkaian kehidupannya."Allah berfirman yang bermaksud, "Kemudian mereka (sekalian) akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka (untuk dihisabdanmenerimabalasan)."(Surahal-An'am:38)
Allah menghimpunkan semua makhluk pada hari akhirat kelak. Binatang pun dihimpunkan di sana, di mana ada riwayat mengatakan bagi binatang berlaku berhitungan terhadap mereka di padang mahsyar.Selepas selesai perhitungan itu dibuat mereka dimatikan oleh Allah. Perhitungan itu dibuat sama ada di antara binatang itu sesama binatang ataupun dengan manusia. Mereka dibalas pada hari tersebut.Sementara manusia tidak dimatikan oleh Allah. Perhitungan itu dibuat sama ada ke syurga atau neraka. Begitulah juga jin dan syaitan. Mereka diberi balasan setimpal dengan apa yang mereka telah lakukan di dunia dahulu dan kesudahan mereka juga ialah sama ada keneraka atau kesyurga.Seterusnya Allah berfirman yang bermaksud," dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat keterangan Kami, mereka adalah bisu dan tuli." (Surah al-An'am:39)
Yakni perumpamaan sedikitnya ilmu dan kefahaman serta terlalu jahil mereka yang kafir atau munafik itu diumpamakan sebagai manusia yang bisu dan tuli, tidak mau mendengar keterangan tanda-tanda kebesaran Allah dan kekuasaan-Nya.Sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Katsir di dalam kitab tafsirnya, bahwa bersama dengan sifat-sifat tersebut menunjukkan mereka juga berada dalam kegelapan, tidak dapat melihat kebenaran.
Bagaimana mereka berupaya keluar daripada kegelapan dan kesesatan sekiranya sifat mereka sedemikian rupa, sudah tentu mereka tidak akan menemui jalan kebenaran sebagaimana dinyatakan oleh Allah di dalam firman-Nya yang bermaksud, "perbandingan hal mereka (golongan munafik itu) samalah seperti orang yang menyalakan api; apabila api itu menerangi sekelilingnya, (tiba-tiba) Allah hilangkan cahaya (yang menerangi mereka dan dibiarkan mereka dalam gelap gelita, tidak dapat melihat sesuatu pun.

KESIMPULAN
Bahwa semua makhluk kelak di hari kiamat dihimpunkan, termasuk semua binatang ternak, binatang-binatang lainnya, burung-burung, dan semua makhluk. Kemudian keadilan Allah pada hari itu menaungi semuanya sehingga hewan yang tidak bertanduk mengqisas hewan bertanduk yang pernah menanduknya. Setelah itu Allah berfirman, “Jadilah kamu sekalian tanah. ” Karena itulah orang kafir (pada hari itu) mengatakan, seperti yang disitir oleh firman-Nya:“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” (An-Naba: 40)
perumpamaan orang orang yang mendustakan ayat Allah dalam kejahilannya dan keminiman ilmu serta ketiadaan pengertiannya sama dengan orang yang tuli tidak dapat mendengar, bisu tidak dapat bicara, dan selain itu berada dalam kegelapan tanpa dapat melihat. Maka orang yang seperti itu mustahil mendapat petunjuk ke jalan yang benar atau dapat keluar dari apa yang mendukungnya.






DAFTAR PUSTAKA
Agama,Kementrian RI,Al-quran dan tafsirnya,Jakarta:Ikrar Mandiriabadi
Arifin,Zakaria, Zainal,Tafsir Inspirasi,2012.Jakarta:Ikrar Mandiriabadi
Imaduddin Abul Fida Ismail bin Al-Khatib Abu Hafs Umar bin Katsir Asy-Syafi’I Al-Quraisyi Ad-Dimasyqi, Tafsir Ibnu Katsir.


TUGAS MAHASISWA

ABNORMAL PSYCHOLOGY ASSIGNMENT

  Introduction ,serif; font-size: 16pt; line-height: 150%;"> Abnormal psychology deals with the branches of behavioral, emotional,...